
Pagi itu Arman menghampiri Kiara yang sedang bersiap untuk pergi survei lapangan.
"Kiara? Mau kemana?" tanya Arman.
"Oh ini, aku ada tugas lapangan hari ini," jawab Kiara.
"Proyek terbaru kita kah?" tanya Arman lagi. Kiara menganggukkan kepala.
"Kebetulan sekali, aku juga harus melakukan survei di sana. Gimana kalau kita barengan ke sananya?" tawar Arman.
"Benarkah?" tanya Kiara. Ada rasa bahagia saat pria itu berada di dekatnya.
"Benar, ayo!" ajak Arman.
Kiara menganggukkan kepalanya. Paling tidak ada rekan kerja yang bersamanya kali ini. Dia tidak akan sendirian.Keduanya pergi ke tempat yang di tuju bersama.
Sedangkan Geo yang tadi tidak dapat berkonsentrasi dalam pekerjaannya. Memilih untuk menyusul Kiara, dia segera mengambil kunci mobilnya. Menuju ke tempat Kiara saat ini berada.
Ketika sampai di sana, dia melihat Kiara yang tengah fokus dengan pekerjaannya.Namun hal paling menyebalkan adalah dia bersama dengan Arman. Geo seketika mengurungkan niatnya untuk mendekat ke arah Kiara.
Namun belum juga dia pergi,Geo harus melihat kaki Kiara terkilir. Geo berlari secepatnya untuk menolong Kiara.
__ADS_1
Sayangnya Arman terlebih dulu menolong Kiara. Pria itu menggendong Kiara ke tempat yang lebih nyaman. Geo menghampiri keduanya.
"Kiara!" panggilnya. Kiara yang tengah menahan sakit di kakinya mendongak ke arah Geo.
"Pak Geo? Kenapa bapak ke sini?" tanya Kiara.
"Awas!" Geo mendorong Arman ke samping agar menjauh dari Kiara. Arman hanya bisa mengalah sambil menahan kesal atas sikap atasannya itu.
"Coba aku lihat kakimu?" Geo melihat pergelangan kaki Kiara yang terkilir tadi. Dia mengabaikan pertanyaan gadis itu tentang kenapa dia ada di sana.Tidak mungkin Geo menjawab alasannya saat ini.
"Sepertinya harus ke dokter!" ucap Geo.
Arman merasa kesal karena seharusnya dia yang memperhatikan Kiara saat ini. Tapi malah orang lain.
"Kenapa tiba-tiba dia datang? Bukankah kemarin sudah mengatakan tidak akan datang ke sini?" gumam Arman sambil menatap keduanya masuk ke dalam mobil.
Arman mulai curiga bahwa ada hubungan spesial diantara keduanya.
"Apa pak Geo menyukainya?" gumamnya lagi. Arman mulai menerka-nerka kemungkinan hubungan antara Geo dan Kiara.
Geo meletakkan tubuh Kiara perlahan ke dalam mobil. Dengan segera dia duduk di bagian kemudi. Geo menyetir mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
__ADS_1
"Pak Geo saya baik-baik saja, sebaiknya tidak perlu ke dokter!" ucap Kiara. Dia merasa tidak enak jika harus merepotkan atasannya itu saat jam kerja.
"Kenapa tidak mau? Apa kamu mau pria itu yang mengantarmu?" ucap Geo sarkas. Kiara yang mendengarnya sedikit terkejut, tiba-tiba pria di sampingnya itu berbicara sedikit kasar.
"Maksud bapak apa?" tanya Kiara kesal.Lagi-lagi Geo mencampuri urusan pribadinya.
"Kamu itu sudah menikah, tapi dengan mudah membiarkan pria lain menyentuhmu, apa itu kurang jelas?" ucap Geo terbawa emosi.
Kiara tertawa kecil, akhirnya dia tahu kemana arah pembicaraan pria ini.
"Jadi bapak cemburu dengan Arman?" tebak Kiara.
"Tidak, siapa yang cemburu? Hanya saja kenapa kamu semudah itu bersama dengannya?" tanya Geo.
"Sebenarnya apa yang kamu mau, kita sudah sepakat tidak saling mencampuri urusan masing-masing kan?" Kiara menatap wajah Geo dari samping.
"Apa kamu menyukainya?" tanya Geo dengan wajah serius sambil menyetir mobilnya.
"Tentu saja, seorang pria baik dan tampan seperti Arman. Jelas aku menyukainya," jawab Kiara yakin. Seketika Geo menghentikan mobilnya. Kiara terkejut karena hampir saja kepalanya mengenai kaca di depannya.
Kedua tangan Geo mengepal kuat. Dia tengah menahan amarah setelah mendengar pengakuan dari Kiara.
__ADS_1