Suami CEO

Suami CEO
Rahasia Besar


__ADS_3

Dering ponsel Kiara berbunyi. Wanita itu melirik ponsel yang berada di atas meja. Sebuah panggilan dari nomor misterius itu kembali.


Kiara enggan menerimanya, namun panggilan berulang kembali membuatnya kesal.


"Apa sih maunya?" ucap wanita itu kesal.


Di panggilan ketiga Kiara akhirnya mau menerimanya. Suara berat pria di seberang mengingatkannya pada pria yang tadi pagi memberikan amplop berisi foto itu padanya.


"Halo, siapa sebenarnya anda ini? Jangan bersembunyi saja!" ucap Kiara.


"Bukankah kita sudah bertemu? Bagaimana isi amplop tadi?" tanya pria di seberang panggilan.


"Apa maksud foto itu?" tanya Kiara penasaran.


"Seharusnya Tanan sangat mengerti isinya?" balas pria itu.


"Ayah? Kenapa anda bisa mengenal ayah saya?" tanya Kiara.


"Kamu masih saja memanggilnya ayah?Adakah ayah seperti dia? Tega menjual anaknya untuk perusahaan?" ucap pria itu lagi. Kiara terkejut mendengarnya karena pria itu bisa mengetahui tentang kehidupan dirinya.


"Siapa sebenarnya anda, bagaimana bisa tahu tentang keluarga ku?" tanya Kiara lagi.

__ADS_1


"Tanyakan pada Tanan!" jawab dari seberang, lalu panggilan di akhiri begitu saja. Dengan Kiara yang masih di selimuti rasa penasaran.


"Apa ayah mengenalnya? Sebaiknya besok aku akan menemui ayah saja. Barang kali dia mengetahui apa yang sebenarnya di sembunyikan pria itu," gumam Kiara.


Keesokan harinya, dia benar-benar menemui Tanan di perusahaannya. Kiara di dampingi sang sopir pergi ke sana. Namun Kiara hanya ingin berbicara berdua saja dengan pria itu.


"Non Kiara, hati-hati ya. Saya akan menunggu di sini. Kalau ada apa-apa segera hubungi saja saya," ucap sopir yang selalu setia pada Kiara itu.


"Iya pak,saya akan baik-baik saja kok," jawab Kiara. Setelah itu dia masuk ke dalam perusahaan milik ayahnya.


Tanpa memberitahu terlebih dahulu pada pria itu. Kiara berjalan menuju ke ruang kerja milik Tanan.


Suara mengetuk pintu terdengar saat Tanan tengah sibuk dengan beberapa pekerjaannya.


"Kiara!" Tanan berdiri untuk menyambut Kiara.


"Ayah!" sapa Kiara juga.


"Tumben sekali main ke sini? Ada hal apa yang membawamu nak?" ucapnya.


"Kiara hanya sebentar saja kok di sini," jawab Kiara, dia lalu membuka tas miliknya, mengeluarkan foto dari tas itu.

__ADS_1


"Ayah pasti mengetahui tentang foto ini kan?" tanya Kiara.


"Foto?" Tanan menerima foto itu dari Kiara. Kedua matanya mendelik saat melihat siapa yang ada di dalam foto itu.


"Kamu dari mana mendapatkan ini?" tanya Tanan.


"Jadi benar ayah mengetahui sesuatu?" tegas Kiara.


"Ah tidak, ayah tidak tahu kok!" Tanan mencoba mengelak dari pertanyaan Kiara tentang foto itu.


"Bukankah gadis kecil di dalam foto itu,Kiara kan? Lalu siapa dua orang yang bersama Kiara itu ayah?" tanya Kiara.


Tanan menghela napas panjang. Lalu dia memberikan foto itu pada Kiara.


"Sebenarnya mereka adalah kedua orang tua kandungmu Kiara," jawab Tanan.


Mendengar hal itu, Kiara sangat terkejut.


"Kedua orang tuaku? Maksud ayah?" Kiara tak bisa mencerna dengan baik ucapan sang ayah.


"Kamu bukan anak kandungku!" ucapnya.

__ADS_1


"Jadi selama ini ayah membohongiku? Lalu dimana mereka? Kedua orang tuaku?" tanya Kiara dengan nada kecewa.


Dia bahkan baru mengetahui bahwa dia hanya anak pungut bagi kedua orang tuanya. Sedangkan entah dimana kedua orang tua kandungnya saat ini.


__ADS_2