Suamiku Playboy

Suamiku Playboy
Tragedi


__ADS_3

" Aaaaaa....." teriak Alana sambil menarik selimut serta menutup mata dengan kedua tangannya. Karena alana melihat tubuh telanjang Rey tanpa sehelai kain yang menutupinya.


"ah... Berisik... Diam kau Alana, ganggu tidur aja." ucap Rey. Sambil nutup kedua telinganya.


" Aaaaaa.... Da... Darah.." ucap alana. Sambil menutup tangannya kembali. Sambil terisak2. Tangisnya pecah sampai membangunkan Alan dan angga.


Seketika itu Rey melonjak bangun dari tidurnya.


"mana.. mana... Darah... Teriak Rey" tanpa sadar dia melihat alana yang sedang menangis dan menutup tubuhnya.


"Alana, apa yang kamu lakukan di kamar kakak? Tanya Rey" spontan Rey melihat dirinya tanpa busana, seketika itu juga Rey Kemudian menutup tubuh bagian bawah dengan bantal.


"Aaaa... Tidak... Ini tidak mungkin.. Alana, jelaskan ke kakak." teriak Rey.


Alana yang terisak-isak dan Tangisnya semakin menjadi-jadi.


Karena teriakan rey dan tangisan Alana membangunkan Alan dan Angga. Mereka masuk ke kamar alana.


"Brengsek loe Rey, teriak Alan. Seketika itu Alan melayangkan tinjunya ke wajah Rey.


Bruk.. Bruk.. Berkali-kali tanpa henti...


" Stop... Stop... Alan, teriak Angga sambil melerai, menarik tangan Alan dan menjauhkan dari Rey..


"pakai pakaianmu Rey dan hubungi orang tua loe sekarang juga. Loe harus tanggung jawab ke adik gue." teriak Alan.


Rey, mengambil pakaian dan memakainya kemudian dia menghubungi mamanya.


"Assalamualaikum mam, maaf mah Rey bisa minta tolong mama untuk datang ke apartemen alan pagi ini juga?" ucap rey

__ADS_1


"waalaikumsalam nak, ada apa Rey sayang. Bilang aja di telepon. Karena papa mama akan pergi ke nikahan anaknya tante ayu. Jawab mama Rey"


"maaf mah, ini penting mah menyangkut masa depan Rey, Rey mohon untuk papa mama datang ke apartemen Alan. Rey tunggu ya mah" ucap rey


"baiklah... Sebentar lagi kami ke situ, jawab mama Rey."


"makasih mama, assalamualaikum." sambil memegang dadanya yang tak berhenti berdetak kencang.


**********


Rumah Rey


"ada apa sayang, tanya papa Rey" sambil meminum kopinya.


"itu lho pah, anak kesayangan papa minta kita ke apartemen Alan katanya penting,jawab mama Rey"


"anak itu tiap hari kelakuan aneh aja, ya sudah hubungi jo. Agar ikut kita ke apartemen Alan." mama Rey mengirimkan pesan ke jo dan menagguk


******


Kemudian alana lari dan menutup pintunya kamar dan menuju kamar mandi.


Alana mandi dengan terisak-isak memikirkan bagaimana kelanjutan hidupnya dengan mengetahui kalau dirinya sudah tidak perawan lagi serta ketakutan akan hamil di usia muda.


Serasa mimpinya untuk jadi dokter pupus sudah. Entah apa yang akan ia katakan kepada kedua orangtuanya.


"mama papa, maafin alana.. Maafin alana... Guman alana. Tangisnya pecah membuat Alan mengedor-gedor pintu..


" Alana, buka... Alana buka... Teriak Alan.

__ADS_1


Sambil mengedor pintu dengan kencang.


Rey mendengar tangis alana merasa menyesal pasalnya dia tidak mengingat sama sekali kejadian malam tadi.


" Alan, aku tak apa tenang lah... Sebentar lagi aku keluar, teriak alana sambil mengusap air mata yang keluar tanpa permisi dengan begitu derasnya.


Tok.. Tok.. Tok...


Angga bergegas lari dan membukakan pintu


" om tante, silahkan masuk, ucap angga..


"jo, masuk saja, ucap angga ketika melihat jo di belakang orang tua Rey.


" terimakasih ga.. Rey mana? Tanya mama rey"


"duduk dulu om tante dan jo, ucap angga sambil senyum


" bentar lagi mereka turun kog tanya tenang aja."


Rey turun ke bawah dan menemui orang tuanya


" Rey,... Teriak mama rey"


"apa yang terjadi denganmu sayang" sambil memegang wajah Rey yang lebam2...


Rey hanya tersenyum..


"gak apa-apa mah, memang Rey pantas untuk dapatkan ini semua." sambil memegang dadanya yang bedegup kencang karena takut apa yang akan terjadi setelah ini.

__ADS_1


Bersambung


Mohon kritik dan saran ya teman-teman 😘


__ADS_2