Suamiku Playboy

Suamiku Playboy
Terkurung di gudang


__ADS_3

Pagi ini, Viona datang pagi-pagi sekali ke kampus. Kampus masih tampak sepi sekali. Sepertinya dia sengaja datang pagi-pagi. Seperti biasa,dia meluangkan sedikit waktunya itu untuk membaca.


Viona duduk di halaman depan kampus. Dia kemudian mengambil bukunya yang ada didalam tasnya. Setelah itu dia meluangkan sedikit waktunya untuk membaca, di halaman depan kelasnya.Tiba-tiba saja seseorang menepuk bahunya dari belakang. Viona menoleh.


" Eh, Kak Aryan." Ucap Viona.


" Boleh nggak aku duduk di samping kamu?" Tanya Aryan.


" Boleh, silahkan. " Kata Viona.


Aryan kemudian duduk di samping Viona. Viona sedikit menggeser tubuhnya. Sebenarnya dia juga tidak mau duduk dekat dengan lelaki. Tapi, dia juga tidak mau membuat Aryan tersinggung.


" Lagi ngapain Vi?" Tanya Aryan.


" Lagi, baca-baca apa...?"


" Baca novel aja. Kalau baca pelajaran mata kuliah, bikin pusing." Ucap Viona.


" Oh, kamu suka baca juga. Sama dong aku juga suka baca."


Dari kejauhan seorang gadis sudah memandang tajam ke arah Viona dan Aryan. Sepertinya dia tampak cemburu melihat kedekatan Aryan dan Viona.


" Kurang ajar anak baru itu. Bisa-bisanya dia dekatin Aryan ku. Emang dia nggak tahu apa siapa Aryan. Aryan itu milik ku." Ucap seorang gadis bernama Miranda.


Di kampus cowok yang terpopuler pertama itu Rafael, dan mungkin Aryan juga cowok yang tertampan setelah Rafael. Jadi Aryan juga banyak di sukai wanita. Kalau Rafael masa bodoh jika ada wanita yang menyukainya. Dia tidak mau perduli. Memilih seorang kekasih yang mencintai dengan tulus itu tidaklah mudah.


Wanita cantik memang banyak. Tapi Rafael tidak mau sembarangan memilih. Dia menginginkan gadis yang bisa mencintainya dengan tulus. Bukan gadis yang hanya ingin numpang populer dan gadis yang hanya menginginkan harta Rafael.


Selama di kampus, Rafael itu tidak pernah cerita ke teman-teman nya kalau Viona itu adalah saudaranya. Begitu juga Viona, dia juga tidak pernah cerita sama siapapun kalau dia itu saudara dari Rafael. Mereka sama-sama tertutup. Itu semua karena Rafael yang meminta. Jika saja ada anak yang tahu kalau Viona itu saudara tirinya Rafael, maka cewek-cewek itu akan mengejar Viona untuk meminta agar Viona mau dekatin dia sama Rafael. Rafael tidak mau Viona dapat masalah di kemudian hari.


Aryan sedari tadi mengobrol dengan Viona. Tanpa terasa, bel masuk pun berbunyi. Viona dan Aryan pun masuk ke kelas masing-masing. Mereka kemudian menerima pelajaran dari dosennya.


****

__ADS_1


Semua siswa sudah beranjak untuk pulang. Viona masih di kelasnya sendiri. Atika kenalannya itu sudah duluan pulang. Seperti biasa, setiap pulang dia itu tidak ikut dengan Rafael. Tapi terkadang Viona naik taksi atau di jemput Andira mamanya.


Miranda, Arista dan Rena sudah ada di depan kelas Viona. Sepertinya mereka akan nyamperin Viona untuk memberikannya peringatan. Setelah membereskan buku-buku nya, Viona kemudian beranjak pergi dan melangkah keluar. Viona terkejut saat di luar sudah ada tiga orang gadis menghadangnya. Ketiga gadis itu memandang tajam ke arah Viona.


" Ikut aku." Ucap Miranda. Dia kemudian menyeret paksa Viona. Sepertinya Miranda itu sudah sangat emosi sekali. Dia membawa Viona ke belakang kampus.


" Lepasin aku...! " Viona tampak memberontak saat tangannya sudah di cengkeram oleh Miranda.


Miranda melepaskan tangannya. Tiba-tiba saja tangannya melayang dan mendarat ke pipi mulus Viona.


Plak...


" Auh...kenapa kamu menampar aku...?" tanya Viona.


" Itu balsan untuk kamu yang sudah mau merebut cowok aku." Ucap Miranda.


" Iya betul." Ucap Arista dan Rena kompakan.


" Apa maksud kalian? siapa yang mau merebut cowok kamu? Akupun tidak mengenal siapa cowok kamu." Kata Viona yang benar-benar tidak tahu maksud Miranda.


Viona syok sekali mendengar nama Aryan. Bagaimana mungkin Miranda bisa berfikiran jelek seperti itu. Viona saja baru mengenal Aryan kemarin, bagaimana mungkin Miranda itu menuduhnya seperti itu.


" Aryan?" Ucap Viona.


" Iya. Aryan itu cowoknya Miranda. Dan kamu nggak boleh dekatin Aryan. " Kata Rena menjelaskan


" Pokoknya kamu harus jauhin cowok yang bernama Aryan. Kalau kamu masih nekat mendekatinya, kamu akan tahu akibatnya. ..!" Ucap Arista.


" Apa? apa maksud dari semua ini."


" Sudah deh, nggak usah sok alim kamu. Nggak usah sok suci. Ayo kita bawa dia."


Miranda kemudian membawa Viona ke dalam gudang. Dia kemudian mengunci Viona di dalam gudang.

__ADS_1


Ha...ha...ha...


Setelah itu mereka tertawa dan meninggalkan Viona di dalam gudang itu sediri.


Kasus pembullyan memang banyak di kampus yang Viona tempati sekarang. Bukan hanya Miranda. Kemarin juga Viona sempat di maki-maki sama anak-anak yang lain. Sepertinya kampus itu memang mahasiswanya tidak ada yang sopan. Entah Viona itu akan betah atau tidak berada di kampus itu.


Hiks...hiks...hiks...Viona menangis di dalam gudang. Saat ini dia sendiri, dia menatap ke arah bawah. Betapa menjijikkannya gudang itu. Gudang yang banyak barang-barang usang dan berdebu. Viona benar-benar takut dan jijik berada di gudang itu. Entah akan berapa lama lagi dia terkurung di dalam gudang.


" Tolong...! tolong...!" Teriak Viona.


Viona berteriak meminta pertolongan saat dia sudah terjebak di dalam gudang.


*****


Mobil mewah itu sudah tampak ada di depan kampus Viona. Seorang lelaki tampan dengan balutan pakaian resmi dan sepatu yang serba mengkilap itu keluar dari mobilnya. Dia adalah pengusaha yang banyak di segani. Seorang pengusaha muda yang bisa melakukan apapun yang dia mau. Dia adalah Farrel seseorang yang Viona temui waktu di kantor ayahnya. Sepertinya Viona memang sedang ada dalam masalah besar dengan lelaki itu. Dan siapa yang sudah membuat masalah dengannya, maka dia harus bersiap-siap untuk menghadapi kemurkaannya.


Farrel melangkah ke arah kampus Viona. Mungkin dia benar-benar akan menemui Viona kali ini. Karena Viona sudah membuat masalah dengannya. Farrel melangkahkan kakinya ke dalam kampus. Di lihatnya seorang satpam berdiri di depan gerbang.


" Selamat siang Pak..." Ucap Pak Satpam.


" Siang." Ucap Farrel.


" Maaf Pak. Cari siapa?" Tanya Satpam.


" Saya sedang mencari Viona."


" Viona yang mana Pak. Viona di sini banyak." Ucap Pak Satpam.


" Dia gadis berhijab."


" Oh,kalau gadis berhijab memang sedikit Pak di sini. Tapi, saya belum melihat ada gadis berhijab itu keluar dari sini. Soalnya masih ada sebagian mahasiswa ada di dalam." Kata Pak Satpam


" Oke kalau begitu." Ucap Farrel sembari melangkah ke dalam.

__ADS_1


Dia benar-benar sedang mencari Viona. Entah apa yang sebenarnya dia mau. Mungkinkah dia itu akan menanyakan tentang jas kemarin?"


__ADS_2