
Andira kemudian melangkah ke arah Bik Imah.
"Bik."
"Iya Non. Ada apa?"
"Gini. Aku boleh nggak pinjam hapenya?"
"Oh. Boleh."
"ya udah. makasih yah. "
"Nanti bibik ambilin. hapenya ada di kamar."
Bik Imah kemudian mengambil hapenya. Dia kemudian memberikan hapenya pada Andira.
"Ini Non."
"Iya Bik makasih."
Setelah itu Andira menelpon Andini.
"Halo Din?"
"Halo..."
"Din. Ini kak Andira."
"Iya kak ada apa?"
"Din. kakak mau minta nomernya mas Fikri."
"Oh. Boleh. Nanti yah. Aku kirimin lewat chat aja yah."
"Iya Din."
Andini kemudian mengirimkan nomernya Mas Fikri.
"Itu nomernya."
"Oh. Iya. makasih."
Setelah itu Andira menelpon Fikri.
Di ruang kerjanya Fikri tampak sedang serius dengan pekerjaannya. Tiba-yiba saja nada dering teleponnya berbunyi.
Fikri menatap ponselnya. Nomer tidak di kenal.
Fikri meraih hapenya.
"Ini nomer siapa yah?" Ucap Fikri.
Fikri kemudian mengangkatnya.
"Halo assalamu'alaikum." Ucap Fikri.
"Wa'alaikumsalam"
Fikri tersenyum saat mendengar suara itu. Fikri tidak akan pernah bisa lupa dengan suara Andira.
"Andira? apa benar ini kamu Dir?"
"Iya Mas. Ini Dira. Bagaimana kabar Mas Fikri?"
"Alhamdulilah baik Dir. Kamu sendiri gimana kabarnya? Sekarang kamu ada di mana Dira?"
" Dira lagi ada di Surabaya."
"Apa! Di Surabaya? ya ampun. Kamu lagi sama Gilang."
__ADS_1
"Iya. Aku menetap di sini sekarang bersama Mas Gilang."
"Oke sekarang kamu tunjukan alamatnya di mana? Mas pengin ketemu sama Gilang. Ada hal penting yang harus Mas bicarakan."
"Mas Gilang bukannya pulang ke Jakarta."
"Apa. Pulang kemana Dira. Gilang sama sekali tidak ada di rumah."
" Tapi Mas Gilang katanya mau ke rumah. Dan dia sudah lama kan ada di Jakarta."
"Astaga Andira,kamu cuma di bohongin aja sama Gilang."
"Apa Mas bilang.Di bohongi? ya ampun Mas, bagaimana bisa begitu."
"Ah, Gilang-Gilang. sampai kapan dia berhenti berbohong. Dan sekarang di mana Gilang?"
Andita diam. Dia tampak lemas. Tiba-tiba saja dia teringat dua sosok wanita yang pernah di temuinya beberapa waktu lalu saat bersama Gilang.
Hik...hiks...
Andira menangis." Apa benar. Mas Gilang akan menemui wanita-wanita nya? Kalau iya, kenapa dia tega sekali sama aku."
Andira cepat-cepat menyeka air matanya.
"Halo Dira. Kamu kenapa? kamu nggak apa-apa kan.?"
"Oh Mas. Nggak apa-apa kok. Mas Fikri lagi sibuk yah? Maafin yah kalau aku ganggu"
"Oh. Nggak apa-apa kok. Kamu nggak ganggu sama sekali. Tapi kenapa kamu tidak pernah ngabarin Mas."
"Maaf Mas. Aku nggak boleh pegang hape. Untuk menghubungimu saja adik aku aja nggak boleh, apa lagi kalau menghubungimu."
" Sabar Andira"
"Iya Mas."
"Iya Mas."
Assalamu'alaikum
Wa'alaikumsalam
Setelah menelpon Fikri,Andira pun pergi ke tempat Bik Imah.
"Bik. Ini telponnya. Makasih banyak yah."
"Oh iya Non."
Setelah itu Andira pergi dan melangkah naik ke atas, ke kamarnya.
Andira kemudian menangis di sana. Dia menangis sejadi-jadinya.
Hiks...hiks...
"Jadi Mas Gilang udah bohongin aku. Dia sekarang pergi Ke Jaktata, tapi tidak pulang ke rumahnya. Lalu sekarang dia di mana? Apa dia menemui Maharani? atau dia menemui Indri. Atau mungkin, dia menikah dengan Maharani. Mas Gilang keterlaluan."
Andira tampak emosi. Dia menangis lagi dalam kesendiriannya.
" Aku harus bagaimana. Mas Gilang udah bohongi aku lagi. Ternyata Mas Gilang belum berubah. Dia masih aja menjadi suami tukang bohong. Aku muak banget kalau begini. Mau sampai kapan Mas Gilang itu membohongi ku terus."
Andira memegangi perutnya.
"Aku masih bertahan dengan Mas Gilang, karena anak ini. Seandainya Mas Gilang itu benar-benar menikahi Maharani, aku nggak rela. Setelah anak ini lahir, aku pasti akan menggugat cerai dia. Aku sama sekali tidak mau berpoligami. Aku hancur jika saja Mas Gilang selalu membohongiku." Kata Andira lagi.
...****************...
Sore ini, Joe pulang lebih awal. Dia sangat terkejut. Karena Andira sudah mengemasi barang-barang nya.
" Dira kamu mau kemana?" tanya Joe.
__ADS_1
"Aku mau pulang Ke Jakarta Mas."
" Apa. Kenapa mendadak begini Dir. Padahal, aku akan ngajakin kamu jalan malam ini."
Andira tersenyum.
"Makasih yah Joe. Atas semua kebaikan kamu."
"Iya Andira. Aku harus pergi Joe."
"Tapi, kamu mau pergi dengan siapa? Besok aja Andira. Ini sudah sore. Besok deh aku antarin kamu yah. Kamu nggak boleh jalan sendirian. Suamimu sudah menitipkan kamu pada ku, Jadi aku harus menjagamu aamapi suamimu kembali. Tolong yah jangan pergi sekarang."
Andira diam.
"Iya Joe. Aku cuma mau berkemas aja. Besok aku akan pulang ke Jakarta. Aku akan menemui adik-adik ku, dan juga aku mau melihat kondisi butik aku "
"Ya udah. Aku ganti baju dulu yah. Aku masih capek Ra. Nanti setelah ini, kita keluar yah. Kita akan pergi makan malam sekalian beli hape baru buat kamu."
"Kamu mau belikan aku hape."
"Iya. Bukankah itu yang sekarang kamu lagi butuhin?"
"Oh. Iya . Makasih ya Joe."
Setelah itu, Joe pun melangkah dan kembali ke kamarnya.
...****************...
Malam ini, Fikri masih begitu resah. Dia sangat mengkhawatirkan Andira.
"Sekarang, di mana Andira? dan bersama siapa dia sekarang?" Gumam Fikri.
Ceklek.
Sofi membuka pintu kamarnya. Dia melihat Fikri tampak resah dan khawatir.
Mas Fikri kenapa kok dia seperti orang bingung gitu. Apa dia lagi ada masalah di kantor yah. Apa dia lagi galau. Tapi kenapa. Ah bukan urusan ku.
Sofi kemudian masuk ke kamar. Dia langsung melangkah ke tempat tidur. Dia kemudian berbaring di ranjangnya.
" Kamu kenapa Mas?. Kamu lagi ada masalah?" tanya tanya
Fikri kemudian kembali duduk.
"Aku nggak apa-apa kok." jawab Fikri
Pandangan Fikri ke arah luar kamar. Wajahnya masih di selimuti kegelisahan. Dia memang sedari tadi gelisah mikirin Andira.
" Ah, Andira. Apa aku telpon saja yah nomer yang itu."
Fikri kemudian mengambil hapenya. Dia kemudian menelepon nomer yang waktu tadi pagi Andira nelpon. Yah nomer Bik Imah.
Bik Imah masih berbaring di ranjang. Tiba-tiba saja telpon nya berbunyi. Bik Imah mengangkatnya.
"Halo."
" Halo ini siapa yah." Tanya Bik Imah.
"Saya kakaknya Andira. Apa Andira ada di situ?"
"Oh, Non Andiranya belum pulang "
"Kalau boleh aku tahu, kemana Andira pergi?"
" Em, Andira pergi sama Den Joe."
" Apa. Joe. Jadi Andira sekarang ada di rumahnya Joe.?"
"Iya. Tapi Den Gilangnya udah pergi ke Jakarta. Katanya dia mau pulang dulu ke sana. Nanti dia akan jemput Non Andira lagi ke sini." Kata Bik Imah menuturkan.
__ADS_1