
*******
" Kenapa belum tidur, tanya Rey kepada Alana"
" Menunggu kak Rey, jawab Alana" Rey mendekati Alana dan naik ke ranjang.
" Kenapa? Ucap Rey"
" Maafin Alana ya kak, ucap Alana"
Rey tersenyum dan mengusap rambut Alana.
" Alana, bagaimana kalau kita pacaran?ucap Rey"
" Kog pacaran sih kak, kita kan sudah menikah, ucap Alana" dengan kecewa
" Apa kak Rey, tidak pernah menganggap pernikahan ini terjadi, tanya Alana"
Rey mengelai nafas huft...
" sayang dengarin dulu, maaf bukan maksud aku begitu. Aku sangat menghargai pernikahan ini dan aku sangat bahagia dengan pernikahan ini. Aku berharap bisa menua bersamamu dan membesarkan anak-anak kita. Aku mencintaimu Alana, ucap Rey." sambil mengecup puncak rambut Alana.
Alana tersenyum dan memeluk Rey.
" Terima kasih kak Rey, alana akan berusaha menjadi istri yang baik, ucap alana"
" Jadi kita pacaran kan? Tanya Rey"
" pacaran setelah menikah bukannya lebih nikmat, lanjut Rey" sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.
Alana merona dan mengangguk menandakan kalau dia setuju.
" Bagaimana kalau malam minggu ini kita pergi jalan-jalan, ya seperti orang pacaran pada umumnya, ajak Rey"
" kan selama ini kita tidak pernah pergi berdua, ucap Rey lagi"
" Baiklah terloveku, ups... Ucap Alana sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
" kau bilang apa sayang? Aku tidak dengar."
"aku tidak bilang apa-apa"
" benarkah???" tanya Rey tertawa sambil menglitik pinggang Alana.
" kak Rey geli... Geli kak"
__ADS_1
Tanpa menghiraukan Alana, Rey terus menglitik sedangkan Alana seperti ulat bulu yang melingkar-lingkar
" cium aku, nanti aku berhenti, ucap Rey"
Cup ciuman mendarat di pipi Rey.
" bukan di pipi di sini sayang" Rey menunjuk ke arah bibirnya.
Cup
ciuman sekilas mendarat di bibir Rey. Karena malu Alana masuk ke dalam selimut menutup seluruh tubuhnya.
Rey hanya ketawa melihat kelakuan istrinya yang malu-malu.
"Alana, terima kasih, ucap Rey"
Alana mengangguk dan tersenyum.
"semoga kak Rey benar-benar berubah, batin Alana"
Pagi menjelang...
Kring... Kring...
" Waalaikumsalam Nak, Bisa kah malam ini Rey dan Alana menginap di tempat mama? Mama rindu kalian, ucap mama Rey"
" Baik mah, nanti malam kami akan menginap, jawab Rey"
" Mama tunggu ya Rey, ucap mama Rey"
" waalaikumsalam, ucap Rey dan mama Rey"
" Siapa kak, yang telpon, tanya Alana" sambil bangun dari tidurnya bersandar di dada rey
" Mama sayang, mama rindu ingin kita menginap di sana, bagaimana apa kau mau? Tanya Rey kepada Alana"
" Baiklah sayang, jawab Alana"
" Sayang, sebaiknya kamu tanyakan ke Alan dulu. Aku tidak mau terjadi kesalah pahaman lagi, ucap Rey" sambil membelai rambut Alana
Alana tersenyum dan menganguk.
"Apa kak Alan bolehin ya? Semoga saja boleh" batin Alana
Alana mengatur nafasnya sebelum menemui Alan.
__ADS_1
" Mau ngomong sama kakak sendiri aja seperti mau ujian. Huft... Punya kakak kaya gini banget. Keras. Kaya batu" batin Alana.
Alan memang berubah setelah pernikahan Alana dan Rey. Alan yang tadinya lembut dan selalu menuruti keinginan Alana menjadi lebih Posesif, dingin dan tegas. Bahkan senyum yang dulu Alana dapatkan sekarang tidak pernah Alana lihat lagi. Hanya tatapan kebencian kepada Rey.
Tok... Tok... Tok...
Alana mengetuk pintu kamar Alan.
" Kak Alan, boleh kah Alana masuk, ucap Alana."
Berkali-kali Alana ketuk Alan tak kunjung membuka pintunya. Karena Alan tahu kalau Alana mencarinya untuk mendapatkan ijin darinya apalagi ini hari weeked.
Akhirnya Alana hanya mengirimkan pesan kepada Rey karena tak kunjung membukakan pintu.
✉️ Alana : Assalamualaikum kak Alan, maaf kak Alan, alana minta ijin untuk menginap di rumah mama kak Rey. Karena mama merindukan kami. Alana mohon kak Alan mengerti. Terima kasih kak Alan. Alana selalu menyayangimu. Waalaikumsalam
Alan hanya membaca tanpa membalasnya. Kemudian Alan menghubungi seseorang.
" loe ikuti kemanapun dia pergi, ucap Alan" kepada seseorang di seberang. Setelah itu Alan menutup telponnya. Air mata Alan terus keluar.
" Alana adikku maaf kakak tidak bisa menjagamu." batin Alan.
Kemudian Alan merebahkan diri dan tertidur.
*************
" kak Rey, terima kasih ucap Alana"
Rey tersenyum dan memakaikan topi kelinci yang menyala-nyala.
Alana dan Rey berkencan di taman bermain, mereka menghabiskan waktu berdua di taman bermain sebelum mereka menginap di rumah orang tua Rey.
Rey tertawa riang melihat tingkah laku Alana yang begitu menggemaskan.
" Alana kau begitu menggoda, batin Rey"
Rey masih dengan lamunannya. Kemudian alana mendekat karena Rey tak kunjung menjawab pertanyaan Alana
" kak Rey, kenapa?" ucap alana sambil menepuk pipi Rey.
" kakak baik-baik saja sayang, rasanya ingin ke sini lagi tapi nanti dengan anak-anak kita.ucap Rey"
Alana merona dan mengangguk
" ayo, kita pulang kau pasti sudah lapar. Dan mama sudah menyiapkan makan malam, ucap Rey" dengan menggandeng tangan Alana menuju tempat parkir.
__ADS_1