Suamiku Playboy

Suamiku Playboy
Pulang ke Jakarta


__ADS_3

Gilang kemudian melangkah ke arah sofa. Dia menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"Kenapa lagi lo?" tanya Joe yang ikutan duduk di samping Gilang.


"Ah, gue nggak kenapa-napa."


Gilang diam. Joe menatapnya dengan tatapan penuh tandan tanya.


"Gue mau ke Jakarata bro."


"Apa? mau ke Jakarta? lo mau ngapain? pengin kakak dan orang tua lo ngamukin lo?"


"Kayaknya di sana udah beres masalahnya." Kata Gilang.


"Beres gimana maksud lo?"


"Iya beres. Karena cewek gue udah di nikahi ama kakak gue."


Joe menatap Gilang nanar. Sepertinya emosinya mulai memuncak.


"Apa? jadi kakak lo yang nikahin cewek yang lo hamili itu. Benar-benar lelaki brengsek yah lo. Lo udah gila tahu nggak. Lo korbanin kakak lo sendiri untuk menutup aib lo. Dan lo juga sudah korbanin prrasaan cewek yang lo hamili. Dan lo udah bohongi istri lo habis-habisan. Parah banget lo Gilang...!!!" Kata Joe panjang lebar.


"Joe. Udahlah, jangan terlalu ikut campur. Gue kan dulu udah sering bantuin lo sob. Sekarang, gue mau minta lo bantuan."


"Bantuan apa lagi?"


"Lo jagain Andira istri gue. Gue mau pulang dulu ke Jakarta. Gimana? Nanti gue balik ke sini lagi."


"Apa? "


"Iya. Gue untuk sementara ke Jakarta. Nanti gue ke sini lagim Gue mau memastikan sudah aman atau belum di sana. Kalau udah, nanti akan aku ajak Andira pulang ke Jakarta."


"Hei...Bro, lu nitipin Andira ke gue? kenapa lo nggak nitipin ke oma dan opa lu."


"Sudahlah jangan bawel. Kalau Andira di sana, Kakak gue bisa nemuin dia. Secara, gue tahu. KaIau Kak Fikri itu suka sama istri gue."


"Tapi dia kan udah nikah bro."


"Yah, nikah karena keterpaksaan itukan beda Joe."


Ah, Gilang udah benar-benar gila. Istrinya lagi hamil, mau di tinggal ke Jakarata, dan di titipin ama gue. Emanh gue tempat penitipan istri apa?


"Eh,Lang. Lo kenapa mau nitipin istri lo ke gue?"


"Ya karena gue peraya ama lo."


"Kalau gue jatuh cint ama istri lo gimana?"


Gilang melotot.


"Siap-siap aja gue habisi."


"Kalau Andira yang jatuh cinta ama gue...?"

__ADS_1


"Nggak mungkin. Andira itu cinta mati ama gue."Kata Gilang.


he..he.. Jor geleng-gelenh kepala.


Cinta mati yah belum tahu aja Andira tentang kebusukan suaminya. Seandainya dia tahu, kalau suaminya itu menghamili wanita lain, gue nggak jamin Andira akan tetap bertahan ama lo.


Gilang dan Joe saling diam. Setelah itu Joe bangkit dari duduknya.


"Gue, pergi dulu yah. Gue mau ke ruangan gue. Dan lo kerja yang benar di sini! jangan main-main." Kata Joe kemudian.


"Siap Pak Joe Sebastian." Kata Gilang. Setelah itu Joe pun pergi meninggalkan ruangan Gilang.


Sesaat kemudian ponsel Gilang berdering. Gilang mengangkat ponselnya.


"Kapan sayang kita akan ke Jakarta?"


"Nanti. Nunggu waktu yang tepat."


"Gimana kalau hari ini. Aku tunggu kamu yah."


"Jangan sayang...Aku belum siap. Aku juga belum pamit sama Andira."


"Huh, Mas. Tapi kamu janjikan setelah sampai Jakarta kita akan nikah?"


"Iya. Aku janji akan nikahin kamu. Tapi kamu harus sabar menununggu dong. Karena pernikahan nggak untuk mainan."


"Iya. Sayang. Aku akan selalu menunggumu. Kalau kita udah nikah nanti, kita akan sama-sama cari kerja yah. Dan nanti kita bisa dong, jadi orang sukses."


"Iya. Maharaniku sayang."


"I love you Maharani."


"I love u too Mas Gilang."


"Aku lagi banyak kerjaan sayang. Nanti aku telpon lagi yah."


"Iya sayang. bye...!"


"Bye..."


Tut akhirnya sambungan telpon mereka terputus.


"Yah, aku akan pergi ke Jakarta. Maharani sudah menunggu ku sangat lama. Dia bahkan sampai sekarang mau menungguku. Berarti dia memang tulus dengan ku. Buktinya aku nggak punya apa-apa, dia masih mau jadi istri aku.


...****************...


Sore ini Andira menatap suaminya dengan tatapan sendu. Gilang akan pergi ke Jakarta namun tidak mengajak Andira. Dia malah pergi sendiri. Bagaimana mungkin suaminya pergi ke Jakarta tanpa membawanya. Namun Andira hanya menerimananya begitu saja.


"Mas, aku juga pengin pulang." Kata Andira.


"Iya sayang. Nanti kita pulang. Tapi nggak sekarang oke. Sementara kamu di sini dulu. Aku kasihan melihat kamu kalau kita bolak-balik Jakarta Surabaya. Nanti aku akan pulang ke sini lagi kok. Setelah aku pulang nanti, kita akan beli rumah baru yah." Kata Gilang.


"Okelah. Aku titip salam untuk mama papa dan Mas Fikri yah."

__ADS_1


"Iya sayang"


Gilang menatap Andira lekat, kemudian dia peluk istrinya itu. Yah, mungkin pelukan itu bagi Andira adalah pelukan sayang. Tapi, bagi Gilang, pelukan itu tidak berarti apa-apa.


Gilang menangkup wajah istrinya itu.


"Jangan sedih gitu dong. Aku kan kerja sama Joe di sini. Aku pengin belajar mandiri. Jadi kamu harus dukung aku dong. Kamu dukung aku kan sayang?"


Andira mengangguk.


"Iya. Cepat pulang yah Mas!"


"Oke sayang. Aku akan cepat pulang. Kamu yang sabar yah."


"Iya."


Gilang kembali mengemasi bajunya lagi. Setelah itu dia keluar dari kamarnya di ikuti Andira di belakangnya.


Sesampai di teras depan rumahnya Joe pun datang.


"Hei Lang. Udah mau pergi aja lu...?"


"Iya Joe. Gue mau pulang dulu sebenatar."


Gilang menarik Joe dan meraangkul bahu Joe. Dia pun berbisik.


"Joe. Gue nitip istri gue sebentar. Jangan macam-macam lo...!.


Kalau lo berani macam-macam sama istri gue, habis lo...!" ancam Gilang.


"Apaan sih lo!" Joe menepis tangan Gilang.


"Oke. Gue pasti akan ke sini lagi. Kamu nggak usah khawatir sayang. Aku pasti akan ke sini lagi."


"Iya Mas. Hati-hati di jalan yah."


"Iya Andira."


Gilang kembali mendekai istrinya. Dia kemudian memeluk dan mencium istrinya lagi.


"Sayang. Aku pergi dulu yah."


Andira menatap suaminya dalam.


"Iya. Hati-hati Mas Gilang."


"Iya sayang."


Setelah itu Gilangpun pergi meluncur dengan mobilnya.


Gilang tersenyum sendiri. Dia teringat kenangan indah yang oernah dia lewati dengan Maharani. Dan sekarang dia benar-benar akan memperistri seorang wanita yang di cintainya juga. Yah, bisa di bilang cinta pertamanya. Walau Gilang tidak pernah tahu, kalau Maharani itu mantan wanita malam.


"Ah, maharani. Aku jadu nggak sabar. Dia itu memang calon istri idaman. Udah cantik, punya tubuh yang tinggi, seksi, pasti tidak membosankan kalau di pandang. Rasanya sudah lama sekali aku tidak bersamanya. Tapi Andira...bagaimana yah dengan Joe?"

__ADS_1


Gilang mulai khawatir. Dia sedikit khawatir dengan istrinya itu. Andura sedang hamil dan sekarang dia bersama lelaki super sibuk itu.


__ADS_2