Suamiku Playboy

Suamiku Playboy
menyelamatkan Viona.


__ADS_3

Pandangan Farel masih menelusuri kesekeliling kampus. Namun dia tidak menemukan sosok Viona di sana. Farrel melangkah ke arah dalam. Dan diapun menuju melangkah dan melihat ke setiap kelas.


Dia akan mencari Viona, gadis yang kemarin buat masalah dengannya. Apapun yang Farel ingin kan pasti bisa dia dapatkan. Termasuk sekarang, dia menginginkan gadis yang bernama Viona itu bertanggung jawab akan jasnya yang terkena noda ice cream Viona kemarin. Dan jas itu sekarang ada di Viona.


Farrel menanyakan Viona itu pada mahasiswa yang ada di situ. Dan ada salah satu Mahasiswa yang melihat Viona. Dia menunjukan kemana Viona.


" Kamu lihat cewek berhijab bernama Viona?" Tanya Farrel.


" Oh, itu Kak. Kalau gadis yang pakai hijab, dia sepertinya ke arah belakang sekolah, beberapa menit lalu saya melihatnya." Kata mahasiswa itu menuturkan.


" Terimakasih." Ucap Farrel.


Farrel kemudian melangkah ke arah di mana cowok itu tunjukan.


Sementara di dalam, Viona sudah merasa resah. Sedari tadi dia menghubungi Rafael kakaknya. Namun hape Rafael tidak aktif.


" Ih, kemana sih Rafael. Kenapa dia tidak aktif. Tidak biasanya dia seperti itu. Saat sedang aku butuhkan, kenapa telponnya selalu tidak aktif." Ucap Viona.


Viona kemudian menekan tombol di hapenya


Dia mencoba menghubungi mamanya.


Dia telpon mamanya, mamanya juga tidak di angkat. Sepertinya kali ini mamanya itu sedang sibuk. Sehingga dia tidak bisa menjemput Viona. Dan dia juga tidak bisa mengangkat telpon.


" Ayo dong Ma, angkat. Vio mohon...!" Ucap Viona.


Setelah beberapa saat dia menghubungi Rafael dan mamanya, dia pun menghubungi Ponsel papanya.

__ADS_1


Viona benar-benar frustasi. Dia tidak tahu lagi apa yang akan dia perbuat. Dia tidak bisa menghubungi siapapun sekarang. Dia sudah menghubungi Rafael, namun tidak aktif, dia mencoba menghubungi mamanya, tapi mama nya juga tidak di angkat. Viona benar-benar bingung. Viona kemudian menangis lagi. Akan sampai kapan dia terjebak di gudang itu. Namun pada saat dia mau menghubungi ayahnya, hapenya lobet. Dan sekarang dia sudah tidak bisa menghubungi siapapun. Viona sudah benar-benar terjebak.


Namun Viona tidak mau menyerah, dia itu kemudian minta pertolongan. Dan terus menerus meminta pertolongan. Dia selalu berharap akan ada seseorang yang mau menolongnya.


" Ya Allah, tolong Vio. Vio takut. Vio nggak mau bermalam di sini. Vio mau pulang. Mudah-mudahan, masih ada orang yang mau mendengar. Vio benar-benar takut. " Ucap Viona.


Viona kemudian sekali lagi berteriak. Dia berharap teriakannya kali ini akan terdengar dari luar.


" Aryan. Tolong aku...Hiks...hiks..." Tiba-tiba saja dia mengucap nama Aryan. Entah dari mana datangnya. Tiba-tiba dia itu teringat Aryan.


Farrel masih menelusuri belaknag kampus. Tidak di lihatnya Viona.


" Apa benar Viona kesini. Itu anak sudah benar-benar ngerjain aku. Di sini gudang, dan tidak ada siapa-siapa di sini. Untuk apa Viona kesini. Bukannya seharusnya di pulang." Ucap Farrel.


Farrel kemudian berbalik arah dan akan meninggalkan tempat itu. Tiba-tiba saja, ada suara orang meminta pertolongan dari dalam gudang. Farrel tampak menghentikan langkahnya saat mendengar suara orang meminta tolong itu.


" Seperti ada suara di dalam gudang. Suara siapa yah?" Ucap Farrel.


" Suara cewek. Suara siapa yah. Apa di dalam gudang ada orang. Tapi, bagaimana caranya aku masuk ke dalam. Gudang ini terkunci. " Ucap Farrel.


Farre kemudian mencoba untuk membuka gudang itu. Dia mencari alat untuk bisa membuka pintu itu tanpa kunci.


Sesaat kemudian pintu pu bisa terbuka dengan sempurna. Farrel melihat seorang gadis sedang duduk menangis. Farrel tidak tahu siapa gadis itu, karena gadis itu menangis dalam ke adaan wajah yang tertelungkup.


" Hei..." Sapa Farrel.


Viona menengadahkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang menyapanya. Dan dia sangat terkejut dengan siapa lelaki yang sekarang ada di hadapannya.

__ADS_1


" Kamu...?" Ucap Viona saat melihat Farrel.


Viona langsung bangun dari duduknya. Dia berdiri.


Farrel itu seperti menatap tajam Viona. Farrel itu masih mengenakan kaca mata hitamnya. Karena memang dia itu suka sekali memakai kaca mata jika keluar rumah.


" Nga....ngapain kamu ada di sini...?" Tanya Viona bingung. Tidak mungkin kan, karena kebetulan Farrel itu ada di tempat Viona.


Farrel membuka kaca mata hitamnya. Lagi-lagi dia memandang Viona dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Entah apa yang sedang Farrel fikirkan saat ini. Mungkinkah dia itu sedang menilai penampilan Viona, atau dia merasa Viona itu jelek dan kampungan gara-gara pakai hijab.


Walaupun Farrel terlihat menyeramkan bila di pandang, namun Viona masih memberanikan diri untuk melawan jika saja Farrel akan macam-macam sama dia.


" Ngapain kamu lihat-lihat?" tanya Viona sembari menatap tajam Farrel.


Farrel hanya menyeringai. Lagi-lagi dia tersenyum dengan senyuman yang sulit di artikan. Entah senyuman apa yang dia berikan pada Viona. Apakah itu sebuah senyuman ejekan, atau senyuman persahabatan, Viona tidak tahu. Sepertinya lelaki yang satu ini sangat sulit untuk di tebak.


" Ngapain kamu senyum-senyum...?" Tanya Viona yang sudah begitu sangat kesal. Lagi-lagi Farrel tidak menjawab pertanyaannya. Dia hanya bisa menatap dan tersenyum. Tanpa dia bicara sedikitpun pada Viona.


" Dasar cowok gila. Dia bisu atau tuli sih, di tanya bukannya di jawab. Malah senyam-senyum sendiri kaya orang gila." ucap Viona lirih.


" Apa kamu bilang? gila? kamu ngatain aku gila?" Ucap Farrel yang sepertinya sudah terpancing emosi, gara-gara ucapan Viona yang ngatain dia gila. Padahal Viona pelan dalam mengatakan hal itu. Tapi,ternyata, Farrel tidak tuli. Dan dia juga bisa bicara.


Apa, ternyata dia dengar ucapan ku? dan dia juga bisa bicara? Tapi, kenapa aku takut melihatnya. Dia benar-benar menyeramkan. Tidak seperti Aryan. Aku nggak tahu, siapa sebenarnya cowok yang ada di depan ku ini. Aku sama sekali tidak mengenalnya. Batin Viona.


Farrel kemudian mendekat ke arah Viona. Itu semua membuat Viona ketakutan. Viona benar-benar sudah di buat takut oleh Farrel.


*Apa yang akan dia lakukan. Kenapa dia mendekati ku? Apakah dia mau macam-macam dengan ku? kalau Samapi dia mau macam-macam, aku pasti akan memukulya. Aku pasti akan teriak dan lari. Aku harus bagaimana ini.?Ya Allah, tolong Vio. Kenapa lelaki ini selalu mendekat ke arah ku. Aku harus bagaimana Ya Allah...* Batin Viona yang sudah merasa sangat tidak tenang.

__ADS_1


Viona benar-benar ketakutan kali ini.


Viona masih melangkah mundur. Dan Farrel tidak mau menyerah dan dia masih melangkah mendekati Viona.


__ADS_2