
" Stoop...! Jangan mendekat...!" Ucap Viona pada Farrel.
Namun Farrel bukannya berhenti, dia malah semakin mendekat. Viona yang sebenarnya takut itu, pura-pura berani. Diapun mencoba menatap Farrel, seorang lelaki yang ada di hadapannya, lelaki tampan nan mempesona, dan mempunyai tatapan yang menyeramkan.
" Awas saja kalau kamu mau macam-macam macam sama aku. Aku bakalan teriak...!" Ucap Viona.
" Apa, teriak? silahkan kamu teriak. Di sini kita hanya berdua Viona. Tidak ada siapa-siapa lagi. Siapa yang akan menolong mu. Kalau kamu mau teriak, teriak aja yang kencang."
Viona sedari tadi melirik ke samping, dia mencari sesuatu barang kali ada barang yang bisa di buat senjata untuk memukul Farrel.
"Kamu mau cari apa Viona?"
Viona masih melangkah mundur. Jantungnya berdegup kencang karena takut. Dia takut kalau lelaki asing itu akan macam-macam dengannya.
Viona diam. Dia tampak berfikir. Kenapa lelaki itu bisa mengenalnya. Dari mana lelaki itu tahu nama Viona.
" Dari mana kamu tahu nama ku?" Tanya Viona.
" Viona, Viona, itu semua tidak penting. Aku tahu semuanya tentang dirimu. Jadi kau jangan macam-macam dan jangan pernah buat masalah dengan ku."
" Masalah? sejak kapan aku buat masalah dengan mu?"
" Apa kamu pikun yah Viona. Atau kamu pura-pura lupa? Kamu pernah buat masalah dengan ku. Saat kamu ada di kantor papa mu Tuan Fikri."
" Apa, kamu juga tahu nama ayah ku?"
Viona tampak berfikir. Dia tahu nama Papa. Itu artinya dia mengenal papa. Pantas saja waktu itu, dia itu ada di kantor papa. Kalau dia teman papa ku, jelas saja dia mengenalku. Bisa saja dia menanyakan nama ku pada orang lain. Jadi dia tahu kalau aku anaknya papa Fikri. Dan dia juga pasti tahu namaku. Jadi dia itu mengenal papa ku? Astaga, kenapa aku tidak kefikiran sampai ke situ. Kalau dia itu orang besar seperti teman papa ku, mana mungkin dia akan memperkosaku. Itu tidak akan pernah mungkin Viona. karena dia itu kan seorang pengusaha. Dia juga tidak mungkin menghancurkan nama baiknya itu. Tapi, kalau dia itu cowok mesum, bagaimana? Batin Viona.
Viona sudah kehabisan akal. Dia melangkah mundur hingga akhirnya, dia terjebak di dinding. Tubuhnya sudah tidak bisa kemana-mana lagi. Dia sudah membentur dinding. Itu artinya, dia sudah tidak bisa melepaskan diri dan menghindar dari Farrel, lelaki yang sudah ada di depannya.
Ih, maunya apa sih ini cowok. Kenapa dia mendekati ku seperti itu. Dia mau menakut-nakutiku? atau dia mau balas dendam dengan kejadian kemarin, atau dia benar-benar mau berbuat macam-macam sama aku.
__ADS_1
" Cukup. Stop...! Jangan mendekat. Mau apa kamu mendekati ku seperti itu." Ucap Viona.
Farrel kemudian menghentikan langkah kakinya, saat dia melihat Viona sudah tidak bisa melangkah mundur lagi.
Ha...ha...ha... Suara tawa Farrel memecah keheningan gudang itu.
Lagi-lagi Viona di buat bingung.
Kenapa dia ketawa, apa dia sudah gila, Batin Viona.
" Satu langkah lagi kamu mendekat, aku akan memukul mu pakai tas ku." Ucap Viona yang masih memberanikan diri untuk melawan. Namun tubuhnya itu sudah gemetaran. Dia benar-benar takut kalau lelaki yang ada di depannya itu akan melakukan tindakan yang akan melukai kehormatan Viona sebagai seorang wanita.
Bagaimana tidak, dia sekarang masih terjebak di gudang belakang kampus, dan dia sekarang sedang berdua dengan seorang lelaki asing, yang sama sekali tidak dia kenal.
Viona takut, lelaki yang sama sekali tidak dia kenal namanya itu, akan macam-macam sama dia. Dia tidak mau jika hal-hal yang buruk menimpanya. Viona benar- benar panik. Mungkinkah dia akan berteriak. Semetara di luar sudah tidak ada orang. Tinggal Farrel dan dirinya saja yang ada di situ.
Farrel mendekat ke arah Viona. Dia kemudian mengangkat dagu Viona.
" Jas? ka...ka...kamu mau jas mu?" Tanya Viona.
" Yah." kata Farrel singkat.
" Jas mu, masih ada di laundri." Ucap Viona dengan tubuh gemetaran.
" Aku akan pakai jas ku besok. Besok kamu haru antarkan jas itu ke rumah atau ke kantor ku." Kata Farrel sembari melepaskan cengkeramannya.
" Ba..baiklah...Nanti aku akan suruh supir ku untuk mengantarnya."
" Tidak. Aku tidak mau."
" Maksudnya...?"
__ADS_1
" Kamu sendiri yang harus mengantarkannya ke kantor ku, atau ke rumah ku."
" Apa? "
Farrel kemudian memberikan kartu namanya itu pada Viona. Viona kemudian menerimanya.
Viona membaca kartu nama itu.
Farrel Raditya Wiguna. Direktur utama. Oh, jadi dia seorang direktur juga seperti papa ku? tapi, aku rasa dia itu sudah gila. Kenapa gara-gara jas aja dia sampai menghampiri ku kesini. Kenapa dia tidak bilang saja sama papa ku. Batin Viona.
"Oke. Aku akan mengembalikannya sendiri." Ucap Viona kemudian
Dasar cowok aneh, apa sih maunya. Kenapa dia sangat menyusahkan. Aku nggak habis fikir. Kenapa aku harus bertemu dengan lelaki seperti ini. Dia beda sama Aryan. Batin Viona lagi.
Setelah dia memberikan kartu namanya pada Viona, Farrel memakai kaca matanya kembali Dia kemudian membalikan tubuhnya dan melangkah pergi meninggalkan gudang itu.
" Tunggu...!" Seru Viona.
Farrelpun kemudian menghentikan langkah kakinya. Dia menoleh ke belakang.
" Ada apa lagi?" Tanya Farrel.
" Em, aku mau ngucapin terimakasih. Karena kamu sudah mau menolong ku." Ucap Viona.
Farrel diam saja. Dia tidak menghiraukan Viona lagi. Yang pasti dia sudah mau mengatakan apa yang mau dia katakan. Yah, dia menemui Viona karena dia ingin mengatakan kalau Viona harus mengembalikan jasnya itu.
Viona mengepalkan tangannya geram. Dia benar-benar kesal sekali. Dia sudah benar-benar di buat emosi oleh Farrel. Dia sudah berterimakasih. Bukannya tersenyum atau menjawab. Dia diam saja, malah pergi menghilang.
" Dasar. Cowok aneh. Cakep-cakep tapi aneh. Dia bela-belain datang kesini hanya untuk mengatakan, aku di suruh mengembalikan jasnya. Dasar cowok aneh. Baru kali ini aku bertemu dengan makhluk astral seperti dia. Dia itu seperti bukan manusia. Entahlah dia itu bodoh atau apa. Kalau dia itu mengenal papaku, kenapa dia tidak menelpon papaku saja. Kenapa dia harus nyamperin aku di sini. Kalau nelpon kan enak. Dia tidak perlu repot datang kesini. Atau, dia hanya mau menakut-nakuti aku saja. Ah, ngapain aku fikirin dia, toh dia juga sudah pergi dari sini." Viona bergumam sendiri.
Setelah itu diapun pergi meninggalkan gudang itu. Dia masih tidak habis fikir dengan Farrel. Kenapa gara-gara jas saja,dia sampai bela-belaain datang sendirian ke kampus Viona. Menurut Viona,lelaki itu memang sangat aneh. Tidak seperti lelaki pada umumnya. Dia datang bukannya menolong, malah dia menakut-nakuti Viona.
__ADS_1