Sunny Day For Us

Sunny Day For Us
Ep. 14


__ADS_3

Jafar pergi bekerja. Saat ini ia bekerja sebagai kurir pengantar pizza. Hari ini ia lumayan mendapatkan banyak pesanan. Jafar bekerja sangat keras dan berusaha yang terbaik dalam pekerjaannya. Dalam satu hari biasanya ia bekerja di dua tempat. Di pagi hari sampai sore ia akan bekerja sebagai kurir pengantar pizza.


Dan dari sore sampai malam biasanya ia bekerja dilaundry sebagai buruh cuci. Dan di akhir pekan ia akan bekerja sebagai pengantar koran lalu sebagai tukang parkir. Ia akan melakukan apa saja asalkan ia bisa menghasilkan cukup uang untuk makan dan biaya sekolah adiknya.


Dalam perjalanan saat ia ingin mengantar pizza. Tiba-tiba ia mendapat masalah diperjalanan. Seorang anak tiba-tiba berlari ke jalanan sehingga Jafar kaget sampai hilang keseimbangan. Jafar menghindari anak tersebut sampai ialah yang jatuh dari motornya.


Untungnya Jafar tidak kenapa-kenapa. Dan ia langsung bangkit saat melihat anak itu menangis karena terkejut.


"Kamu tidak papah? Apa kamu tidak terluka?" tanya Jafar khawatir tentang anak tersebut.


Namun, ia malah disalahkan oleh ibu dari anak tersebut. Ibu anak itu langsung menggendong anaknya yang menangis dan memarahi Jafar.


"Kalau bawa motor itu yang benar dong! Bagaimana kalau tadi anak saya sampai kamu tabrak. Apa kamu sanggup bertanggung jawab, hah? Dari penampilannya saja kamu sudah terlihat sangat susah begini, bagaimana kamu akan mengganti rugi sekarang! Ish, dasar orang-orang miskin memang selalu menyusahkan!" omel ibu anak tersebut sambil mendelik marah pada Jafar kemudian pergi.


Padahal bukan Jafar yang salah. Melainkan anak tersebut yang menyebrang tiba-tiba. Jafar hanya bisa menghela nafas berat mendengar ocehan ibu tersebut. Untuk sesaat Jafar hanya bisa meredam emosinya dalam kepalan tangannya. Lagi pula ia tidak punya waktu untuk emosional sekarang ini. Ada banyak pesanan yang harus ia antarkan saat ini.

__ADS_1


Jafar belajar untuk menjadi lebih sabar dalam menghadapi dunia dan orang-orang di dalamnya. Meskipun perkataan ibu itu sangat menyakitinya, Jafar hanya bisa menelan kesakitan itu dan harus segera membuangnya.


Jafar buru-buru mengangkat motornya dan bergegas pergi lagi mengantar pizza sebelum menjadi dingin.


Kejadian itu, tak sengaja disaksian oleh pacar Jafar. Namanya Dina Nurhasanah. Dina terlihat sedih mengetahui Jafar yang harus bekerja sekeras ini untuk bisa bertahan hidup. Padahal, Dina sangat tahu betapa Jafar sangat mencintai impiannya yang berharap menjadi seorang pengusaha yang sukses. Namun, mimpi itu harus berakhir seperti ini membuat Dina merasa sedih.


***


Nampak satu kelas Iskan tengah riang gembira akan segera pergi untuk study tour keluar kota selama satu hari satu malam. Di satu sisi Maya terus saja tak henti-henti mencari Iskan yang belum kelihatan sejak tadi.


"Baiklah, anak-anak! Ayo, berkumpul di depan bis. Bapak akan mengabsen nama-nama yang akan ikut study tour. Dan kalian haru duduk ditempat yang sudah sediakan, mengerti?"


"Mengerti, pak!"


Wali kelas pun segera mengabsen satu persatu nama muridnya yang akan ikut study tour. Maya sangat cemas karena sepertinya Iskan benar-benar tidak akan ikut.

__ADS_1


"Iskan?" panggil wali kelasnya saat giliran nama Iskan disebut.


"Iskan? Apa dia belum datang?" tanya wali kelas lagi. Semua murid yang ada disana saling membantu mencari sosok Iskan namun, tak nampak pun ujung hidungnya.


Saat wali kelasnya akan mencoret nama Iskan dalam daftar. Iskan tiba sambil berlarian dengan nafas tersengal-sengal. Yah, memang study tour kali ini memang tidak diwajibkan untuk ikut jika tidak mau.Tetapi setidaknya, dengan mengikutinya akan menambah wawasan juga poin besar untuk nilainya nanti.


"Maaf, Pak! Saya sedikit terlambat!"


"Yasudah, cepat naik ke dalam bis dan duduk di tempat duduk yang sesuai nomormu."


Iskan pun segera naik dan mencari tempat duduknya. Ternyata kursinya bersebelahan dengan Maya.


Maya menyeringai penuh gembira saat melihat Iskan datang untuk ikut study tour. Karena itu artinya Iskan setuju dengan permintaan Maya untuk belajar bersama kedepannya nanti.


"Terima kasih, sudah datang," bisik Maya penuh gembira.

__ADS_1


__ADS_2