
Hari ini adalah hari senin. Sekolah Dasar sedang melakukan upacara. Tina berada dibarisan yang palig depan sambil memberi hormat pada sang bendera merah putih yang sedang dinaikkan.
Namun, matahari yang lansung menyorot ke wajahnya membuat ia merasa pusing. Kepalanya lagi-lagi berdenyut sakit seakan otaknya sedang digerogoti oleh sesuatu. Tina tak dapat lagi menahan rasa sakitnya. Sehingga, Tina pingsan dan jatuh ke tanah.
Semua orang panik melihat Tina yang jatuh pingsan terutama Al yang bergegas lari menghampiri Tina. Inilah yang Al takutkan selama ini. Ia takut suatu hari ia akan mendapatkan kabar yang sangat tak baik tentang kondisi Tina.
Wali kelas Tina segera menggendong Tina ke UKS dan menidurkannya. Al ingin mengikuti Tina ke UKS tapi dilarang oleh guru karena upacara belum selesai. Al sangat khawatir sekali padanya saat ini.
Setiba di UKS Tina diperiksa oleh dokter sekolah. Tetapi, dokter sekolah merasakam denyut nadi Tina lemah sekali. Ia pun menggunakan stetoskop dan memeriksa detak jantungnya. Detak jantung Tina derdegup sangat cepat. Dokter itu merasa ada salah dengan Tina. Ia merasa ini bukan pingsan biasa karena lelah atau semacamnya.
Lantas, Tina diperiksa lebih detil lagi dan dokter merasa harus merujuknya ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Lantas, wali kelas Tina segera memanggil ambulancs.
Dua puluh menit menunggu akhirnya ambulancs datang dan Tina segera diangkut ke dalam ambulance. Al yang baru selesai upacara dan hendak menyusul Tina ke UKS. Melihat Tina yang diangkut ke dalam ambulancs dan pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
Al merasakan firasat yang buruk tentang sakit Tina. Tanpa pikir panjang Al membolos dan mengikuti Ambulancs itu pergi ke rumah sakit mana. Tatkala wali kelas Tina saat ini tengah menelpon Jafat dan memberitahukan kondisi Tina padanya.
***
Jafar yang saat ini tengah berada di luar kota bersama Pak Aban untuk melakukan dinas. Bergegas pulang tanpa Pak Aban karena ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Jafar sangat khawatir sampai-sampai ia sangat tak sabar untuk segera tiba disamping Tina.
Sementara Tina baru saja ditindak diruang gawat darurat. Beberapa suster mengambil sempel darahnya untuk di lab. Hasilnya adalah harus menunggu hasil tes lab.
"Bu? Gimana kondisinya? Apa Tina gak papah? Dokter bilang Tina sakit apa?" tanya Al bertubi-tubi.
Wali kelas terkejut melihat keberadaan Al yang menyusulnya bahkan sampai ke rumah sakit.
"Al? Kamu kenapa datang kesini dan bolos?" sahut wali kelasnya.
__ADS_1
"Bu? Al khawatir banget sama Tina. Jadi, tolong izinin Al untuk tetap disini sama Tina, yah? Pliss Bu, yah?" pinta Al memohon sampai mengatupkan kedua telapak tangannya rapat-rapat.
Wali kelas hanya bisa menghela nafas berat. "Yasudah. Tapi, besok-besok jangan bertindak seperti ini lagi, yah?"
"Iyah, Bu. Al janji gak bakalan kayak gini lagi kalau gak kepepet juga," balas Al.
"Al!" tegur wali kelasnya.
"Iyah, Bu! Janji!" seru Al dengan tegas. "Jadi, gimana kondisi Tina? Apa sangat serius?" Al bertanya lagi.
"Kita akan tahu setelah hasil labnya keluar. Jadi, kita harus menunggu," jawab wali kelasnya memberitahu Al apa adanya.
Al sangat khawatir dan tak sabar ingin tahu hasilnya. Semoga saja Tina tidak papah dan baik-baik saja. Al berharap hasilnya sangat baik. Dan tidak terjadi apapun pada Tina.
__ADS_1