Sunny Day For Us

Sunny Day For Us
Ep. 61


__ADS_3

Sepuluh tahun berlalu sangat cepat. Ke tiga saudara kini telah hidup dengan baik. Arif menjadi seorang CEO di perusahaan cabang milik Pak Aban.


Sementara itu, Ira telah menjadi seorang arsitektur yang hebat. Ia membangun semua rumah impian kliennya dengan sangat baik dan memuaskan. Dan soal hubungannya dengan Arif. Mereka akan segera menikah beberapa bulan lagi.


Sementara itu, Iskan bekerja di sebuah perusahaan menjadi seorang direktur. Sudah lama sejak ia lulus SMP tidak pernah lagi bertemu dengan Maya. Karena saat SMA Maya pindah ke luar kota. Iskan tak pernah tahu ia pindah kemana.


Tatkala, Jafar kini sudah menikah dengan Dina. Atas bimbingan Pak Aban yang mengajarinya cara berbisnis dan ia pun sekolah setinggi mungkin akhirnya perusahaan ayah Dina kini berkembang pesat dan melesat dengan hebat dibawah genggamannya.


Dan saat ini Dina sedang mengandung anak pertama mereka. Dan usia kandungannya baru tujuh bulan. Mereka hidup dengan bahagia dan tidak ada lagi perasaan benci satu sama lain.


Mereka hanya tak sabar menunggu kedatangab calon buah hatinya itu.


Di sisi lain, Al kini sudah menjadi seorang mahasiswa. Dia bertemu dengan seorang gadis yang baik dan berpacaran. Ia kini tengah dipaksa untuk belajar tentang bisnis oleh orang tuanya.


Sementara Pak Aban, kini ia sudah pensiun karena usianya yang sudah sangat tua. Pak Aban, di urus dengan baik oleh Dina dan tinggal bersama mereka. Karena kedua puternya hanya sibuk bekerja, jadi Dina secara sukrela merawat kakek dan ingin membalas jasa-jasa Pak Aban sejak dulu. Dan kini saatnya bagi mereka untuk membalas semua kebaikannya.


Hari ini adalah hari peringatan kematian Tina. Semua orang di minta berkumpul untuk berziarah dan mengunjungi makamnya. Secepat mungkin, mereka menyelesaikan pekerjaan yang belum terselesaikan sebelum waktu pertemuan yang telah di tentukan.


***


Iskan ketika itu tengah terburu-buru. Tak sengaja ia melihat Maya yang hendak menaiki bus. Iskan mengejarnya dan menghentikan bus itu untuk menemui Maya.


Keduanya tertegun dan saling menatap cukup lama. Tak sangak ternyata Maya saat ini tengah mengandung. Iskan pikir Maya sudah berkeluarga dan itu adalah hasil dari pernikahannya.


Iskan tak punya pilihan selain duduk disamping Maya karena bus pun sudah melaju lagi. Keduanya nampak begitu canggung karena sudah lama tidak bertemu.

__ADS_1


"Apa kabar? Sudah lama sekali tidak bertemu," ucap Iskan memulai pembicaraan.


"Mmm... aku baik. Bagaimana denganmu? Sepertinya kamu sudah menjadi orang yang sukses," balas Maya.


"Mmm... kamu akan menjadi seorang ibu?"


"Iyah. Aku sekarang berbeda dari yang dulu."


Ucapan Maya membuat Iskan tersenyum.


"Kapan kamu menikah?" tanya Iskan basa basi.


"Setahun yang lalu. Tapi, suamiku meninggal dua bulang yang lalu..." Maya memberinya kode.


Iskan menatap Maya dengan penuh harapan dan kesempatan. "Begitu yah... aku turut berduka cita."


"Jika kamu tidak beratan. Mungkinkah, aku bisa menjadi ayah bagi anakmu?"


Pertanyaan sungguh membuat Maya tertegun tak percaya. Bagaimana mungkin Iskan masih menyimpan perasaan untuk Maya.


Maya tersenyum dan mengangguk kecil. Iskan akhirnya merasa lega karena cintanya akhirnya tergapai.


***


Semua orang sudah berkumpul untuk berzirah ke makam Tina. Semua orang berdo'a untuknya dengan tulus. Walau ini mengingatkan kepedihan di hati mereka, tetapi mereka tersenyum setiap kali berziarah ke makam Tina. Karena mereka pikir itu yang Tina inginkan.

__ADS_1


Setelah selesai mengembangi makam Tina, mereka pun pulang secara berpasangan. Pak Aban yang duduk di kursi roda dibantu dorong Jafar.


"Nanti kalau anak kita perempuan, apa boleh kita memberinya nama Vina? Supaya terdengar lebih akrab saja," ujar Dina.


"Boleh. Apapun yang kamu sukai," balas Jafar.


Tatkala Al sengaja membawa pacarnya berziarah ke makam Tina sekalian ingin memperkenalkannya padanya.


"Tina itu pasti sangat istimewa sekali. Sampai-sampai semua orang rela meluangkan waktu untuk bersama-sama ziarah kemakam nya," ucap pacar Al.


"Tentu saja. Ada banyak kisah yang tidak bisa dilupakan tentang dia. Tapi sekarang, kisah istimewa lainnya akan dilanjut oleh orang yang spesial yaitu kamu," balas Al menggombal.


"Ihh apaan sih!" Pacarnya tersipu malu dan keduanya nampak bahagia.


Disisi lain ada Ira dan Arif.


"Yang! Nanti antar aku ke salon yah? Wajahku terlihat semakin kusam karena banyak bekerja. Mana sebentar lagi kita akan menikah," ujar Ira bermanja pada Arif.


"Iyah ayank, kemana pun kamu pergi aku pasti temenin kok!"


Semua orang nampak berbahagia dengan pasangan mereka. Sementara Iskan baru saja akan memulai hubungan dan kisah cintanya dengan Maya.


-Tamat-


Terima kasih kepada pembaca setia Sunny day for us. Semoga yang mendukung cerita ini sampai selesai selalu diberkahkan kehidupannya dan selalu senantiasa dalam kesehatan dan kebahagiaan. Aamiin🤲

__ADS_1


Sampai jumpa lagi di cerita yang lainnya. ☺


__ADS_2