Sunny Day For Us

Sunny Day For Us
Ep. 60


__ADS_3

Malam mulai menyapa lagi. Tina tertidur setelah minum obat. Baru saja ia terlelap, Tina meringis sakit kepala yang tak kunjubg reda. Lagi-lagi Tina hanya bisa mengandalkan obat. Tatkala ketiga kakak selalu siap siaga menjaganya. Mereka bahkan tak tidur sedikit pun.


Lantas, setelah rasa sakitnya reda, Tina bergumam sesuatu pada ketiga kakaknya.


"Aku ingin pergi ke laut. Aku ingin melihat matahari terbit untuk terakhir kalinya. Aku ingin merasakan udara pantai dan hembusan anginnya yang kencang. Kakak, antarkan aku kesana. Aku ingin melihat dunia," lirihnya.


Membuat tangis ketiga kakaknya tak bisa berhenti. Itu sangat menyakiti perasaan mereka. Namun, Jafar tak mau jika sampai keinginan Tina tak terpenuhi. Jadi, ia pun mencoba mengikhlaskan segalanya dan tetap mendukung keinginan Tina sampai akhir.

__ADS_1


Jadi, Jafar, Ira, dan Iskan memutuskan untuk membawa Tina ke pantai malam ini juga. Berharap keinginan Tina terpenuhi. Tak lupa Jafar mengantongi obat dan air minumnya. Sekedar untuk berjaga-jaga ketika Tina kesakitan lagi.


Setibanya di pantai mereka mencari tempat yang baik untuk melihat matahari terbit. Deru ombak yang besar dapat Tina dengar dengan jelas. Tina tersenyun senang. Tak lupa Jafar mengenakan pakaian yang begitu tebal untuk Tina.


Perjalanan yang cukup jauh, menguras banyak waktu. Sehingga, saat tiba di pantai pagi hampir tiba. Tapi untunglah mereka sempat melihat matahari terbit dengan indahnya.


"Indah sekali. Akhirnya, aku bisa merasakan ketenangan ini. Kakak, terima kasih sudah berjuang sampai akhir bersamaku. Kalian adalah anugerah paling indah dalam kehidupanku. Maaf, karena pada akhirnya aku harus pergi lebih awal, sudah merepotkan sekali, bukan?"

__ADS_1


"Tidak. Jangan bicara seperti itu..." isak Ira menyahut. Tatkala Jafar dan Iskan tak mampu mengatakan apapun lagi. Mereka hanya terisak menangis.


"Hari-hariku sangat indah sekali bersama kalian. Kakak, saat aku tiada aku minta satu hal pada kalian. Hiduplah dengan bahagia. Aku akan selalu mengawasi kalian. Dan juga, jangan menyalahkan diri kalian. Kalian sudah melakukan yang terbaik untukku. Jangan meminta maaf juga, karena kalian tak salah apapun padaku. Dan satu lagi tolong katakan pada Kakek, aku sangat menyayanginya seperti kakekku sendiri. Adanya kakek, membuatku merasakan punya keluarga yang lengkap. Dan bilang padanya untuk selalu menjaga kesehatannya. Aku adalah anak yang paling bahagia di dunia ini, berkat kalian semua, pelindungku yang terbaik..."


Seketika ucapan Tina terhenti. Dan perlahan kedua matanya menutup menyiskan air mata yang mengalir di pipinya. Ketiga saudara yang menyadari Tina telah pergi untuk selamanya menangis sejadi-jadinya. Suara tangis yang begitu keras mengalahkan derunya ombak dan suara hembusan angin yang kencang.


Jafar bahkan menggendong dan memeluk penuh kesakitan tubuh adiknya yang sudah dingin dan pucat tidak bernyawa. Begitu juga Iskan yang memeluk Ira dari belakang menangis sekencang mungkin.

__ADS_1


Tak ada yang tidak kesakitan ketika kita ditinggalkan oleh orang yang sangat kita cintai. Maka sebelum hari itu tiba, gunakanlah waktu kebersamaan saat bersamanya dengan sangat baik dan indah. Lakukanlah yang terbaik untuk membuatnya tersenyum bahagia. Karena setelah ajal menjemput waktu tidak bisa diputar kembali. Waktu yang sudah berlalu hanyalah cerita untuk dikenang.


Namun, jika kenangan itu baik maka kita takkan pernah tersakiti saat mengingatnya. Tetapi jika kenangan itu hanyalah luka, maka kita tidak akan pernah sembuh dari sakitnya meski orang itu sudah tiada.


__ADS_2