Sunny Day For Us

Sunny Day For Us
Ep. 42


__ADS_3

Usai makan malam yang terasa hangat. Semua orang tertidur dan beristirahat. Hanya Jafar yang masih terbangun menatap langit yang masih nampak kosong tanpa bintang dan rembulan.


Jafar terduduk diam di taman depan pondok. Entah apa yang ia pikirkan saat ini. Ia hanya tidak bisa tidur dengan masalah yang kini ia hadapi.


Kakek yang juga merasa tidak bisa tertidur berjalan keluar untuk menghirup udara segar. Pak Aban memang punya gangguan tidur-insomia. Makannya sebelum tidur akan berjalan-jalan sebentar supaya cepat mengantuk.


Dan tak sengaja ia menemuka Jafar yang tengah duduk melamun di kursi taman depan pondok. Pak Aban datang menghampirinya.


"Belum tidur? Di luar dingin, kamu bisa terkenal flu," ujar Pak Aban mengagetkan Jafar.


Jafar tersenyum kecil. "Iyah, Kek. Aku hanya gak bisa tidur."


"Kenapa? Sepertinya kamu sedang memikirkan banyak masalah. Matamu mengatakan segalanya," tanya Kakek menerka-nerka.


Jafar pun tersenyum kecil. Lalu ia pun menanyakan sebuah pertanyaan tentang Dina pada Pak Aban.

__ADS_1


"Aku penasaran tentang suatu hal. Gadis yang kakek sebut cucu kakek itu..."


Belum sempat Jafar menyelesaikan pertanyaannya. Pak Aban menyela dan memotongnya.


"Maksudmu Dina? Sebenarnya dia bukan cucu Kakek. Satu minggu yang lalu orang tuanya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Kebetulan, orang tuanya sahabat bisnis kakek. Yah, sebenarnya kakeknya Dina itu sahabat baik dan seperjuangan sama Kakek dulu. Kami menjadi rekan bisnis. Empat tahun yang lalu kakeknya meninggal karena penyakit. Jadi, anaknya melanjutkan persahabatan ayahnya dengan Kakek.


"Kakek tak tega meninggalkan seorang diri. Karena ia kini sebatang kara. Ia tak punya kerabat sama sekali. Dan ia juga belum bisa mengelola perusahaan ayahnya untuk menjadi penerus dan menggantikan posisinya. Maka Kakek bertanggung jawab atas dia dan perusahaannya saat ini. Hanya sampai Dina bisa mengelola perusahaan milik almarhum ayahnya."


Pak Aban mencerita kisah malang yang Dina alami kepada Jafar. Lantas, ketika Dina menemui Jafar hari itu. Adalah hari dimana Dina kehilangan orang tuanya. Dan ia tidak tahu sama sekali malah mencampakkan Dina dan meninggalkannya seorang diri dalam kepahitan yang luar biasa.


Seketika Jafar merasa menjadi orang yang begitu jahat. Ia tak mampu menahan kepedihan dalam hatinya setelah mengetahui semua itu. Ia tanpa sadar menangis dihadapan Pak Aban. Ia tak bisa lagi menahan atau menyembunyikannya. Ia merasa dirinya semakin lemah dan tidak berdaya.


"Dimana Dina sekarang? Izinkan aku untuk menemuinya sebentar saja, Kek. Ada hal yang ingin aku katakan padanya," balas Jafar meminta bantuan Pak Aban.


Pak Aban yang sudah semakin tua, tetap bisa mengerti keadaan dan situasi yang terjadi saat ini. Ia bisa membaca segalanya hanya dari melihat sekelilingnya. Pak Aban tersenyum dan berkata.

__ADS_1


"Dia ada di kamarnya. Di lantai dua kamar sebelah kanan," balas Kakek tak melarangnya.


"Terima kasih, Kek," balas Jafar bergegas lari menuju tujuannya, yaitu Dina.


Setibanya ia didepan pintu kamar Dina, sejenak ia ragu untuk mengetuk pintunya. Namun, Jafar tak mau lagi melarikan diri dan hanya menjadi pecundang. Ia ingin menghadapi segalanya dengan teguh. Apapun ayang terjadi nanti, ia ingin berada di samping Dina saat ini.


"Sedang apa kamu disini?" tanya seseorang membuat Jafar tersentak kaget sampai tak jadi mengetuk pintu.


Saat berbalik dan menoleh ternyata itu Dina. Dia sepertinya habis dari dapur karena saat ini ia tengah memegang segelas air kosong.


"Aku tanya kenapa kamu disini?" tanya Dina lagi mempertegas ucapannya.


Tanpa kata lagi Jafar langsung bertindak dan memeluk Dina dengan erat.


"Maafkan aku. Maafkan aku Dina," bisik Jafar dengan lirih membuat air mata Dina tak dapat dibendung lagi dan mengalir begitu saja.

__ADS_1


Namun, Dina masih pata hati dan belum bisa move on dari kekecewaannya. Lantas, ia mendorong Jafar dan melepaskan pelukannya.


"Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu sama sekali," balas Dina menatap Jafar dengan penuh kemarah dan linangan air mata.


__ADS_2