Sunny Day For Us

Sunny Day For Us
Ep. 25


__ADS_3

Arif dan Al segera pulang setelah sarapan bersama-sama.Sementara Jafar berbicara pada Ira dan ingin membicarakan soal kejadian semalam.


"Ira? Mulai hari ini, kamu gak usah bekerja lagi. Kakak, akan mencari lebih banyak pekerjaan. Jadi..."


"Kak Jafar? Aku gak papah, kok. Aku gak mau kakak bekerja terlalu keras. Menanggung semua beban dan tanggung jawab yang sangat besar seperti ini. Lagi pula, jika aku bekerja hidup kita tidak terlalu berat. Dan adik-adik kita harus tetap bersekolah dengan baik," jawab Ira tak bisa jika harus berhenti bekerja.


"Tapi Ra..."


"Kak? Aku bisa jaga diri, kok. Kakak gak usah khawatir, yah? Aku akan baik-baik saja," sela Ira lagi terkekeh tak mau berhenti kerja.


"Yasudah kalau begitu. Pokoknya kamu harus tetap hati-hati. Jangan sampai terluka atau sakit, mmm?"


"Iyah, Kak."


Tatkala saat ini Tina ingin sekali membicarakan soal rapat orang tua dihari jum'at nanti. Ia hendak mengeluarkan surat undangan yang diberikan oleh wali kelasnya kepada Jafar. Namun, ia urungkan niatnya tersebut karena takut kalau ia akan mengganggu pekerjaan kakaknya.


Tina tidak mau sampai kakak tertuanya kena masalah dan banyak pikiran karena rapat orang tua.


"Yaudah, kalau gitu kita berangkat ke sekolah dulu," sambung Ira ketika melihat jarum jam sudah menunjuk angka enam.


"Iyah. Kalian hati-hati yah! Belajar yang rajin," balas Jafar mencium kening adik bungsunya.


Tina hanya mengangguk dan tersenyum. Tak lupa Jafar memberi Tina uang jajan untuk hari ini. Lalu kemudian, mereka pun segera berangkat ke sekolah.


Begitu pun Jafar, sebelum ia berangkat kerja. Ia membersihkan rumahnya terlebih dahulu. Setelah itu, ia pun pergi untuk bekerja seperti hari-hari sebelumnya.


***


Ketika di persimpangan jalan, Tina menyuruh Ira untuk langsung saja pergi ke sekolahnya. Ia tak perlu berbelok dan mengantarnya sampai sekolah Tina.

__ADS_1


"Aku akan pergi sendiri dari sini. Kakak tak perlu mengantarku sampai ke sekolah. Aku sudah besar sekarang. Aku ingin mandiri seperti kalian," ucap Tina.


Ira tersenyum padanya dengan bangga. "Baiklah. Kalau begitu belajarlah dengan giat, mmm? Mari kita berjuang bersama-sama. Suatu hari kita pasti menemukan jalan kita untuk menuju kehidupan yang lebih baik lagi," balas Ira.


Tina haya mengangguk dan tersenyum.


"Kalau begitu, kakak langsung pergi, yah?"


"Iyah, kak! Sampai jumpa di rumah nanti!"


"Oke!"


Mereka pun berpisah di persimpangan jalan untuk menuju sekolah mereka masing-masing. Tatkala Tina masih bingung memikirkan rapat orang tua. Ia tak bisa meminta bantuan siapapun.


Lagi pula mereka tak punya kerabat. Karena ayah mereka anak tunggal dan mereka tak pernah dipertemukan dengan kakek, nenek dari ayahnya selama ini. Sementara ibunya, punya satu saudara perempuan. Tapi sekarang ia berada diluar negeri karena menikah dengan orang Inggris. Dan mereka sudah lama tidak pernah saling sapa. Sementara orang tua dari ibu mereka sudah lama meninggal.


Tina juga tak bisa meminta bantuan dari para tetangganya. Karena sudah lama sekali para tetangga menjauh dari lingkungan mereka setelah ayahnya membunuh salah satu tetangga mereka. Dan karena itu, mereka di jauhi dan dikucilkan.


***


Ira merasakan ketidak nyamanan yang disebabkan oleh tatapan mereka itu. Sementara ia tak tahu alasannya kenapa. Awalnya Ira pun tak mau mempedulikannya. Tetapi setibanya ia di kelas. Ira terkejut ketika melihat meja belajarnya mendadak banyak coretan bullyan.


"Dasar cewek caper!"


"Gak tahu diri!"


"So' keren. Padahal cupu!"


"Kegatelan!"

__ADS_1


"Cewek munafik!"


"Tailah, anj*ng!"


Bahkan kata banyak kata-kata yang tak pantas dalam coretan tersebut. Saat mendapati hal tersebut Ira menatap teman-teman satu kelasnya silih bergantian. Ia dapati mereka nampak bersenang-senang melihat Ira yang tertekan karena coretan bullyan di meja belajarnya.


Mereka semua menatap Ira dengan tatapan benci dan tidak suka. Tersenyum jahil kepadanya. Seketika salah satu teman kelas cewek melemparnya dengan telur. Telur itu tepat mengenai dahi Ira. Mereka pun tertawa puas melihat Ira yang dipermalukan. Ira kaget, ia tak tahu alasan mengapa teman-temannya mendadak berubah yang awalnya tak peduli menjadi seperti ini.


Seketika teman satu kelas yang lainnya ikut-ikutan melemparinya dengan telur. Ira sangat marah saat ini. Namun, ia tak mungkin menang melawan semua orang. Jadi, ia hanya mematung dan terdiam sambil menerima hinaan dari mereka. Ia hanya bisa meredam amarah dalam kepalan tangannya.


Lalu, setelah mereka puas. Salah satu temannya yang bernama Ratih menghampirinya.


"Denger-denger, loh itu anak dari seorang pembunuh, iyah? Setahun yang lalu, bokap loh membunuh tetangganya sendiri, apa benar?" tanyanya.


Ira kaget saat mendengarnya. Bagaimana mereka bisa tahu tentang hal itu. Padahal Ira sudah memilih sekolah, yang tidak mungkin ada yang mengenalnya saat di SMP.


"Gue heran, deh! Kenapa anak dari seorang kriminal dibiarkan berkeliaran seperti ini? Bagaimana coba kalau, tiba-tiba dia membunh salah satu dari kita?" lanjutnya.


Ira tak bisa membuka mulutnya saat ini. Rasanya bibirnya kaku dan tertahan sesuatu. Ingin ia membalas namun rasanya tak mampu.


"Eh! Denger yah, penjahat tetaplah penjahat. Kalau Arif tahu, gue penasaran apa dia masih mau sama loh..." Ratih kini mulai bersikap kejam dengan mendorong bahu Ira sampai Ira jatuh ke lantai.


Arif yang tiba dikelas melihat keaadan yang kacau menimpa Ira langsung datang untuk melindunginya.


"Gue gak peduli!" selanya meotong ucapan Ratih.


Lantas, semua orang menoleh kepada Arif yang berjalan masuk menghampiri Ira.


"Gue gak peduli, siapa ayah Ira? Yang gue tahu, Ira bukan orang yang harus gue hindari atau benci hanya karena kesalahan ayahnya. Kalian tidak berhak menghakimi Ira karena kesalahan ayahnya. Dan asal kalian tahu, mulai hari ini, Ira milik gue. Jadi siapa saja yang mencoba menganggunya dia akan berurusan sama gue, paham?"

__ADS_1


Akhirnya semua orang diam ketika Arif yang berbicara. Karena tak ada satu pun dari mereka yang berani pada Arif. Karena di sekolah Arif punya kekuasaan yang tinggi untuk disegani.


__ADS_2