Sunny Day For Us

Sunny Day For Us
Ep. 39


__ADS_3

Hari yang seharusnya menjadi hari yang bahagia. Kini rusak karena para rentenir tak berperasaan ini. Walaupun Iskan pandai berkelahi, namun ia bukan lawan para preman anak buah si rentenir itu. Iskan kalah sampai babak belur. Begitu pun Jafar. Sementara Tina hanya bisa menangis menyaksikan kakak-kakaknya dipukuli.


Tatkala Ira pun mendapatkan tamparan yang sangat keras. Si rentenir hendak mengambil keperawanannya didepan saudar-saudaranya yang lemah tak berdaya sehabis dipukuli.


"Tidak! Jangan lakukan!" rintih Jafar merasa sangat menyedihkan dan tidak berguna sama sekali.


Ira terus memberontak memukul dan menendang pria yang berusaha melecehkannya. Pria itu bahkan sampai merobek baju Ira.


"Kak Ira?"


Tina pun tak kuasa lagi melihat sang kakak yang akan dilecehken oleh pria tersebut. Jadi, ia bangkit da berlari lompat ke punggung pria tersebut sambil menjambak rambutnya kuat-kuat.


Pria itu menjerit kesakitan dan segera salah satu anak buahnya menarik Tina sampai bajunya sobek dan menamparnya sampai tersungkur ke tanah.


"Cuih! Bocah ingusan! Ikut campur saja!" seru pria tersebut.

__ADS_1


Jafar dengan sekuat tenaga bangkit dan menangkap anak buah yang menyakiti adik bungsunya. Walaupun ia harus dipukul dan dipukul lagi, ia tidak papah asalkan adiknya baik-baik saja.


Begitu juga Iskan kembali bangkit dan menghajar pria itu walaupun ia harus kembali menerima banyak pukulan dari mereka. Sementara Ira dengan marah mengambil sebuah tongkat bisbol milik Iskan dulu saat SD dan memukul kepala pria rentenir itu sampai berdarah.


"Ish! Sial! Beraninya kau...!" Dengan marah pria itu segera mengambil tongkat pemukul bisbol yang Ira ayunkan padanya dan menarik tubuhnya sampai jatuh lagi pada pelukannya.


"Ayolah baby! Jangan membuatku marah!" gertaknya seraya mendorong tubuh Ira dan masuk ke kamar lalu mengunci pintu itu.


Ia pun menekan tubuh Ira diatas kasur. Ia tak rasakan sama sekali pukulan kecilnya itu. Seketika setelah celananya terbuka, ia menangkap kedua tangan Ira dan menguncinya supaya diam.


"Sudah terlambat sayang. Hutang ayahmu harus kamu bayar dengan ini," balasnya.


Lalu, ia mengambil kesempatan untuk menciumi wajah Ira. Dan mengunci mulut Ira dengan mulutnya.


Ketika ia hendak kebagian paling intim dan penting. Orang suruhan Pak Aban yang sengaja dikirim untuk menjeput mereka. Melihat ada yang tidak beres dan segera memanggil polisi.

__ADS_1


Setibanya polisi dengan suara sirinenya yang khas menghentikan pria itu untuk melakukan hal yang lebih mengerikan terhadap Ira. Mereka pun ditangkap oleh polisi.


Ira yang meratapi nasibnya tak bergerak sedikit pun di atas kasur. Ia hanya menangis penuh kesakitan. Tatkala Jafar datang menghampirinya dan memeluknya dengan erat.


"Maafkan Kakak. Kakak sangat menyesal tak bisa melindungimu. Maafkan kakak!" lirih tangis Jafar begitu menyanyat hati orang suruhan Pak Aban.


Sementara Iskan kini menggendong Tina yang terluka dan ketakutan. Mereka tak bisa berhenti menangis.


Kegaduhan yang terjadi di rumah mereka. Tak dipedulikan para tetangganya. Mereka hanya menonton dan malah bergosip yang tidak-tidak tentang apa yang terjadi.


Hal itu membuat orang suruhan Pak Aban merasakan iba kepada mereka.


Lantas, segera orang suruhan Pak Aban membawa mereka masuk ke mobil dan mengantar mereka ke klinik untuk pengobatan.


Ia pun melaporkan apa yang ia lihat dan apa yang terjadi kepada mereka pada Pak Aban. Segera Pak Aban dan ketiga cucunya pergi ke klinik yang dikatakan oleh orang suruhannya untuk melihat kondisi mereka.

__ADS_1


__ADS_2