
Tina tiba di rumah Pak Aban yang nampak begitu sepi. Tina tak menemukan ada sesuatu yang salah dengan beliau. Lantas, Tina bergegas menuju pondok, dan tak sangka ternyata semua orang berkumpul di depan pondok sambil mengejutkan Tina dengan ucapan selamat ulang tahun.
"Selamat ulang tahun, Tina!" serempak semua orang.
Tina tentu terkejut bukan main. Ia berdiri bengong menatap semua orang. Tina heran kenapa ada pesta kejutan untuknya padahal kan tadi pagi, ia dan ketiga saudaranya sudah merayakannya. Lalu apa ini?
"Apa ini semua?" tanya Tina dengan ekspresi yang masih bingung.
"Ayolah! Ini pesta kejutan untukmu. Bukankan kamu ulang tahun," sahut Arif.
"Tapi, ulang tahunku kan kemarin," balas Tina memberitahu mereka walaupun mereka sudah tahu.
"Terus kenapa? Gak penting hari itu kemarin atau sekarang. Yang penting adalah, kami ingin menyambut kamu diusia yang semakin menua ini," sahut Pak menimpali dengan candaan.
__ADS_1
"Jadi, gaun ini... kamu sengaja supaya aku memakainya?" ucap Tina lagi menatap Al yang tersenyum kepadanya sambil mengangkat tinggi-tinggi kedua alisnya dan mengangguk.
"Yah!" jawab Al singkat.
"Sebenarnya Kakek memaksa ingin merayakan ulang tahun kamu. Dan pastinya ada kabar lain yang ingin beliau sampai pada kita," balas Jafar dengan lembut.
"Kabar lain? Kok kita gak tahu apa-apa yah, soal kabar lain yang ka Jafar maksud?" balas Iskan menyela.
"Dan juga, aku akan mengabarkan suatu kabar baik kepada kalian. Tentunya setelah kabar yang ingin kakek sampaikan. Aku juga tidak tahu apa itu? Tapi aku juga punya satu kabar baik untuk kalian," timpal Ira pun menyahut.
"Yah, itu bagus. Setidaknya hanya aku yang tak mempunyai kabar baik untuk dikabarkan hari ini," sahut Iskan lagi dengan nada datarnya.
Semua orang hanya tersenyum mendengar ungkapan Iskan tersebut.
__ADS_1
"Tapi sebelum itu, mari kita bernyanyi dan memotong kue sebelum itu..." potong Kakek lagi memerintah bibi untuk memutar musiknya.
Dan mereka pun bernyanyi selamat ulang tahu untuk Tina. Pesta yanh begitu hangat dan meriah. Untuk kali pertamanya Tina merayakan ulang tahunnya dengan semeriah ini. Ini seperti anugerah terbaik dalam hidupnya. Tinggal dan bertemu dengan orang-orang yang baik. Dan juga teman yang sangat baik.
Usai bernyanyi Tina meniup lilin dengan harapan ia bisa merasakan kehangatan seperti ini selamanya. Lalu ia memotong kue pertama untuk diberikan kepada orang pertama yang paling ia sayangi yaitu Jafar.
"Terima kasih, karena kakak telah berjuang dengan keras. Meskipun berat bagi kakak, kakak tak pernah mengeluh ataupun menyerah untuk kami. Kakak adalah kakak yang terbaik diseluruh dunia. Tapi, aku hanya minta satu hal dari kakak. Menangislah saat kakak perlu dan tertawa disaat kakak bahagia. Jangan memendam kepedihan itu seorang diri. Itu sangat menyakitkan," ungkap Tina membuat haru suasana.
Bahkan semua orang sampai menangis dibuatnya. Begitu juga Jafar yang meloloskan air matanya tanpa dirasa. Namun, bibirnya tersenyum bangga dengan pertumbuhan Tina yang begitu cepat.
Jafar mencium kening Tina dan berkata. "Kakak janji. Kakak akan hidup seperti katamu," balas Jafar.
Lalu Tina memberikan potongan kue ke dua untuk Pak Aban.
__ADS_1
"Aku sangat berterima kasih sama Kakek. Kakek adalah anugerah terbesar yang Tuhan kirim untuk kami. Aku berdo'a semoga Kakek panjang umur dan sehat selalu," ucap Tina membuat Kakek tersentuh dengan perkataannya.
Kakek dengan senang hati memeluknya lembut dan penuh akan kasih sayang.