
Paginya Jafar menemui dokter lagi untuk bertanya perkembangan Tina. Ia tak mau menyesal lagi seperti sebelumnya. Ia ingin tahu segalanya supaya ia bisa mencegah penyesalan itu.
"Penyebaran Tumornya semakin cepat. Dalam kondisi seperti ini, beberapa hal bisa saja terjadi padanya. Seperti kejang-kejang, penglihatan mulai kabur dan otot-otot tubuh melemah atau bahkan tak bisa digerkkan. Tidak mungkin untuk menghentikan tumornya supaya tak menyebar ke seluruh tubuhnya, karena sudah sangat terlambat untuk itu.Tapi, kita bisa memperlambat penyebarannya melalui kemo terapi."
"Jadi maksudnya... tak ada yang bisa kita lakukan kecuali hanya menunggu kematian? Begitu maksudnya?"
"Kami sangat menyesal, tapi itulah yang terjadi. Jika ada kemungkinan kita hanya bisa menunggu keajaiban datang padanya. Sebab ada beberapa kasus orang yang setelah melakukan kemo bisa sembuh total. Tentunya atas izin Tuhan. Kita hanya bisa berdo'a semoga ada keajaiban sehingga pasien bisa sembuh total."
Meskipun sangat tipis harapan yang dikabarkan oleh dokter, tapi Jafar tak mau menyerah pada Tina. Dia mengikuti prosedur kemo terapi untuk Tina dan berharap seperti yang dokter katakan, ada sebuah keajaiban bagi Tina untuk bisa sembuh.
__ADS_1
"Tuhan! Tolong beri kesempatan kepada Tina. Berikanlah keajaibanmu dan sembuhkanlah adikku," bathin Jafar melirih berdo'a kepada Yang Maha Kuasa.
***
Beberapa hari berlalu. Tina mengikuti prosedur kemo terapi. Sudah satu minggu sejak ia mengikutinya. Walau beberapa kali Tina mulai sering kejang-kejang dan muntah darah.
Tapi ia tetap semangat dan tidak menyerah. Lagi pula ia punya kakak-kakak yang mendukungnya setengah mati. Di minggu kedua Tina mulai kehilangan rambutnya. Rambutnya perlahan rontok dan habis.
Untuk menemani penderitaan Tina, Jafar dan Iskan menggunduli rambutnya. Dan Ira memotong rambutnya hingga pendek. Tina sangat terharu dengan apa yang kakak-kakaknya lakukan. Tapi, ia tak mau sampai kakak-kakaknya terus mengorbankan diri demi dirinya.
__ADS_1
Jadi ia memutuskan untuk tetap tidak menyerah dalam perawatannya. Setiap hari, Tina juga selalu mendapatkan kunjungan dari Al, Arif, Pak Aban dan Dina. Mereka terus menyemangatinya dan selalu berada di sampingnya.
Melihat semua orang berjuang bersama-sama dengannya. Tina semakin tak mau kalah. Dan dengan semangat juga rutin ia meminum obat dan melakukan terapi dengan sangat baik.
Setelah satu bulan akhirnya dokter mengatakan kalau Tina berhasil memperlambat tumor supaya tak menyebar ke seluruh tubuhnya. Ia diizinkan pulang dan melakukan rawat jalan setiap satu minggu sekali.
Semua orang merasa sangat lega dengan hasil baik yang penuh perjuangan selama satu bulan itu.
Hari kepulangan Tina pun disambut meriah oleh yang lainnya. Dina bahkan memasak banyak makanan sehat untuknya dibantu oleh bibi. Tina sangat bahagai dan bersyukur karena ia memiliki orang-orang baik di sekitarnya.
__ADS_1
Walaupun jika pada akhirnya ia tak kunjung sembuh juga, ia tidak akan menyesali apapun lagi. Tina rasa kebersamaan dan kehangatan mereka sudah cukup ia dapatkan. Ia tak lagi merasa kesepian atau kekurangan kasih sayang. Jika pada akhirnya ia harus meninggalkan dunia ini lebih cepat, ia tak akan merasa gelisah lagi. Sebab, sudah ada orang yang merubah kehidupan ketiga saudaranya. Jadi ia tak perlu khawatir dan bisa pergi dengan tenang.