Sunny Day For Us

Sunny Day For Us
Ep. 47


__ADS_3

Sepulang sekolah, ternyata Pak Aban ingin mengulang pesta kejutan ulang tahun untuk Tina. Jadi, ia merencanakannya dengan sangat baik bersama Jafar. Ia bahkan menghubungi Al dan Arif untuk memberitahu yang lainnya. Begitu juga Iskan diberitahu oleh Jafar lewat SMS supaya ikut dalam rencana tersebut.


Al sengaja mengajak Tina bermain ke rumahnya hari ini untuk mengulur waktu supaya Tina tidak langsung pulang saat mereka menatap dan menghias pondok mereka.


Semua orang bekerja dengan sangat baik untuk pesta kejutan Tina. Bahkan mereka libur bekerja demi Tina. Mereka pikir, pesta untuk Tina lebih penting dari apapun.


Empat jam mereka menghias pondok dan menyiapkan beberapa yang lainnya. Akhirnya mereka selesai menata dan mempersiapkan pesta kejutan.


Tentunya mereka dibantu oleh bibi pembantu Pak Aban dan juga tukang kebun yang suka disebut si Mamang. Ada juga asisten Pak Aban atau bisa disebut kaki tangan Pak Aban yaitu Ridwan.


Pak Aban bahkan mengundang paksa kedua orang tua Al untuk ikut dalam acara dan memeriahkannya. Namun, Pak Aban tak mengundang kedua orang tua Arif karena mereka sedang di luar negeri dari satu minggu yang lalu.


Sementara di rumah Al. Seseorang datang mengantarkan sebuah gaun indah untuk Tina yang sudah disiapkan Pak Aban.


"Tina? Ini, hadiah dariku. Kemarin kamu ulang tahun kan?" ucap Al sengaja berkata seperti itu supaya Tina tak curiga.


Al memberinya kotak hadiah tersebut dan Tina segera menerimanya dengan senang hati. Saat Tina membuka hadiah tersebut kedua matanya berbinar-binar.

__ADS_1


"Waw... bagus banget gaunnya. Bukannya ini mahal yah?" sahut Tina.


"Udah jangan pikirin harga. Pokoknya aku mau lihat kamu pakai baju ini. Pasti sangat cantik," balas Al.


"Tapi..." Tina ragu karena ia malu memakainya di depan Al.


"Ayolah! Pliiss yah?" Al memohon pada Tina.


Lantas, Tina tidak bisa menolak permohonan yang begitu manis dari Al.


"Yaudah," balas Tina segera pergi ke kamar Al untuk mengganti baju seragamnya dengan gaun indah itu.


"Wahhh... cantik bener," gumamnya.


"Gimana cocok gak?" tanya Tina merasa kurang percaya diri saat memakainya.


"Beuh! Bukan hanya cocok. Sangat cantik dan elegan pokoknya," balas Al memujinya dengan berlebihan.

__ADS_1


"Lebay ah! Udah aku ganti lagi, yah!" kata Tina hendak kembali ke kamar menggantinya lagi dengan baju seragam.


"Jangan! Udah cantik gitu. Kamu perlu nunjukkin gaun itu ke kakak-kakakmu," balas Al mencoba mempertahankannya tanpa dicurigai.


"Yah, itu kan bisa aku tunjukkin di rumah nanti. Gak usah aku pakai gini juga," balas Tina.


Al mencoba memikirkan cara lain agar Tina tak perlu menggantinya lagi. Al melirik kearah jam dan ternyata sudah jam tiga sore. Seketika ia juga menerima pesan dari kakeknya untuk segera mengantar Tina pulang.


"Astaga, gawat!" Al berakting panik saat melihat pesan di ponselnya.


"Ada apa? Kenapa?" tanya Tina ikut panik.


"Kakek... Kakek jatuh pingsan lagi Na. Kita harus ke rumah Kakek sekarang juga," balas Al sambil menarik tangan Tina.


"Tapi bajunya..."


"Udah nanti ajah. Yang penting sekarang itu Kakek."

__ADS_1


Al pun bergegas pergi dengan Tina. Dan ia berhasil membuat Tina tak mengganti pakainnya karena itu pun ia bisa menghela nafas lega sudah berhasil dalam misinya.


Sementara Tina saat ini sedang panik dan cemas. Walau bagaimana pun juga Pak Aban adalah orang baik yang telah membantunya dan saudara-saudaranya. Jadi, saat ia mendengar Pak Aban pingsan membuatnya sedih dan panik.


__ADS_2