Sunny Day For Us

Sunny Day For Us
Ep. 9


__ADS_3

Hujan sedikit mulai reda. Hari pun menjelang pada senja. Al masih bermain bersama Tina. Al sama sekali tak merasa khawatir orang tuanya akan mencarinya. Jadi, ia tidak mau pulang dan ingin lebih lama tinggal di sana.


Ketika waktu menjelang magrib, Iskan baru kembali lagi dengan pakaian yang lusuh dan sangat kotor. Tina tidak tahu apa yang sudah Iskan kerjakan sampai ia sekotor itu.


"Kakak habis dari mana? Kenapa kotor sekali?" tanya Tina lagi.


Iskan tak menjawab dan hanya terlihat lelah, lalu masuk ke dalam untuk membersihkan dirinya.


Tina merasa kalau ada sesuatu yang kakaknya sembunyikan darinya. Namun, ia tidak mau bertanya apapun. Ia tak mau membuat Iskan marah dengan ia terus mempertanyakannya.


Tak lama Jafar pun pulang. Melihat kedatangan Jafar, kedua mata Tina lagsung terbuka lebar. Ia nampak gembira saat mendengar kakak tertuanya pulang.


"Kak Jafar!" Tina langsung memeluknya. Dan Jafar menyambut pelukan Tina dengan senyum senang.


"Kakak dari mana saja? Kenapa kakak pergi saat kakak sedang sakit?" tanya Tina begitu cemas. Sebab, semenjak ayahnya pergi. Jafar menjadi ayah pengganti bagi Tina. Sebab itu, Tina tak mau kehilangan Jafar. Karena jika begitu, Tina akan merasa bahwa ia benar-benar akan ditinggalkan oleh sosok ayah dalam hidupnya.

__ADS_1


Jafar tersenyum. "Kakak cuma pergi mancari udara segar, kok! Kakak bosan jika hanya tinggal diam di rumah," balas Jafar mencubit gemas hidung tina.


"Kakak kan, lagi sakit. Jangan keluar terlalu lama," rengek Tina lagi mengurnya.


"Iyah, tadi kan hujan. Jadi, kakak berteduh sampai hujannya reda. Maaf yah, sudah membuat adik kesayangan Kakak cemas," tukas Jafar beralasan dan meminta maaf.


Seketika pandangan Jafar beralih pada Al yang berdiri memandangi kehangatan cinta mereka sebagai saudara. Al tersenyum melihat betapa harmonisnya hubungan saudara itu.


"Eh, ada tamu rupanya! Apa dia temanmu?" tanya Jafar pada Tina yang langsung disusuli oleh anggukannya.


Al dengan senang hati langsung memperkenalkan dirinya pada Jafar. Sambutan hangat dari perkenalan Al diterima baik oleh Jafar.


"Wahh, jadi kalian berteman, yah? Senang bertemu denganmu, Al. Kalian udah makan belum? Lihat, kakak bawa apa?" balas Jafar sambil mengeluarkan kantong yang berisi kue pancong.


"Waahhh!" Tina nampak menyukai apa yang Jafar bawa untuk mereka.

__ADS_1


"Eh, Iskan mana? Kok dia gak nampak sama sekali," ucap Jafar mempertanyakan Iskan.


Kebetulan Iskan pun keluar setelah membersihkan dirinya. Lalu, ia berjalan sambil menggenggam gelas air minum untuknya sendiri.


"Kakak sudah balik? Darimana saja?" tanya Iskan.


"Sekedar mencari udara segar. Duduklah, dan makan kue pancong bersama adikmu. Oh iyah, hari udah mau gelap. Nanti kamu tolong anterin Al pulang. Takutnya dicariin sama orang tuanya," jawab Jafar sambil meminta tolong pada Iskan.


"Mmm, oke." Iskan hanya membalas singkat dan langsung bergabung menikmati kue pancong yang dibelikan oleh kakaknya.


Jafar sebenarnya keluar untuk bekerja. Ia tak mau menyia-nyiakan waktu berharganya dengan berdiam diri di rumah hanya karena luka kecil seperti ini.


Jafar pergi membersihkan dirinya. Saat di kamar mandi. Jafar termenung mengingat pertemuannya yang tidak sengaja dengan pacarnya saat di SMA. Setelah lima bulan ia keluar dari sekolah, ini kali pertamanya lagi ia bertemu dengan pacarnya.


Jafar pergi tanpa memutuskan hubungan mereka. Dan pacaranya ternyata selama ini terus mencarinya. Ia ingin tahu alasan Jafar keluar sekolah tanpa memberitahunya.

__ADS_1


__ADS_2