System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 23


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Feng Lias.


"Ibu sedih karena kamu meninggalkan ibu dan juga ibu sangat khawatir jika kamu di bully, senangnya karena kamu bisa berkembang," ucap ibu.


"Ibu jangan khawatir dengan diriku, aku bisa menjaga diri dengan baik, dan juga aku akan pulang dan ibu juga tak perlu khawatir, nanti ibu juga akan ada yang menjaga ibu," ucap Feng Lias.


"Apa maksudmu?" tanya ibu menyeggol Feng Lias. "Ya sudah, ayo kita beli gentengnya," ucap Ibu.


Ibu pun membeli gentengnya.


"Berapa 1000 genteng?" tanya Ibu.


"50 koin Perunggu," ucap penjual genteng tersebut dan ibu pun membayarnya. "Kami tak punya gerobak, bisakah kami membeli gerobak ini?" tanya Ibu.


"Tentu saja boleh," angguk penjual itu.


"Berapa?" tanya ibu.


"20 koin perunggu," jawab penjual itu dan ibu membayarnya.


Feng Lias mengangkat genteng itu masuk dalam gerobak.


"Ya sudah mari kita pulang," ajak Ibu.


"Ya ibu," jawab Feng Lias mengeret gerobak tersebut.

__ADS_1


"Sebentar ibu pergi beli gulali," ucap Ibu berlari menuju tempat penjual gulali dan Feng Lias menunggunya.


"Kenapa ibu lama sekali?" tanya Feng Lias dalam hati.


Ia pun melangkahkan kakinya sambil mengeret gerobaknya dan mendekati penjual gulali.


"Apa ada melihat ibuku?" tanya Feng Lias.


"Ibumu di bawa oleh seseorang," jawab penjual gulali itu.


"Siapa?" tanya Feng Lias kaget.


"Sepertinya dari keluarga kerajaan," jawab penjual gulali itu.


"Sial! Tuan, bisakah Anda menjaga gentengku ini, aku ada uang 5 keping perak menjelang aku kembali," ucap Feng Lias buru-buru dan meletakkan uang di tangan penjual itu dan berlari kencang.


Terlihat sebuah kereta kuda yang terus bergerak, Feng Lias menambah kecepatannya.


Setelah mendekat, Feng Lias melompat menaiki ke atas kereta kuda lalu satlo depan dan berdiri di hadapan kereta tersebut.


Kuda itu meringkik dan berhenti mendadak.


"Berhenti!" perintah Feng Lias merentangkan tangannya.


"Anakku," ucap ibu dari dalam dan berusaha keluar.

__ADS_1


"Jangan bergerak!" ucap penjaga itu. Ibu Feng Lias berusaha meronta tapi ia tak punya kekuatan untuk melepaskan diri.


Feng Jion keluar dari kereta tersebut.


"Minggir!" ucapnya ketus.


"Aku tidak tahu siapa kau, tapi lepaskan ibuku," ujar Feng Lias tegas.


"Kau ingin ibumu? Anak tak berguna sepertimu ingin menyelamatkan dia, dengar! Seharusnya kau bersyukur jika ibumu yang tidak bisa apa-apa itu ku jadikan selir yang kedelapan dan kau juga kau akan mendapat uang bulanan 10 keping koin emas," ucap Feng Jion.


"Dasar pria brengsek! Apa kau bertanya dulu dengan ibuku apa dia setuju? Kau memaksanya dan menjadikan dia selir, dasar pria bajingan!" teriak Feng Lias marah.


"Dasar anak tak tahu di untung, pergi mati saja kau!" teriak Feng Jion marah dan ia pun melompat ke tanah dan menyerang Feng Lias dengan jurusnya.


JURUS SALJU MEMBEKU


Duaaarrrrrrr!


"Anakkuuuuuuuuuuuu!" teriak ibu menangis.


Jurus itu mengenai Feng Lias, seketika membeku tertutup salju.


"Hahaha... tidak ada yang bisa menghindar dari jurusku, dia memang lebih baik mati dari pada menyusahkan," ucap Feng Jion.


"Feng Jion, kau memang biadap! Jika kau menginginkan aku kenapa kau harus membunuhnya, jika dia mati, aku juga ikut mati bersamanya!" teriak Ibu dengan berurai air mata.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2