System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 85


__ADS_3

"Bagaimana jika kita melihatnya lewat pikirannya?" saran Wakil akademi.


"Tidak masalah, asalkan dia juga di lihat," ucap guru Choi Meng menunjuk ke arah Feng Lias.


"Hormat kepada wakil akademi, murid saya tidak bersalah mohon wakil akademi tidak melihat pikirannya," pinta Xier Ming.


"Maaf Xier Ming, tapi ini demi untuk melihat dia bersalah atau tidak," ucap Wakil Akademi.


"Tapi…"


"Tidak apa-apa guru, aku bersedia jika wakil akademi ingin melihat pikianku," ucap Feng Lias yakin.


"Jika mereka mengunakan mantra untuk melihat pikiran itu akan merusak pikiranmu jika jiwamu tidak kuat," ucap Xier Ming khawatir.


"Yakinlah jika aku baik-baik saja guru," ucap Feng Lias menenangkan.


"Baiklah kita mulai dari Feng Lias," ucap Wakil akademi.


Feng Lias pun maju ke depan, wakil akademi meletakkan selembar kertas mantra di kepala Feng Lias dan melihat kejadian tadi malam.


Apa yang di ceritakan murid yang pergi dari akademi itu benar, Feng Lias sama sekali tidak memegang Choi Meng dan masih melihat Choi Meng masih bernafas. Dan juga terlihat jika Choi Meng yang memang memulai perkelahiannya.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku sama sekali tidak tahu akan ada kejadian begini," ucap Feng Fuan dalam hati mencari akal.

__ADS_1


Wakil akademi mengambil kembali kertas mantranya. Feng Lias hampir terjatuh, untungnya Xier Ming dengan sigap menangkap tubuh Feng Lias.


"Feng Lias, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Xier Ming khawatir.


"Aku tidak apa-apq guru, kepalaku hanya sedikit pusing," ucap Feng Lias memegang kepalanya.


"Feng Fuan, kini giliran kamu," ucap Wakil akademi.


"Aku… aku tidak bersalah wakil akademi, jiwaku tidak kuat, bagaimana jika jiwaku rusak," ucap Feng Fuan berusaha menolaknya.


"Jika kau tak mau, berarti kamu pelakunya," ucap wakil akademi.


"Tidak wakil akademi, aku akan membawa orang yang melakukannya," ucap Feng Fuan yang akan segera berlari.


Wakil akademi menempelkan kertas mantra pembaca pikiran dan melihat pikirannya.


Di dalam pikiran itu menceritakan bahwa kejadiannya seperti yang di alami oleh Feng Fuan itu sendiri.


Ia diam-diam menusukkan pisau dari punggung Choi Meng lalu memanggil bantuan dengan kembang api.


Wakil Akademi pun membuka kertas mantra itu dan Feng Fuan langsung pingsan.


"Kak Feng Fuan," ucap Feng Miao menyambut tubuh Feng Fuan.

__ADS_1


"Jadi apa yang kamu dapatkan?" tanya kepala akademi.


"Dia pelakunya," ucap wakil akademi.


"Apa!! Tidak mungkin," ucap Feng Miao tak percaya.


"Itu semuanya sudah terbukti lewat kertas mantra ini," jawab Wakil akademi.


"Kak Feng Fuan, aku tidak percaya kau kejam melakukan itu hingga memfitnah kak Feng Lias," ucap Feng Miao geram.


"Baiklah, untuk Feng Lias kamu di nyatakan tidak bersalah, ini ada obat penguat jiwa," ucap kepala akademi melempar sebuah obat kepada Feng Lias.


Feng Lias mengambilnya lalu menelannya.


"Terima kasih kepala akademi," ucap Feng Lias memberi hormat.


"Feng Miao, ayo kita pergi," ajak Feng Lias. Feng Miao mengangguk.


Feng Lias, Febg Miao dan Xier Ming memberi hormat dan mereka pun pergi.


Tubuh Choi Meng pun di kuburkan dan Feng Fuan di bawa ke tempat tabib akademi untuk di rawat.


"Aku meminta maaf untuk kak Feng Fuan," ucap Feng Miao merasa bersalah

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2