System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 58


__ADS_3

Song Chen mengibas-ngibaskan tangan mematikan api di bajunya.


"Apa kulitmu tidak apa-apa?" tanya Xier Ming mendekati song Chen.


"Tidak apa-apa guru, hanya bajuku sedikit yang terbakar," ucap Song Chen.


"Sudah, bajunya sudah kering, ayo kita cari makanan dulu, batu permata yang di beri tadi cukup banyak, bisa untuk mengantikan baju untuk Song Chen," ucap Xier Ming.


"Terima kasih guru," ucap Song Chen senang.


Mereka pun keluar dari pintu akademi di luar sana banyak penjual makanan enak.


"Ayo kita masuk ke warung ini, makanan di sini sangat enak," ajak Xier Ming.


Mereka pun masuk ke dalam dan duduk di kursi yang kosong.


"Pesan apa Nona Xier Ming?" tanya pelayan warung.


"Pesan daging ayam asam manis," jawab Xier Ming.


"Baik Nona, mohon tunggu sebentar ya," ucap Pelayan itu.


"Guru, di sini malah terlihat seperti pasar, kena di dalam akademi juga ada pasar?" tanya Feng Lias.

__ADS_1


"Awalnya akademi ini sepi, bagi mereka yang kultivasinya terhenti, mereka memilih jadi pedagang, dan juga ada yang kultivasinya tinggi tapi ia tetap juga memilih berdagang, karena di dalam sudah penuh, jadi mereka berjualan di luar," jelas Xier Ming.


Feng Lias mengagguk-angguk mengerti.


"Silakan Nona, Tuan," ucap pelayan itu meletakkan makanannya di atas meja mereka.


Mereka pun menyantap makanannya.


"Ini sangat lezat," puji Song Chen melahapnya makananya.


Setelah selesai makan, mereka pun menuju tempat pembuatan senjata.


"Permisi, apa kami boleh meminta bantuan?" tanya Xier Ming kepada salah satu pembuat senjata.


"Hm... Aku meminta bantuan untuk memurnikan senjata milik Muridku," ucap Xier Ming.


"Oh itu bisa saja, tapi memurnikan akan lebih sulit dari pada membuat senjata itu sendiri," ucap pembuat senjata itu.


"Jadi apa yang harus kami lakukan?" tanya Xier Ming.


"Aku butuh kalian menyalurkan tenaga kalian ke padaku agar aku bisa menstabilkan api yang masuk ke dalam tungku," ucap pembuat senjata tersebut.


"Baiklah jika begitu," angguk Xier Ming setuju.

__ADS_1


Mereka pun menuju tempat tungku pembakaran senjata api, tungku yang sangat besar, di dalam ada beberapa orang yang sedang membuat senjata yang masih bekerja.


"Jika ini berjalan lancar, maka pemurnian akan berhasil, jika tidak Nona bisa mengulanginya besok, wajar karena jika pemurnian ini selain beresiko juga sulit di lakukan," jelas pembuat senjata.


"Kami mengerti Tuan, kami akan melakukan yang terbaik, tapi Tuan saya minta Anda merahasia bahwa muriku punya inti sari untuk pemurnian senjata apinya" ucap Xier Ming berbisik.


"Benarkah? Aku jadi semakin gugup, karena aku belum terlalu ahli dalam pemurnian senjata ini, aku takut jika inti sari itu malah terbuang dengan sia-sia," ucap pembuat senjata tersebut.


"Apa saja yang harus di lakukan saat pemurnian?" tanya Feng Lias.


"Permata kita harus menyalurkan dulu apinya setelah pedang memerah, baru masukan inti sarinya dan kembali kendalikan apinya hingga inti sari itu meresap masuk ke dalam pedang," jelas pembuat pedang.


"Baiklah jika begitu, biar aku saja yang memurnikannya," ucap Feng Lias mendekati tungku raksasa tersebut.


"Apa kamu yakin melakukannya, jika ada kesalahan maka tungku ini akan meledak," ucap Pembuat senjata itu khawatir.


"Hanya memerlukan api saja, aku akan melakukannya," ucap Feng Lias.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2