System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 47


__ADS_3

Jurus Feng Lias terputus karena beradu dengan jurus dari guru Choi Meng.


"Berhenti!" teriak Wang Shing yang melompat ke hadapan Feng Lias.


Feng Lias berdiri tegak tanpa getar meskipun di dalam tekanan yang levelnya lebih tinggi darinya.


"Tekanan itu tidak berpengaruh padanya," ucap kepala akademi bergumam.


"Kenapa kau sangat kejam! Baru saja masuk dan kau sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk bernafas," ucap Wang Shing.


"Jika aku di posisi itu, apa dia akan memberiku kesempatan juga?" tanya Feng Lias.


Wang Shing terdiam.


"Aku sebagai guru memastikannya," ucap Wang Shing.


"Itu ucapanmu, tidak dirinya, aku adalah murid yang baru saja masuk hari ini, karena namanya tergeser dia mengeluarkan jurusnya terhebatnya untuk melawanku, jika aku tidak cukup kuat, maka aku di posisi dia saat ini," ucap Feng Lias.


"Iya benar, tadi saja Choi Meng memang mengeluarkan jurus terhebatnya," ucap Salah satu murid elit.


"Iya, dan sekarang dia malah kalah dengan murid yang baru masuk, sungguh memalukan, nama murid elit menjadi tercoreng olehnya," ucap temannya kesal.


"Salah dia sendiri yang menantangnya, dan tidak mengukur kekuatannya sendiri," ucap mereka.

__ADS_1


"Bawa muridmu untuk di obati," ucap kepala akademi kepada Wang Shing.


"Baik kepala akademi," ucap Wang Shing mengangkat tubuh Choi Meng.


"Tunggu dulu!" ucap Feng Lias.


"Apa mau mu lagi!" ucap Wang Shing menatap Feng Lias tajam.


"Berikan dia obat ini, itu akan membantu pemulihannya," ucap Feng Lias melempar botol yang berisi obat.


"Tidak perlu, aku bisa mengobatinya sendiri," ucap Wang Shing ketus.


"Anda pasti akan membutuhnya nanti," ucap Feng Lias.


"Jika ingin muridmu cepat sembuh, lebih baik Anda menerimanya, jika lama di obati, maka lukanya akan memburuk, terserah Anda mau bilang sok atau apalah itu, aku berbaik hati kali ini saja," ucap Feng Lias.


"Tidak akan! Obat yang aku miliki lebih bagus dari obatmu," ucap Wang Shing membawa pergi Choi Meng.


Feng Lias terdiam dan kemudian ia memberi hormat kepada kepala akademi dan kepada wakil akademi lalu kembali ke tempat duduknya.


"Kak Feng Lias!" panggil Feng Miao.


Feng Lias melihat kearahnya dan ia mengacungkan jempol sambil tersenyum bangga.

__ADS_1


"Apa dulunya tubuh ini dekat dengannya? Kenapa tubuh ini tidak meninggalkan sama sekali ingatannya?" tanya Feng Lias dalam hati.


"Apa kau tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" tanya Xier Ming khawatir dan membolak-balikkan tangannya Feng Lias saat Feng Lias duduk di sampingnya.


Feng Lias melihat ke arah Xier Ming sambil tersenyum. "Aku baik-baik saja guru," ucap Feng Lias.


"Syukurlah jika begitu, hancurkan saja orang yang menghalangimu dan terus maju ke depan," ucap Xier Ming.


"Baik guru," angguk Feng Lias menurut.


Kepala akademi berdiri. "Aku harap jika kalian ingin berlatih cukup berlatih saja, jangan ada dendam, jika kalian ingin bertarung maks akan di adakan kompetisi di akhir bulan, 3 bulan kemudian, hutan Fuyuna akan terbuka dan terlepas dari pelindungnya, di sana akan banyak harta karun, kalian bisa mengambil sebanyak-banyaknya, tapi ingat! Ambil yang kalian butuhkan, dan jika penghalang itu tertutup kembali maka kalian akan tinggal di sana sampai hutan itu terbuka kembali pelindungnya, jika rasanya sudah cukup maka kembalilah secukupnya, biasanya pelindung itu hanya terbuka 2 tahun sekali dan terbuka sekitar 4 jam saja, maka gunakan waktu sebaik-baiknya dan tentu saja masuk di sana tidaklah mudah, karena di dalam sana hewan buas yang selalu mengintai dan memangsa kalian, saya tegaskan lagi agar kalian hati-hati," ucap kepala akademi.


"Wah... itu sangat seru berburu harta karun, kira-kira harta apa yang kita dapatkan ya?" tang Song Chen bersemangat.


"Jika kau ingin mendapatkan harta berharga, berlatihlah dengan keras agar menjadi kuat, di hutan itu bukan hanya berburu harta dan melawan hewan buas, tapi juga melawan murid-murid lain, karena jika kau mendapatkan benda berharga mereka pasti akan merebutnya, terutama mereka murid elit, terkadang mereka hanya bersantai, jika ada mangsa mereka akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan benda yang kita miliki," ucap Xier Menjelaskan.


"Baik guru, aku pasti akan berusaha keras untuk menjadi kuat," ucap Song Chen yakin.


"Baguslah, kau juga punya semangat yang membara, guru tidak sia-sia memilih kalian," ucap Xier Ming tersenyum bangga.


Acara pun berlangsung, mereka yang ingin menunjukkan pertunjukkan di persilakan maju ke depan untuk menghibur para guru dan para murid baru.


Makan malam pun selesai.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2