
Ke esokkan paginya.
Feng Lias sudah bangun dan saat keluar dari rumahnya Xier Ming datang menjemputnya.
"Selamat pagi Guru," ucap Feng Lias sambil memberi hormat.
Xier Ming tersenyum.
"Hari ini kalian semua latihan di lapangan besar, untuk memperkuat jurus kalian karena tak lama lagi kalian akan tanding di panggung untuk menentukan pemenangnya dan mendapatkan hadiah yang besar, berhubungan hanya kamu sendiri murid guru, itu sangat gampang aku mengawasimu," ucap Xier Ming.
Mereka pun menuju tempat latihan, lapangan itu di pisahkan antara murid khusus dan biasa.
"Para murid sekalian, kalian berlatih memperkuat jurus kalian, karena kompetisi di panggung, jika kalian ingin menang dan mendapat hadiah yang besar maka berlatihlah dengan keras," ucap Long Meng.
"Siap mentor," ucap mereka bersemangat.
Para guru pun membimbing murid-muridnya, Dong Mei mengajarkan murid wanita dan ia memang memilih murid wanita.
Feng Lias duduk di tanah dan kemudian berbaring, sedangkan murid yang lain sedang berlatih sangat meras.
"Feng Lias, apa kamu lakukan?" tanya Xier Ming heran melihat tingkah muridnya itu.
"Guru, aku saat ini sedang tidak ingin melakukan apa pun," ucap Feng Lias membuat Xier Ming ternganga.
"Ha? Apa maksudmu tidak ingin melakukan apa pun? Maksudmu kau hanya ingin rebahan saja?" tanya Xier Ming yang tak mengerti keinginan muridnya itu.
__ADS_1
"Iya. Guru, aku lapar, aku ingin makan," ucap Feng Lias memiringkan badannya.
"Haish... tapi ingat ya, setelah makan kamu latihan," ucap Xier Ming terpaksa mengalah.
Feng Lias hanya mengangkatkan tangannya saja tanpa menjawab.
Xier Ming langsung pergi mencarikan makanan untuk muridnya.
"Astaga… kenapa aku malah seperti pengurus bayi ya?" tanya Xier Ming sambil menunggu pesanannya.
"Tapi jika di pikir-pikir, saat latihan dia bahkan sampai tertidur, apa karena dia bosan atau latihan tidak berpengaruh denganya? Makanya dia memberikan ruang latihan itu untuk Song Chen. Apa dia memang tak butuh latihan atau dia latihannya memang bukan di dunia nyata tapi ruang yang ia buat sendiri sedangkan dia hanya perlu tidur saja?" Gumam Xier Ming bertanya-tanya dalam hatinya sehingga ia tak sadar jika pesanannya sudah siap.
"Nona Xier Ming, Nona Xier Ming," panggil pelayan itu.
"Eh, ya," jawab Xier Mibg terbangun dari lamunannya.
"Eh iya, terima kasih," angguk Xier Ming menerima pesanannya dan kemudian pergi.
"Nona Xier Ming tunggu sebentar," panggil pelayan itu.
Xier Ming membalikkan badannya dan mengangkat alisnya. "Ada apa?" tanyanya.
"Nona belum membayar makanannya," jawab pelayan itu.
"Ah benarkah? Astaga!! Ini memalukan," ucap Xier Ming kembali dan membayarnya lalu pergi lagi.
__ADS_1
Sesampainya di tempat latihan, Xier Ming menyerahkan makanannya.
"Ini makananmu," ucap Xier Ming.
"Duduklah di sini," ucap Feng Lias.
"Ha?" Xier Ming binggung.
"Ayo guru duduk di sampingku, kita makan bersama," ucap Feng Lias lagi.
Mau tak mau Xier Ming duduk di samping Feng Lias.
"Ayo makan," ajak Feng Lias mengigit daging agar terlepas dari tusuk satenya.
Xier Ming memandang Feng Lias.
"Guru, jika hanya melihat wajahmu itu tidak akan membuat guru kenyang," ucap Feng Lias tersenyum.
Xier Menundukkan kepala dan ia mengambil satu tusuk sate lalu melahap dagingnya.
"Astaga!!! Apa yang mereka lakukan!! Di saat semua orang sedang berlatih mereka malah asik pacaran," ucap Long Meng.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih
5450