System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 54


__ADS_3

"Kau itu hewan, makanlah layaknya seperti hewan, jangan sok anggun seperti manusia," omel Feng Lias.


"Auauauaua," celotehnya.


Daging kelinci yang di panggang Feng Lias sudah matang merata, lalu ia meletakkan kembali di hapan Momo.


"Auauauauau," celotehnya lagi.


"Apa lagi?" tanya Feng Lias kesal.


"Auauaua..." Momo mengeret-geret daging itu, menandakan jika ia tak bisa memakannya.


Feng Lias mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya lalu memotong daging tersebut.


"Haish... pedangku yang berharga, malah jadi pisau pemotong daging," keluh Feng Lias namun ia tetap memotongnya menjadi kecil-kecil.


"Nih makan, jangan mengangguku lagi," ucap Feng Lias.


Ia memasukkan pedangnya lalu mengeluarkan kalung dari cincin penyimpanan.


"Apa yang harus aku lakukan untuk cincin ini?" tanya Feng Lias.


"Kau keluarkan cairan dari kalung itu," ucap naga emas itu.


"Cairan? Bagaimana aku bisa mengeluarkannya?" tanya Feng Lias bingung.


"Aku akan membagikan api lengendarisku denganmu, gunakan apiku untuk menyatu dengan jurusmu," ucap Naga itu.


"Apa bisa begitu?" tanya Feng Lias bingung.


"Iya, aku akan memberikanmu sedikit meskipun nanti aku akan tertidur sebentar," ucap Naga emas itu.


"Berapa lama?" tanya Feng Lias mengerutkan keningnya.


"Hanya beberapa bulan saja atau mungkin lebih dari setahun," ucap Naga itu.


"Hey apa yang kau bicarakan? Aku tidak mau api legendarismu!" ucap Feng Lias ketus.


"Dengarkan aku, ini ada terbaik untukmu, gunakan saja, beberapa bulan itu bukan waktu yang panjang untukku, aku bahkan pernah tidur selama berpuluh-puluh tahun," ucap naga itu.


"Api legendaris itu adalah bagian darimu, bagaimana bisa aku mengambilnya," ucap Feng Lias sedih.


"Tidak apa-apa, ini juga demi perkembanganmu, tidur sebentar tidak apa-apa bagiku," ucap Naga emas.


"Tidak! Aku menolaknya! Kau jangan memberiku api legendarismu, aku bisa berkembang dengan caraku sendiri," tolak Feng Lias dengan tegas.

__ADS_1


"Haish... kau memang keras kepala, di dunia ini bahkan ada orang yang ingin menjadi kuat rela menghancurkan apa pun bahkan keluarganya sendiri demi menjadi yang terkuat, kau bahkan menolak hanya dengan bantuan kecilku," ucap naga itu.


"Aku punya perinsipku sendiri, aku berusaha maju ke depan tanpa menjatuhkan siapa pun, dengan begitu barulah di sebut pendekar sejati," ucap Feng lias.


"Benar ucapanmu, tapi aku niat membantu mu saja, kau juga ingin menjadi alkemis 'kan? Kau harus mengunakan api untuk memurnikan pilnya. Baiklah Aku akan memulainya," ucao naga itu.


"Tidak! Jangan kau lakukan itu!" teriak Feng Lias yang ingin berlari, namun kakinya di tangkap oleh naga itu dan ia pun tergantung dengan kepala di bawah.


"Hey! Lepaskan aku!" teriak Feng Lias meronta-ronta.


Naga emas itu menyemburkan api legenderisnya di tubuh Feng Lias, biasanya ia menyemburkan api membuat tubuh orang menjadi terbakar hangus, tapi untuk kali ini, Naga emas itu memisahkan sebagian apinya untuk di masukkan ke dalam tubuh Feng Lias dan menyatukan ke tubuhnya dan juga darah naga itu mengalir di tubuh Feng Lias saat mereka bersumpah darah.


"Aaaaaaaaa....!!" teriak Feng Lias karena panasnya api merasuk dalam tubuhnya.


Naga itu pun melemah dan ia kembali ke dalam pedang Feng Lias dan tertidur.


Sedangkan Feng Lias meringkuk karena kepanasan.


Gunakan poin untuk meredam panasnya.


Memuat...


Loading...


Mulai...


20%...


30%...


40%...


50%...


60%...


70%...


80%...


90%...


100%...


Selesai.

__ADS_1


Poin Anda di potong 20 poin


Sisa poin Anda 80 poin.


Feng Lias duduk bersemedi menetralkan api di dalam tubuhnya atas bantuan poin.


Perlahan-lahan api itu meredam di tubuh Feng Lias.


Terasa hangat mengalir di tubuhnya.


"Karena kau sudah mengerboankan dirimu untukku, maka aku akan berlatih dengan keras. Aku janji, setelah kau bangun aku akan memberi apa yang kamu mau," ucap Feng Lias mengengam tangannya dengan erat.


Feng Lias mengambil kalung tersebut dan mencairkan liontinnya dengan api legendaris dan menjadi cairan hitam.


Feng Lias mengelurkan botol dari cincin penyimpan dan memasukkan cairan hitam itu.


"Naga itu sebelum tidur kenapa tidak menjelaskannya dulu kegunaan cairan hitam ini," ucap Feng Lias.


"Ya sudah, saatnya aku pulang. ini sudah juga sudah larut malam," ucap Feng Lias.


Ia menegadahkan cincinya dan memasukkan momo beserta makanannya di dalam cincin penyimpananya.


Feng Lias pun pulang menuju tempat tinggalnya.


Feng Lias kembali masuk ke dalam rumahnya dan berbaring di tempat tidur dan beristirahat.


xxxx


Ke esokan harinya.


"Feng Lias, Feng Lias, ayo bangun," panggil Song Chen.


Feng Lias langsung duduk.


"Ayo kita sarapan," ajak Xier Ming.


"Baik Guru," ucap mereka.


Mereka pun menuju kantin akademi.


"Guru, cairan hitam apa kegunaannya?" tanya Feng Lias.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2