System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 45


__ADS_3

"Tentu saja kau lelah, baru sampai saja kau sudah bertarung dengan orang yang levelnya lebih tinggi darimu," ucap Feng Lias.


"Iya, aku istirahat dulu ya," ucap Feng Lias.


Feng Lias pun memejamkan matanya dan ia pun tertidur.


"Di mana Feng Lias?" tanya Xier Ming datang membawakan baju.


"Dia sedang tidur," jawab Song Chen yang tidak tidur, ia sedang mempelajari buku jurus yang ia dapatkan.


"Baiklah, jika dia bangun, berikan padanya, ini baju untuknya," ucap Xier Ming menyerahkan sepasang baju kepada Song Chen.


"Baik guru," ucap Song Chen menerimanya.


xxx


Malam pun tiba.


"Di mana Feng Lias?" tanya Xier Ming.


"Dia masih tidur, guru," ucap Song Chen.


"Apa yang terjadi padanya? Tidurnya sangat lama, biar guru periksa dia," ucap Xier Ming.


Xier Ming mendekati Feng Lias dan menegang keningnya untuk memeriksa suhu tubuhnya. Tiba-tiba saja Feng Lias terbangun dan memegang tangan Xier Ming.


"Ada apa guru?" tanya Feng Lias.


Xier Ming melihat tangannya yang pegang oleh Feng Lias. Feng Lias melihat tangannya memegang tangan gurunya dan ia langsung menarik tangannya.


"Maaf guru, aku tak bermaksud..."


"Tidak apa-apa, Ayo cepat keluar, kita makan malam bersama ramai-ramai," ajak Xier Ming.

__ADS_1


"Baiklah," angguk Feng Lias bangun dari tempat tidurnya.


"Tapi kamu ganti dulu bajumu, tidak mungkinkan kamu datang ke sana dengan pakaian seperti ini, itu sudah guru bawakan baju untukmu," ucap Xier Ming.


"Terima kasih guru," ucap Feng Lias mengambil bajunya.


Xier Ming berdiri menunggu Feng Lias dan Song Chen untuk pergi bersamanya.


"Hm... guru, bolehkah guru keluar sebentar, aku ingin berganti pakaian," ucap Feng Lias.


"Eh...eng..." Xier Ming langsung keluar dengan wajah memerah.


"Hey... Kau membuat guru malu," ucap Song Chen.


"Lalu tidak mungkin aku yang keluar berganti pakaiankan," ucap Feng Lias.


"Ya udah, ayo cepat," ucap Song Chen.


Feng Lias berganti pakaian dan merapikan bajunya.


"Benarkah? Ya sudah ayo kita keluar," ucap Feng Lias tersenyum.


"Ya udah kita berangkat sekarang," ajak Xier Ming.


Mereka pun berangkat menuju tempat pertemuan untuk makan malam.


Di sana sudah ramai orang berkumpul membawa muridnya masing-masing.


"Xier Ming, bagaimana dengan muridmu tahun ini?" tanya Choi Shio.


"Kenapa?" tanya Xier Ming.


"Apa jangan-jangan kau tidak mendapatkan murid lagi?" tanya Choi Shio mengejek sambil menyengir.

__ADS_1


"Kau terus saja mengejekku setiap tahun, tidak tau apa kesalahanku," ucap Xier Ming masam.


"Hehehe... gadis cantik, bagaimana jika kau terima cintaku, maka aku akan berbagi murid denganmu," goda Choi Shio.


"Heh! Mereka berdua sudah cukup untuk melawan murid-muridmu, jadi aku tidak perlu lagi tambahan murid darimu," ucap Xier Ming kesal.


"Hehehe... benarkah, aku sangat ingin mencobanya nanti," ucap Choi Shio tertawa mengejek.


"Huh! Mereka semuanya sangat menyebalkan," ucap Xuer Ming kesal.


"Apa guru sangat populer sehingga banyak yang jatuh cinta pada guru," ucap Feng Lias menyengir.


"Haish... inilah nasib menjadi orang cantik, di kejar-kejar terus di musuhin," ucap Xier Ming mengangkat bahunya.


"Baiklah semuanya, hari ini perkumpulan dan perkenalan kepada murid baru, mari semuanya menikmati makan malam dan bersenang-senang," ucap Shong Hun selaku kepala pengurus murid elit.


Mereka semua bertepuk tangan dengan meriah, dan makanan pun di hidangkan oleh koki akademi.


Mereka pun makan dengan lahap.


"Hm... ini makanannya sangat enak," ucap Song Chen mengangguk-angguk.


Makan pun selesai mereka bersantai sambil menunggu makanan di cerna.


"Hey apa kalian tahu? Yang bernama Feng Lias ia nomor satu di ruang tekanan, tidak tahu dia menjadi murid siapa? Dan seperti apa orangnya," ucap Salah satu elit di sana.


"Iya, Feng Lias itu bukannya keluarga kerajaan dari keluarga Feng, tuan muda yang tak berguna itu kan? Tidak menyangka dia bisa menjadi orang nomor satu di ruang tekanan, dan ia melampaui Choi Meng yang awalnya peringakat pertama dan ia malah di geser oleh murid yang baru masuk," ucap mereka.


"Iya, Choi Meng sangat pendendam, aku takut jika dia ingin melawan Feng Lias yang level di bawahnya," ucap mereka lagi.


"Kita lihat saja, apa hari ini akan ada tontonan asik," ucap mereka terkekeh.


Benar saja, Choi Meng berdiri dan mengangkat tangannya.

__ADS_1


"Kepala akademi, maaf jika saya lancang, di malam yang bahagia ini tidak enak rasanya jika tidak ada pertunjukan, bagaimana jika saya ingin menunjukkan sesuatu yang memeriahkan acara malam ini," ucap Choi Meng memberi hormat.


Bersambung


__ADS_2