
"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu meminta maaf untuknya," ucap Feng Lias.
"Kak, aku lihat kau jarang latihan, tapi kenapa kau sangat hebat?" tanya Feng Miao kagum.
"Oh itu karena… Oh iya, Aku tidak melihat Feng Xio, dan Feng Ling? Apa mereka tidak masuk ke akademi?" tanya Feng Lias sambil melihat sekeliling.
"Hm karena keretakan yang ada di batu pengetesan itu, jadi batu itu belum bisa di gunakan, mungkin pertengahan tahun baru bisa di gunakan lagi, jadi dengan terpaksa yang tadinya di bawah umur 17 tahun, tapi sekarang di umur 18 tahun kebawah yang bisa mengikutinya," jawab Feng Miao.
"Astaga!! apa karena aku mengacaukan semuanya dan jadi begini?" tanya Feng Lias dalam hati.
"Tapi bagus juga, setidaknya tidak banyak pegangguku untuk sementara waktu," ucap Feng Lias tersenyum.
"Kakak kenapa tersenyum?" tanya Miao.
"Eh tidak apa-apa," geleng Feng Lias.
"Feng Lias, kamu harus latihan," ucap Xier Ming.
"Baik Guru," angguk Feng Lias.
__ADS_1
"Aku pergi dulu ya, kamu juga semangat latihannya," ucap Feng Lias.
"Baik kak," angguk Feng Miao tersenyum.
Feng Lias mengikuti Xier Ming.
"Kita mau ke mana guru?" tanya Feng Lias bingung karena Xier Ming membawa Feng Lias ke tempat yang asing baginya.
"Hormat kepada ketua alkemis," ucao Xier Ming memberi hormat.
"Hey! Beri hormat," ucap Xier Ming menyenggol Feng Lias.
Ketua alkemis itu mengangguk. "Ada apa kalian datang ke sini?" tanya ketua alkemis.
"Ketua alkemis, murid saya ini bisa membuat obat, jadi boleh kah dia belajar di sini sesekali untuk mengasah kemampuannya, karena dia punya kemampuan menjadi alkemis, saya yakin dia punya potensi besar dalam membuat obat," ucap Xier Ming menyampaikan maksudnya.
"Kamu bilang sesekali belajar di sini? Apa kamu bicaranya tidak terlalu sombong, Murid-murid di sini belajar setiap hari untuk memperlihatkan kemampuannya, apa dia benar-benar berbakat sehingga belajar hanya butuh sesekali, aku saja butuh beberapa tahun dan belajar setiap hari baru sampai alkemis level 7. Baiklah aku akan menerimanya dia menjadi murid alkemis asalkan dia bisa mengikuti pertandingan setidaknya dia bisa membuat obat level 2," ucap ketua alkemis.
Xier Ming terdiam. "Jika begitu maaf sudah menggagu Ketua Alkemis, kami permisi dulu," ucap Xier Ming memberi hormat dan berbalik badan dan pergi.
__ADS_1
Ketua Alkemis itu menatap sinis melihat kepergian Xier Ming dan Feng Lias.
"Hm! Belajar sesekali, dia pikir dia siapa? Orang berbakat saja butuh beberapa tahun untuk menjadi alkemis dan dia malah ingin belajar sesekali, sungguh tak tau batas diri," ucap kepala akademi itu.
Di perjalanan pulang, Xier Ming terdiam.
"Guru, kenapa guru ingin membawaku ke sana?" tanya Feng Lias.
"Maafkan Guru Feng Lias, karena keegoisan guru kamu juga ikut kena imbasnya, padahal guru tidak berharap kamu sehebat dia, guru hanya ingin kamu belajar sedikit demi sedikit, seidaknya kamu bisa membuat obat untuk menyelamatkan diri sendiri atau orang terdekat dengan kemampuanmu," ucap Xier Ming sedih.
"Tidak apa-apa guru, guru tidak perlu repot mengurusku, aku bisa belajar sendiri," ucap Feng Lias.
"Setidaknya kamu bisa belajar dengan Alkemis tingkat tinggi sepertinya dan memperdalam ilmumu," jawab Xier Ming.
"Aku mengerti maksud guru, tapi guru tidak perlu merendah diri di depan mereka demi diriku, guru sudah menjadi orang terhebat bagiku, jadi cukup guru saja yang mengajariku," ucap Feng Lias.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih