System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 69


__ADS_3

"Paling rendah obat level 2, yang pemenangnya tentu saja obat yang levelnya lebih tinggi, jika membuat obat yang di bawah level 2 makan dia tidak berhak ikut kompetisi dan dia harus belajar lagi," sambung Shi ling.


"Begitu ya, baiklah aku akan belajar obat level 3," ucap Feng Lias yakin.


"Apa!! Kau langsung ingin belajar membuat obat level 3? Apa latihanmu tidak terganggu, biasanya mereka akan mempelajari satu latihan saja, jika mereka mempelajari semuanya maka latihan mereka akn terbengkalai dan mereka tidak akan meningkat," ucap Shi Ling.


"Tidak apa-apa, aku akan mencoba membagi waktu," ucap Feng Lias.


"Aku sudah mengingatkanmu, semuanya kembali lagi kepadamu," ucap Shi Ling mengangkat bahunya.


ū," ucap Song Chen tersebyum sambil mengangkat alis.


"Tapi obat level 3 obat apa saja ya?" tanya Feng Lias bingung.


"Haish... kau bahkan tidak tahu obat apa yang ingin kau buat. Kau bisa buat obat penyembuh luka dalam, atau obat penambah kekuatan sementara," ucap Shi Ling.


"Hm... baiklah, aku akan memilih bahan obatnya," ucap Feng Lias.


Feng Lias memilih bahan obat, dan ia memilih daun kering Ze dan buah Liong.


"Aku mau dua bahan ini," ucap Feng Lias.


"Itu saja? Tidak ada yang lain lagi?" tanya Song Chen mengangkat alisnya.


"Ini saja," angguk Feng Lias.


"Berapa ini Tuan?" tanya Feng Lias kepada pedagang tersebut.


"5 batu permata level 5," ucap penjual.


Song Chen mengeluarkan batu permata dari cincin penyimpanannya.


"Ini batu permatanya Tuan," ucap Song Chen.


"Terima kasih," angguk penjual tersebut.


Ding ding


Misi selesai

__ADS_1


Selamat Anda mendapatkan 40 poin


Poin Anda menjadi 400 poin.


Feng Lias kembali menyimpan bahan obatan tersebut kedalam cincin penyimpanannya.


"Ayo kita ke sana, ada yang ingin ku beli," ajak Shi Ling.


Mereka kembali menyusuri jalan dan melihat-lihat sesuatu yang ingin mereka cari.


"Mari beli, mari beli," teriak salah satu penjual.


"Dia jual apa?" tanya Song Chen penasaran.


"Ayo Kita lihat," ajak Shi Ling.


"Mari, mari Tuan Anda mau pilih yang mana?" tanya penjual itu bersemangat.


"Hm.. tenyata menjual aksesoris," ucap Shi Ling.


"Jangan pandang sebelah mata, Aksesoris ini sangat berguna untuk melancarkan peredaran darah dan mendamaikan hati," ucap penjual itu.


"Tentu saja Tuan," ucap penjual itu menyakinkan.


"Awas ya jika berbohong," ucap Shi Ling.


"Jika gelang ini tidak memberikan rasa damai, makan Anda bisa mengembalikannya," ucap Penjual itu yakin.


"Baiklah, aku akan membelinya. Berapa harganya," ucap Shi Ling.


"4 batu permata level 5," ucap penjual itu.


"Ah mahal sekali, aku hanya mau 1 batu permata level 5," ucap Shi Ling.


"Mana bisa begitu, itu harga yang sudah sangat murah," ucap penjual.


"Aku tidak mau, jika ingin aku membelinya, aku hanya membayar 1 batu permata saja," ucap Shi Ling menyengir.


"2 batu permata," ucap penjual itu.

__ADS_1


"Deal," ucap Shi Ling setuju.


Mereka bertukar barang dan Shi Ling memakainya merasa puas.


"Kenapa kau tampak senang?" tanya Feng Lias.


"Tentu saja, gelang ini jika di dalam pasar akademi harganya mencapai hingga 10 batu permata, mendapatkan hanya 2 batu permata itu sudah mengirit pengeluaranku," ucap Shi Ling.


"Kau sangat pintar menawar," puji Feng Lias.


"Di puji dengan orang berbakat, aku sangat bangga," ucap Shi Ling terkekeh.


"Jika tidak ada lagi yang ingin di beli kita kembali saja, harus banyak istirahat untuk hari besok," ajak Jin Chan.


"Hm... sebenarnya banyak yang ingin di beli, tapi batu permatanya tidak cukup," ucap Song Chen kecewa.


Mereka berempat akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempat tinggalnya.


"Mari kita beristirahat, besok kita harus berjuang," ucap Shi Ling.


Mereka mengangguk dan masuk ke tempat kediamannya dan beristirahat.


xxxx


Ke esokan harinya.


Seluruh murid Berkumpul di lapangan luas termasuk murid elit.


"Hari ini siswa masuk di hutan Moge, semua harus bertarubg dengan hewan untuk mengambil batu permata, siapa yang paling banyak dialah pemenangnya, saya harap kalian mendapatkan batu permata dari hasil kalian sendiri, bukan hasil rampasan. Kalian harus sampai ke tempat ini kembali sebelum matahari terbit, jika tidak kalian di nyatakan gugur," ucap Long Meng.


"Jika kalian sudah siap mari bersiap-siap masuk ke dalam hutan," ucap Xuan Xia.


Mereka pun masuk ke hutan Moge, hutan itu sangat luas, di buru terus-terusan pun hewan itu tidak akan ada habisnya, sedangkan di sebelahnya ada akademi lainnya.


"Kalian bertarunglah hewan dengan tenang, aku melihat keadaan dulu," ucap Feng Lias.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2