
"Hutan itu sangat berharga bagi akademi, jika tahu yang merusaknya, dia pasti akan membayarkannya," ucap Xier Ming.
"Hm... jika seandainya yang melakukannya adalah hewan, apa akademi akan meminta bayaran juga dengan hewan itu?" tanya Feng Lias.
"Mana ada hewan bisa melakukannya sampai sedemi kian rupa, kecuali itu hewan di di atas tahap penciptaan ke atas, setidaknya itu di lakukan beberapa orang," ucap Xier Ming.
"Bagaimana jika yang melakukannya adalah hewan legendaris bagaimana?" tanya Feng Lias penasaran.
"Mana ada hewan legendaris di sini, jika ada pun itu mereka pasti akan di jadikan hewan penjaga, karena hewan legendaris sudah punya pemikiran seperti manusia, dan hewan legendaris itu sangat langka, tidak sembarang orang yang bisa melakukannya," jelas Xier Ming.
Feng Lias memutar bola matanya. "Apa hanya aku orang yang beruntung karena mendapatkan hewan legendaris secara tak sengaja?" tanya Feng Lias dalam hati.
"Itu karena aku terluka, jika tidak, kau tak akan bisa menundukkanku," ucap naga emas itu.
"Kau kenapa sangat berisik! Jika tahu kau sangat berisik, aku akan mencekekmu mati," ucap Feng Lias.
"Cih!" Naga emas itu kembali mengulung tubuhnya.
"Ini makanan Anda, sila di nikmati," ucap pelayan itu.
"Terima kasih," ucap Xier Ming tersenyum, ia mengambil sumpit lalu memakannya.
Feng Lias dan Song Chen juga melakukan hal yang sama, mereka menyantap makanannya.
Setelah selesai makan, semua murid di panggil untuk melakukan latihan.
"Untuk murid biasa langsung ke lapangan, untuk murid Khusus langsung naik Bukit dan untuk murid Elit langsung menuju ruangan," ucap Xuan Xia sebagai pengurus murid.
Mereka pun di bawa masing-masing oleh para gurunya.
Bagi mereka para murid jalur khusus harus naik tangga seribu untuk menuju bukit.
"Guru, belum menggangkat batu, naik tangga saja sudah melelahkan," ucap Song Chen.
__ADS_1
"Lain kali guru akan memberi latihan khusus untuk kalian berdua, agar kalian lebih kuat dari yang lain," ucap Xier Ming.
"Guru, apa tempat latihan ini boleh di gunakan di saat tidak ada latihan?" tanya Feng Lias.
"Bisa, tapi gurunya harus memohon izin dulu dengan pengurus murid dan jika kau ingin latihan guru akan menemanimu," ucap Xier Ming.
"Baiklah guru, aku ingin latihan dengan keras," ucap Feng Lias.
"Guru, ini sangat lelah," ucap Song Chen.
"Kamu harus kuat, ini hanya karena kamu tidak terbiasa saja, ayo semangat," ucap Xier Ming memberi semangat namun ia tidak membantunya, jika di bantu maka murid itu tidak akan berkembang.
Tak lama mereka pun sampai di atas, sebagian ada yang sudah tak sanggup lagi untuk berdiri dan terkapar dan yang lain juga ada yang kelelahan sebelum sampai di atas bukit.
"Ayo, yang masih kuat, angkat batunya," ucap guru pembimbingnya.
Feng Lias dan murid yang lain yang masih sadar, mereka pun mengangkat batunya.
Terasa energi hangat masuk ke dalam tubuhnya. Namun semakin banyak yang masuk, semakin berat baru itu.
Song Chen terjatuh dan ia terduduk dengan keringat bercucuran di tubuhnya.
"Ayo semangat," ucap Xier Ming.
"Iya guru," Song Chen kembali berdiri dan mengangkat batunya. Sedangkan Feng Lias masih berdiri mengangkat batunya.
"Kau sangat lembut dengan muridmu, kapan mereka akan maju," ucap Shing Lei.
"Aku punya caraku sendiri untuk mengajari mereka," ucap Xier Ming datar.
"Terserahmu saja, aku sudah mengingatkannya," ucap Shing Lei.
"Aku tidak perlu kau mengikatkanku, muridku hanya 2 jadi aku bisa mengatasinya sendiri," ucap Xier Ming.
__ADS_1
Xier Ming mendekati Feng Lias. "Jika kamu bertahan lebih lama lagi, nanti guru kasih kamu makan yang enak dan bernutrisi," ucap Xier Ming mengangkat tangannya.
Feng Lias memperkuat otot lengannya dan tetap bertahan.
"Hehehe... ternyata dengan cara ini memang sangat ampuh," ucap Xier Ming menyengir.
Shing Lei menatap Xier Ming sayup, ia tak bisa melakukannya karena muridnya banyak.
Setiap murid sudah di beri jatahnya masing-masing, tapi pengurus murid memberikan kepada gurunya dan gurunya yang memberikannya yaitu berupa batu permata untuk menaikkan level dan kebutuhan lainnya.
Semuanya sudah berjatuhan karena tidak sanggup lagi, hanya tersisa Feng Lias yang masih berdiri tegap.
Xier Tersenyum melihat muridnya masih berdiri. "Feng Lias, jika kau ingin menambah energi lebih lama lagi, pejamkan matamu lalu bayangkan makanan enak di hadapanmu," ucap Xier Ming.
Feng Lias mengikuti instruksi dari gurunya.
1 menit...
30 menit...
1 jam....
2 jam...
Dan sampai sore Feng Lias masih berdiri.
"Apa aku terlalu keras atau dia yang terlalu menghayati sehingga ia jadi seperti ini? Apa dia terkena jurus ilusinya?" tanya Xier Ming binggung melihat Feng Lias masih berdiri dengan kokoh.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1