
Feng Lias mendekati Song Chen yang terbaring lelah sambil melihat Momo yang sedang maka.
"Kenapa kau sendirian ke sini?" tanya Feng Lias.
"Aku ingin mencari batu permata dan memberikannya kepada guru," ucap Song Chen.
"Lalu kenapa tidak membawaku?" tanyanya lagi sambil menatap langit.
"Itu karena Aku tidak ingin membangunkanmu karena kau lelah dan butuh istirahat, aku tidak ingin mengganggu tidurmu," jawab Song Chen.
"Haish... seharusnya kau bilang padaku, kita akan pergi bersama-sama besok," ucap Feng Lias.
"Kau sendiri bagaimana tahu jika aku di sini?" tanya Song Chen.
"Firasat," jawab Feng Lias singkat.
"Ah bohong, kau punya kekuatan untuk menerawang, untuk apa menggunakan firasat lagi," ucap Song Chen tersenyum.
"Jika sudah istirahatmu, ayo pulang, hewan buas nanti malah menyerang kita lagi," ajak Feng Lias berdiri dan memasukkan Momo di dalam cincin penyimpanannya beserta makanannya.
Mereka pun beranjak pergi dari sana untuk kembali pulang.
Baru beberapa langkah ingin meninggalkan hutan Moge, mereka di halangi oleh beberapa orang
"Hey berhenti kalian!" teriaknya. Song Chen sangat terkejut dan mereka pun langsung berhenti.
"Mau apa kalian?" tanya Feng Lias.
"Berikan kami batu permata itu jika kalian ingin pergi dari hutan ini!" ucapnya sambil menampung tangan.
"Heh! Kalian masih di level 7, berani menantangku," ucap Feng Lias.
"Kau sendiri masih di level 6 dan temanmu level 5, apa yang kami takutkan darimu," ucap pria itu.
"Hewan level 9 saja bisa ku taklukkan, apa lagi kamu," balas Feng Lias.
"Heh itu hanya hewan tak tak berotak, kami punya kecerdasan sendiri untuk menaklukkan musuh kami," ujarnya.
"Hehehe benarkah? Jurus ilusi tidak berfungsi dengan hewan, justru akan berfungsi dengan kalian," ucap Feng Lias menyeringai.
"Jangan basa basi lagi, cepat berikan kami batu permata itu," ucap pria itu tegas.
"Jika aku menolaknya bagaimana? Ini adalah milik kami, jika kalian ingin kalian bisa membunuh hewan lainnya, jangan merampok punya orang," ucap Feng Lias.
"Ah tidak banyak cerita, rampas punya mereka semua," perintahnya.
Mereka pun menuju ke arah Feng Lias.
"Sembunyi di belakangku," ucap Feng Lias menarik tangan Song Chen kebelakangnya.
Mereka menyerang ke arah Feng Lias.
__ADS_1
JURUS KEPUNGAN BATU
Trak! Trak! trak! Trak!
Batu dari dalam tanah keluar mengelilingi Feng Lias dan Song Chen.
"Kita di penjara oleh batu ini," ucap Song Chen.
Feng Lias mendekati batu itu lalu mengetuknya.
JURUS API MURNI
Duuaaaarrrrr!
Namun batu itu tidak bergeming.
"Hahaha... kau tidak bisa memecahkannya karena batu bukan batu biasa, kau lebih baik memberikan batu permata itu, maka kami akan melepaskan kalian," ucap pria itu.
Feng Lias memegang tangan Song Chen
JURUS ASAP HITAM
Asap hitam itu keluar dari batu dan asap hitam itu berdiri di hadapan para pria itu beransur-ansur menjadi manusia kembali.
"Apa! Ternyata kalian bisa keluar juga?" tanyanya kaget.
"Sekarang giliran kalian," ucap Feng Lias.
JURUS ILUSI MAWAR FANTASY
Jurus itu mengarah kepada para pria itu dan mereka pun terjebak di dalam ilusi tersebut.
Di dalam ilusi itu mereka membunuh hewan yang sangat besar bersama-sama, mengeluarkan jurus-jurus terhebat mereka.
"Ayo kita pulang," ajak Feng Lias.
"Mereka pasti sangat seru jika jadi tontonan," ucap Song Chen terkekeh.
Mereka pun pergi meninggalkan hutan moge tersebut.
Sesampainya di tempat tinggalnya, mereka pun mengeluarkan batu permata yang nereka dapatkan tadi.
"Semua ada 7 batu, 2 batu level 9, 1 batu level 5, 2 batu level 7 dan 2 bati level 8, semua batu ini berikan kepada Guru, tapi 2 batu level 9 kita simpan sendiri, nanti pasti ada gunanya," ucap Feng Lias.
"Baiklah," angguk Song Chen mengambil 1 batu permata level 9 dan menyimpannya.
"Ayo kita tidur," ajak Feng Lias.
Mereka pun tidur.
Tok!
__ADS_1
Tok!
Tok!
Feng Lias terbangun dan membukankan pintu.
"Guru," ucap Feng Lias.
"Ayo bangun, kita latihan, hari ini latihannya di lapangan," ucap Xier Ming.
Feng Lias mendekati Song Chen lalu membangunkan Song Chen.
"Ayo bangun, guru sudah datang," ujar Feng Lias mengoyang-goyangkan tubuh Song Chen.
"Iya," angguk Song Chen.
"Berikan batu itu kepada Guru," ucap Feng Lias.
Song Chen mengambil batu yang mereka sisihkan ke dalam kantung lalu menyerahkan kepada Xier Ming.
"Ini guru batu permata yang kami dapatkan tadi malam," ucap Song Chen menyerahkan kepada Xier Ming.
"Apa yang kalian lakukan? Ambil saja untuk kalian," tolak Xier Ming.
"Tidak guru, ini kami ambil untuk guru, anggap saja guru menyimpannya untuk kami," ucap Song Chen.
"Baiklah jika begitu, oh iya, guru bawakan baju dan sebilah pedang untukmu," ucap Xier Ming memberikan kepada Song Chen.
"Guru," lirih Song Chen terharu.
"Tidak perlu terharu gitu, guru lakukan ini agar kamu semangat latihan," ucap Xier Ming.
Song Chen mengantikan pakaiannya dan tak lama ia pun keluar.
"Wah... kau tampak gagah," puji Feng Lias.
"Benarkah? Terima kasih guru," ucap Song Chen membungkukkan badannya beberapa kali.
"Sudah, ayo kita latihan lagi," ajak Xier Ming.
"Siap guru," ucap Song Chen semangat.
Mereka pun berangkat menuju di lapangan luas.
"Semuanya ayo duduk," ucap Xuan Xia.
Seluruh murid duduk di lapangan namun mereka di pisahkan oleh antara murid khusus dan murid biasa.
Mereka di beri satu persatu batu permata.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih