
"Benar juga, selama ini kita mati-matian takut dengannya dan mengikuti perintahnya, ternyata ada harinya juga dia di kalahkan oleh orang lain yang levelnya jauh di banding darinya, aku ingin menjadi pengikut Feng Lias saja," ucap siswa yang lain.
"Aku juga ingin menjadi pengikutnya," ucap yang lain.
Song Chen menyenggol Feng Lias. "Wah tidak di sangka, kau sudah pengikut, bagaimana jika aku jadi kakak kedua," ucap Song Chen tersenyum.
"Heh! Biarkan saja, aku tidak punya niat memelihara mereka," ucap Feng Lias.
"Makanannya sudah sampai, silakan menikmatinya," ucap pelayan warung makan tersebut.
"Terima kasih," ucap Xier Ming.
"Selamat makan," ucap mereka dan melahap dengan cepat.
"Wah makanannya enak sekali," ucap Song Chen.
"Jika kamu ingin makanan yang enak, maka latihan yang lebih keras lagi, guru ingin kalian berdua ikut di pertandingan, kalian harus banyak bertarung agar menambah pengalaman," ucap Xier Ming.
"Siap guru," jawab mereka berdua serempak.
Mereka pun menghabis makanannya dan Xier Ming membayarnya.
"Mari kita jalan-jalan dulu melihat sesuatu mana tau kalian berminat," ucap Xier Ming.
Mereka berjalan sambil melihat-lihat barang yang di jual.
"Eh guru, di juga di jual bahan obat-obatan juga, apa ada alkemis di sini?" tanya Feng Lias.
"Ada, murid yang menjadi alkemis di khususkan tempat dan latihannya," jawab Xier Ming.
"Tapi kenapa tidak kelihatan?" tanya Song Chen.
"Mereka memang ada di akademi, namun mereka hanya keluar waktu yang di tentukan saja, hanya sedikit saja yang bisa menjadi murid alkemis, dan mereka sangat di istemewakan, mereka juga di bimbing langsung dari alkemis level 5, saat pertandingan pembuatan obat, acara mereka sangat meriah dan hadiahnya sangat besar," ucap Xier Ming.
"Guru, aku ingin menjadi alkemis," ucap Feng Lias.
__ADS_1
"Ha?" Xier Ming dan Song Chen terperanggah.
"Kamu serius?" tanya Xier Ming.
"Iya, tapi aku tetap menjadi murid guru dan belajar di tempat tinggal saja," ucap Feng Lias.
"Tapi bagaimana dengan latihanmu?" tanya Xier Ming.
"Aku akan latihan di siang hari dan belajar alkemis di malam hari," ucap Feng Lias.
"Kau yakin bisa melakukannya sekali gus?" tanya Xier Ming memastikan.
"Iya guru, aku akan berusaha membagi waktuku," ucap Feng Lias.
"Jika itu keputusanmu, guru menurut saja asalkan itu terbaik untukmu," ucap Xier Ming pasrah.
"Feng Lias, belikan kalung itu," ucap Naga emas.
"Hey! Aku 'kan laki-laki, untuk apa perhiasan," ucap Feng Lias.
"Itu bukan perhiasan, hanya orang awam yang menganggapnya perhiasan. Liontin di kalung itu ada kekuatan yang tersimpan, cepat beli sebelum di ambil orang," ucap Naga emas.
"Guru, bolehkah aku membeli kalung ini, aku janji akan membayar batu permatanya kembali untuk benda ini," ucap Feng Lias.
"Kau yakin ingin membelinya, ini tampak seperti punya wanita, atau jangan-jangan kau sudah punya pujaan hati untuk di nyatakan cinta," tebak Xier Ming.
Feng Lias memukul kepalanya. "Ayolah guru, jangan menebak sembarangan," ucap Feng Lias.
"Baiklah, guru belikan untukmu," ucap Xier Ming.
"Ini berapa?" tanya Xier Ming.
"Ini 3 batu permata," ucap penjualnya.
"Aku ambil ini," ucap Xier Ming mengambil kalung tersebut dan membayarnya.
__ADS_1
"Ini untukmu," ucap Xier Ming menyerahkan kalung kepada Feng Lias.
Feng Lias menerimanya dengan senag hati. "Terima kasih guru," ucap Feng Lias, ia memasukkan kalung ke dalam cincin penyimpanannya.
"Kau serius tidak punya kekasih?" bisik Song Chen.
"Haish... tidak ada," sergah.
"Jika kau punya kekasih, aku juga ingin membelikan sesuatu untuk kakak ipar," ucap Song Chen terkekeh.
"Dari pada kau beli untuk orang lain, lebih baik kau belikan untukku," ucap Feng Lias.
"Mana bisa begitu, aku hanya membeli untuk kakak ipar saja," ucap Song Chen tertawa dan ia malah menyenggol seseorang.
"Hey! Apa kau berjalan tidak punya mata!" teriak salah seorang murid yang sedang jalan bergerombolan.
"Aku minta maaf untuknya," ucap Feng Lias.
"Aku ingin dia minta maaf," ucap murid itu.
"Aku minta maaf," ucap Song Chen menundukkan kepala.
"Aku tidak ingin kau minta maaf begitu saja, aku ingin kau bersujud dan mencium kakiku," ucap Murid itu.
"Kau jadi orang jangan keterlaluan," ucap Feng Lias menghalangi Song Chen.
"Ada apa ini?" tanya Xier Ming mendekat karena ia tadi sibuk memilih barang yang ingin ia beli.
"Nona Xier Ming," ucap murid itu, ia ternyata juga menyukai Xier Ming.
"Tidak ada, ada serangga kecil saja yang berani menabrakku," ucap Murid itu.
"Kalian dari murid atas, sedang apa di sini?" tanya Xier Ming.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih