
"Ayo makan," ajak Feng Lias mengambil sumpitnya dan mesruput mie ramen tersebut.
Mereka bangun lagi dan kembali menuju tempat Feng Lias.
Baru saja mereka sampai di depan pintu Feng Lias mengangkat tangannya.
JURUS ANGIN TOPAN TINGKAT 3
Duuuuaaarrrrr!!!!
Mereka lagi-lagi terpental kali ini cukup jauh dan mereka meringgis kesakitan.
"Ayo kita pergi saja," ajak Pria itu memegang bokongnya yang sakit.
"Awas saja kamu, aku akan balas dendam!" ancamnya.
Mereka pun pergi meninggalkan warung tersebut.
"Kamu sungguh hebat ya, bisa mengalahkan mereka bersama-sama," puji Shi Ling sambil melahap ramennya.
Setelah selesai makan, Song Chen membayar makanannya untuknya dan Feng Lias.
Mereka pun pergi dari warung tersebut. "Ayo kita ke pasar, siapa tau ada yang ingin di beli," ucap Shi Ling.
Feng Lias melihat ke arah Song Chen. "Ayo, masih ada batu permatanya," ucap Sonh Chen.
"Apa jangan-jangan guru mengembalikan batu permatanya lagi kepada kita?" tebak Feng Lias.
"Hm tidak tahu juga, tapi Guru memberikan 20 batu permata level 5, dan juga aku masih ada satu buah batu permata level 9, jangan takut kehabisan uang, mana tau ada sesuatu yang ingin kamu beli," ucap Song Chen.
"Haish... kenapa aku miskin sekali sih, bahkan aku malah di traktir oleh temanku," keluh Feng Lias dalam hati. "Lain kali aku harus cari batu permata lebih banyak lagi nih," ucap Feng Lias.
Song Chen menarik tangan Feng Lias mengikuti Shi Ling.
Mereka melihat-lihat setiap pedagang yang menjual barang dagangannya.
__ADS_1
"Ini apa?" tanya Feng Lias melihat satu botol namun berisi darah.
"Ini darah hewan tahap ll kekosongan, darahnya di ambil dari nadi yang berisi energi, dan bukan sembarangan darah dan darah ini bisa meningkatkan kultivasi menjadi berkali lipat, jika yang tidak bisa berkultivasi jika menminum darah ini maka seluruh nadinya yang tersumbat akan menjadi lancar dan bisa berkultivasi," jelas Penjual tersebut.
"Jika ada darah hewan legendaris yang kita minum, apa yang terjadi?" tanya Feng Luas.
"Mana mungkin hewan legendaris dengan relanya memberikan darahnya meski hanya setetes saja, ia sudah punya pemikiran seperti manusia, darahnya sangat berharga," ucap Pedagang itu mengibaslan tangannya.
"Aku bahkan meminum semakuk darah hewan legendaris," ucap Feng Lias dalam hati.
"Jika seandainya ada yang meminumnya maka bukan hanya kultivasinya berkali lipat, dia juga akan naik tingkat secepat kilat, tapi hewan legendariskan punya tempatnya sendiri, hidupnya malah di layani oleh manusia sedangkan dia bagaikan raja tidak ada mengerjakan apa-apa, jika ada yang meminum darah hewan legendari maka keberuntungannya tiada batas," ucap pedagang itu mengangguk-angguk.
"Iya, mana mungkin hewan legendaris ada di sini, ah sudahlah. Memangnya ini berapa harganya?" tanya Shi Ling.
"Ini karena sangat sulit di dapatkan dan di saring sampai 10x saringan dan kemudian di tes beberapa kali khasiatnya lalu di diamkan di dalam tanah selama 300 hari..."
"Katakan saja harganya," potong Feng Lias.
"Oh harganya 200 batu permata level 8," jawa perdagang tersebut.
"Tentu saja mahal, selain mahal tapi bagi mereka yang sudah mencapai tahap ll kekosongan itu tidak berpengaruh lagi dengan kenaikan tingkat mereka lagi, jika ingin meningkat lagi mereka harus mencari darah hewan yang lebih tinggi levelnya dari mereka," jelas pedang tersebut.
"Lain kali saja belinya, sekarang tidak punya uang," ucap Feng Lias.
"Huhhh! Jika tidak punya uang untuk apa tanya-tanya," ucap penjual itu kesal.
"Tanya aja nggak boleh, gimana mau laku dagangannya," sungut Song Chen.
Mereka kembali berjalan menyusuri pasar tersebut sambil melihat kiri dan kanan.
Ding ding
Misi baru
Beli 2 bahan obat
__ADS_1
Hadiah 40 poin.
"Bahan obat," ucap Feng Lias tiba-tiba.
"Kamu ingin beli bahan obat?" tanya Song Chen.
"Eh... hm... iya," angguk Feng Lias.
"Ayo kamu ingin beli yang mana?" tanya Song Chen.
"Untuk apa kamu beli bahan obat? Apa kamu juga belajar alkemis?" tanya Shi Ling.
"Iya, dia ingin menjadi alkemis," angguk Song Chen bangga.
"Wah kamu bisa jadi apa saja ya," ucap Shi Ling tersenyum.
"Ah, aku hanya ingin mencobanya saja dulu," ucap Feng Lias.
"Aku dengar tak lama lagi ada pementasan lomba pembuat obat di akademi kita khusus murid alkemis, mana tau kau mau ikut," ucap Shi Ling.
"Apa murid di luar murid Alkemis bisa ikut?" tanya Feng Lias.
"Hm... asal dia punya kemampuan, dan tentu saja dia di tes dulu, jika dia layak ikut lomba maka dia akan jadi pesarta, jika dia menang maka dia akan menjadi murid alkemis yang terhormat," ucap Shi Ling.
"Aku hanya ingin mengikuti kompetisi dan mengasah kemampuanku saja, namun aku tidak tertarik masuk menjadi murid alkemis," ucap Feng Lias dalam hati.
"Biasanya obat level berapa yang mereka buat?" tanya Feng Lias.
"Tahun kemaren aku dengar mereka membuat obat level 2, obat penguat otot. Biasanya mereka akan di beri tahu langsung di tempat kompetisi dan bahan obat di siapkan beserta tungku pembuatan obatnya, yang mengikuti kompetisi tidak perlu repot-repot menyiapkan bahannya," jelas Shi Libg
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih
__ADS_1