System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 29


__ADS_3

Feng Lias memeluk babi tersebut lalu melemparnya ke arah wajah laba-laba itu.


JURUS LEDAKAN PETIR


Duaaaaarrrrr!


Jurus Feng Lias akhirnya mengenai laba-laba itu dan ia punmenyerang secarabertubi-tubi.


JURUS LEDAKAN PETIR


JURUS LEDAKAN PETIR TINGKAT 2


JURUS LEDAKAN PETIR TINGKAT 3


JURUS LEDAKAN API DAN PETIR


Duaaaaaaaaarrrrrrrr!


Duuuuaaaaaaarrrrrr!


Duuuuaaaaaarrrrrrr!


Duuuaaaaarrrrrrrrr!


Babi dan laba-laba pun terbakar.


"Hey jangan sampai hangus, batu permatanya juga ikut terbakar," ucap Feng Lias panik dan segera mematikan apinya dengan mengibas-ngibaskan dengan dedaunan.


"Itu tidak apa-apa, batu permata ini akan hancur apa bila sesudah di ambil inti sarinya," ucap Seorang pria memegang batu permata laba-laba itu.


"Siapa kamu?" tanya Feng Lias heran, ia tak menyadari kedatangan pria itu.


"Namaku Song chen, dari keluarga Song, kau pastilah Tuan muda yang tidak bergunakan itu kan?" tanya Song Chen sambil menyerahkan batu permata tersebut.


"Kau datang hanya untuk menghinaku?" Feng Lias balik bertanya dan mengambil batu permatanya.


"Aku hanya mendengar orang-orang berkata begitu, tapi yang ku lihat dengan mataku sendiri kau sangat berbakat, level kultivasimu masih di level 4 dan kau bisa mengalahkan 2 ekor hewan level 6 sekali gus," ucap Song Chen.


"Terima kasih atas pujianmu tapi aku harus mengalahkan 1 ekor lagi," ucap Feng Lias melihat ke atas karena burung gagak itu belum mau menyerah.

__ADS_1


Feng Lias berlari dengan kecepatannya dan melompat ke arah hewab bersayap itu dan mengeluarkan jurusnya.


JURUS LEDAKAN API DAN PETIR TINGKAT 3


Duuuuuaaaaaaarrrrrr!


Jurus itu mengenai sayap yang di sebelahnya lagi dan burung itu pun jatuh tersungkur.


JURUS LEDAKAN API DAN PETIR TINGKAT 3


Duuuuuaaaaaarrrrr!


Burung gagak itu pun terbakar.


"Sepertinya tidak perlu repot di panggang lagi, sepertinya dagingnya sudah matang," ucap Song Chen mendekat burung itu lalu memotong dengan pedangnya.


Feng Lias mencari-cari sesuatu.


"Kau pasti mencari batu permatanyakan? Ini batunya," ucap Song Chen melemparkan batunya ke arah Feng Lias dan Feng Lias menyambutnya.


Feng Lias menyimpannya dan kemudian menggeret burung tersebut ke arah ibunya.


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan 210 poin.


"Ini ibu makanan kita," ucap Feng Lias.


"Burungnya besar sekali," ucap ibu senang.


Ibu memandang pria asing bersama anaknya yang juga ikut duduk bersama.


"Kamu siapa?" tanya ibu.


"Perkenalkan bi, aku Song Chen, dari keluarga Song, wajar saja jika bibi tidak tahu, karena keluarga kami bukanlah keluarga terkenal," ucap Song Chen.


"Oh begitu ya, sedang apa kamu di sini?" tanya ibu.


"Aku ke sini sama seperti anak bibi, mencari batu permata dari hewan-hewan itu," jawabnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku di sini bukan mencari batu permata, tapi mencari makan," jawab Feng Lias.


"Aku ke sini juga sekalian mencari makan, kebetulan sekali bertemu denganmu," ucap Song Chan.


"Ya sudah, jika begitu mari kita makan bersama," ajak ibu.


Feng Xia memotong daging tersebut dan di bantu oleh Feng Lias, sedangkan Song Chan mencari kayu bakar dan membuat api di sana.


"Hey kelunci kecil, kau jangan tau makan saja, bantu ibu potong dagingnya, atau sekalian kau juga ku potong," ucap Feng Lias.


"Auauauaua..." celoteh Momo.


"Sudahlah, kau terus menganggunya, Momo tunggu di sana saja ya," ucap ibu kepada Momo.


Momo menurut perkataan ibu, ia kembali ke tempat semula dan duduk diam di sana.


Untung saja tidak jauh dari mereka ada sungai yang mengalir dan mereka bisa mencuci dagingnya dan untuk minum.


Feng Xia membuatkan sup daging gagak panggang berhubungan daging gagak itu terbakar oleh jurus Feng Lias tadi.


"Mari makan, supnya sudah siap," ucap ibu memasukkan ke dalam mangkuk yang mereka bawa di kereta kuda tadi.


"Selamat makan," ucap Song Chen melahap makanannya.


"Wah... masakan Bibi sangat enak," puji Song Chen.


"Jika kau sudah kenyang, silakan pergi." Ucap Feng Lias.


"Kenapa kau tega sekali, bagaimana jika kita berteman, kau sudah di level 4 sekarang, dan aku juga di level 4, bagaimana jika kita masuk akademi bersama, di level kita saat ini sangat sulit mencari teman, dengan kekuatanmu kita pasti akan lulus," ucap Song Chen merangkul pundak Feng Lias.


"Hey! Apa maksudmu dengan kekuatanku?" tanya Feng Lias menatap Song Chen sayup.


"Iya, maksudnya dengan kekuatan kita dan dengan kekuatanmu mereka pasti tidak akan menyia-nyiakan pria berbakat sepertimu, dan kau bisa membawaku bersamamu," ucap Song Chen.


"Kau meminjam kekuatanku untuk masuk akademi?" tanya Feng Lias menatap tajam.


"Bukan itu, anggap saja kau menolongku masuk ke sana, aku juga ingin berkembang sepertimu," ucap Song Chen mengiba.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2