
Mereka pun menuju tempat tinggalnya.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 40 poin.
Poin Anda menjadi 180 poin.
"Nah ini tempat tinggal kalian," ucap Xier Ming kemudian ia mendekat ke rumah itu.
"Lumayan besar juga," ucap Song Chen masuk ke dalamnya.
"Di dalam sudah ada 2 tempat tidur, kalian beristirahatlah dulu, kemungkinan besok pagi kita akan berkumpul dan mulai berlatih," ucap Xier Ming.
"Aku ingin mencari yang namanya Feng Lias, di mana dia?" tanya Biho salah satu guru masuk ke tempat murid khusus. Ia bertubuh besar dan tinggi, tingkat kultivasinya tahap lll kemurnian. Semakin tinggi tingkatan semakin sulit di capai.
Mereka semua melihat ke arah tubuh raksasa itu.
Feng Lias melihat ke arah Xier Ming, apa fia harus memperkenalkan diri atau tidak.
"Untuk apa kau mencari Feng Lias?" tanya Xier Ming mendekati Buho.
"Aku ingin dia menjadi muridku," ucapnya lantang.
"Apa kau tidak bertanya dulu padanya apa dia setuju atau tidak," ucap Xier Ming.
"Di mana dia?" tanya Buho.
"Kau bisa menebaknya," ucap Xier Ming.
"Kau mengajakku main tebak-tebakkan?" tanya Buho.
"Tidak juga, tapi jika kau ingin mengambilnya kau harus melewatiku dulu, dia sudah resmi menjadi muridku," tantang Xier Ming.
__ADS_1
"Oh kau sudah mengambilnya ternyata," ucap Buho menatap Xier Ming.
"Tentu saja, siapa akan melepaskan murid berbakat sepertinya," ucap Xier Ming.
Tak lama, datang 2 orang lagi yaitu Deng Disi dan Xuan Xia.
"Buho, ternyata kau sudah di sini?" tanya Deng Disi.
"Tentu saja aku harus di sini," ucap Buho ketus karena ia terkenal tegas.
"Di mana yang bernama Feng Lias?" tanya Deng Disi.
"Wah... ternyata kau sangat terkenal ya Feng Lias, sepertinya aku harus bekerja keras untuk bisa menyaingimu," bisik Song Chen.
Feng Lias hanya menyengir. "Kita lihat saja apa yang mereka lakukan," ucap Feng Lias.
"Di mana yang namanya Feng Lias?" tanya seseorang yang masuk ke dalam, ia bernama Taeng Chi.
"Hey Taeng Chi kau bahkan bukan guru untuk mengajari murid-murid, untuk apa kau datang ke sini mencari Feng Lias?" tanya Buho.
"Hey semua ilmu itu sama, tergantung dia kuat atau tidak saja, lebih baik kau pulang sana jangan berebut dengan kami," ucap Buho marah.
"Kau memang pria kasar, aku di sini datang baik-baik, bagaimana jika kita bertarung dengan adil untuk mendapatkannya," ucap Taeng Chi yang sudah tahap l kekosongan.
"Kau sangat suka berlatih, lebih baik kau berlatih sana," usir Buho.
"Hey! Kalian terus adu mulut orangnya saja kalian tidak tahu, di mana dia?" tanya Xuan Xia yang sudah berada di tahap ll kemurnian.
"Aku tidak akan memberi tahunya, dia adalah muridku," ucap Xier Ming mempertahankannya.
"Kau harus memberi tahunya, karena kita tak mau jika bakatnya akan terpendam," ucap Deng Disi.
"Maksudmu aku tidak cukup kuat untuk mengajarinya?" tanya Xier Ming.
"Bukan itu maksudnya hanya saja, kamu selama 2 tahun ini tidak ada siswa yang berbakat yang kau ajari," ucap Deng Disi.
__ADS_1
"Kalian semua tahu itu semua karena Leng Chai, kalian jangan memojokku karena ingin merebut muridku," ucap Xier Ming marah.
"Berikan saja padaku, biar aku yang mengajarinya dan mengelurkan semua bakatnya," ucap Buho.
"Tidak, aku saja yang mengajarinya, aku sudah keluar dari pertapaanku dan sudah mencapai tingkat yang mebih tinggi, aku lebih cocok mengajarinya," ucap Taeng Chi tak mau kalah.
"Tidak! Aku lebih cocok mengajarinya karena aku punya jurus rahasia yang ingin ku ajarkan padanya," ucap Deng Disi.
"Kau ingin membunuhnya dengan jurus rahasiamu itu," ucap Xuan Xia mengejek.
"Jurus rahasia ini belum aku tunjukkan pada siapa pun, jadi aku ingin mengajari khusus untuk muridku dan menandakan dia muridku," ucap Deng Disi.
"Aku yang akan menjadi gurunya," ucap Buho tegas.
"Tidak, aku yang menjadi gurunya," ucap Deng Disi.
Dan mereka terua bertengkar membuat telinga Feng Lias dan hatinya menjadi panas.
"Cukup!" teriak Feng Lias geram.
Mereka semua melihat ke arah Feng Lias.
"Kalian terus merebut Feng Lias terus, bagaimana jika kalian memilihku," ucap Feng Lias mengidipakan matanya.
"Aku hanya mau Feng Lias, di mana dia?" tanya Buho panas.
"Aku sudah menawarkan diriku, dia tidak mau berarti bukan salahku lagi," ucap Feng Lias.
"Apa maksud perkataanmu, apa kau Feng Lias?" tanya Xuan Xia.
"Ya aku Feng Lias, jadi biarkan aku menentukan pilihanku sendiri," ucap Feng Lias.
"Tapi kamu tidak terlihat seperti Feng Lias yang hebat itu," ucap Xuan Xia melirik ke arah Feng Lias.
Bersambung
__ADS_1