
"Siapa dia?" tanya Xier Ming heran.
Dia seorang gadis berpakaian seperti tuan putri, cantik dan anggun. rambut panjang terurai dan mahkota di kepalanya.
Memakai baju berwarna biru laut cerah bercampur putih dengan bulu lembut di lehernya. Bajunya yang anggun itu adalah senjata prtahanan tingkat dewa, bersepatu kaca yang terbuat dari mutiara kerang 1000 tahun yang juga senjata dewa dan pedang tingkat dewa di tangannya.
Auuuuuuuuuuu…
Srigala itu menerkamnya namun ia hanya dengan sekali tebasan dan hewan itu mati bersimbah darah.
"Astaga!!! Dia sangat keren," ucap Xier Ming ternganga.
Wanita itu memandang kebelakang dan melihat kebelakang lalu tersenyum kepada Feng Lias.
"Kalian cepatlah pergi, darah hewan buas ini mungkin mengundang seluruh hewan dan membuat mereka jadi gila," ucap Wanita itu dengan tersenyum.
lalu ia pun terbang dan pergi menjauh.
Feng Lias terpaku menatap kepergian Wanita itu, ia sangat terpukau dengan kecantikannya. Jangankan Feng Lias, Xier Ming sebagai perempuan pun sangat terpukau dengan kecantikan wanita itu.
"Feng Lias, ayo kita pergi sebelum hewan buas datang," ajak Xier Ming membangunkan lamunan Feng Lias.
"Eh iya," angguk Feng Lias.
Mereka pun berlari pulang dan Xier Ming langsung menghadap Long Meng.
"Hormat kepada pembimbing murid, aku ingin melaporkan sesuatu," ucap Xier Ming memberi hormat.
"Apa yang ingin kamu laporkan?" tanya Long Meng.
__ADS_1
"Di hutan moge ada hewan tahap lll kemurnian, aku tidak tahu dari mana dia datang," ucap Xier Ming.
"Benarkah? Baiklah aku akan melaporkannya kepada kepala akademi nanti, tapi… bagaimana kalian bisa lolos dari hewan itu?" tanya Long Meng.
"Tadi ada seorang wanita, kami tidak tahu dari mana asalnya, dia yang sudah membunuh hewan tahap lll kemurnian itu dan ia pun pergi," jawab Xier Ming.
Long Meng mengangguk. "Baiklah jika begitu, kalian pergilah beristirahat," ucap Ling Meng.
"Baik Pembimbing murid," ucap Xier Ming dan mereka pun pergi.
"Kok aku merasa ada melupakan sesuatu ya?" tanya Feng Lias.
"Aku juga merasa begitu, tapi apa ya?" Xier Ming juga berpikir keras mengingat sesuatu.
"Momo mana guru?" tanya Feng Lias melihat sekelilingnya.
"Astaga!!! Bener, Momo. Dia pasti ketinggalan di hutan itu," teriak Xier Ming.
"Di mana Momo," ucap Feng Lias bersembunyi.
"Aku memang sanggup melawan hewan sebanyak itu jika ada jedanya, tapi hewan itu terlalu banyak dan mereka sedang mengila mereka pasti sangat buas, tapi bagaimana dengan momo," ucap Feng Lias khawatir.
"Feng Lias," panggil Xier Ming mendekati Feng Lias yang sedang sembunyi.
"Astaga hewan sebanyak itu bagaimana kita mencari momo?" tanya Xier Ming.
Tiba-tiba saja Momo keluar dari hutan itu.
"Momo!" teriak Xier Ming yang langsung memeluk Momo.
__ADS_1
"Syukurlah kamu selamat," ucap Xier Ming senang.
"Hah! Untung kamu tidak kenapa-napa," ucap Feng Lias lega.
Mereka pun pergi meninggalkan hutan itu.
"Feng Lias, mulai sekarang biarkan aku yang memelihara Momo," ucap Xier Ming.
"Peliharalah," ucap Feng Lias setuju.
"Mulai sekarang kau akan menjadi temanku," ucap Xier Ming memeluk momo erat.
"Feng Lias," panggil Shi Ling menghampirinya bersama Jin Chan.
Shi Ling dan Jin Chan memberi hormat kepada Xier Ming.
Xier Ming mengangguk.
"Kalian sudah selesai latihan?" tanya Feng Lias.
"Sudah, ayo kita makan," ajak Shi Ling.
"Kalian pergilah makan, aku ingin memandikan momo dulu," ucap Xier Ming.
Xier Ming pun pergi menuju tempat tinggalnya dan juga begitu, Feng Lias, Shi ling dan Jin Chan menuju kantin.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih