System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 24 Tahap


__ADS_3

"Sayang, akan kupastikan kau ingin bunuh diri pun tak bisa," ucap Feng Jion.


Krak!


Krak!


Krak!


Krak!


Salju tersebut perlahan-lahan mencair dan berjatuhan.


"Beraniny kau mengatakan sayang kepada ibuku, pria yang sangat menjijikkan!" maki Feng Lias.


"Apa! Kenapa kamu bisa memecahkan batu esnya!" ucap Feng Jion kaget.


"Kau pikir hanya dengan saljumu yang tipis ini bisa mengurungku," ucap Feng Lias keluar dari salju yang membeku tersebut.


"Saatnya giliranmu yang merasakan panasnya apiku," ucap Feng Lias siap menyerang.


"Kau pikir kau yang tidak berguna itu bisa melawanku, rasakan akibat melawanku," ucap Feng Jion juga siap menyerang.


JURUS PANAH SALJU


JURUS LEDAKAN API


Duaaaarrrrrr!


Duaaaarrrrrr!


Jurus mereka beradu dan berhubungan Feng Lias belum cukup kuat melawang Feng Jion yang sudah di tahap ll kemurnian ia pun terkena oleh panah tersebut untung saja naga secepatnya dan mencairkan panah es itu dengan apinya dari balik pedang Feng Lias.


Kekuatan di bagi menjadi level 1 sampai level 10,


Tahap l kemurnian - tahan lll kemurnian.


Tahap l kekosongan - tahap lll kekosongan


Tahap l penciptaan - tahap lll penciptaan


Legendaris

__ADS_1


Tubuh suci


"Apa! Dia juga bisa mematahkan panah saljuku?" tanya Feng Jion kaget. meskipun ada satu panah yang mengenai lengan Feng Lias.


"Kau pikir aku akan membiaraknnya begitu saja," ucap Feng Lias geram. "Aku akan mengunakan jurus yang baru aku pelajari, semoga bisa mengahancurkanmu," ucap Feng Lias.


JURUS LEDAKAN API DAN PETIR


JURUS GUNUNG SALJU


Duarrrrrrrrrrr!


Duuaaaaarrrrrr!


Duuaaarrrrrrrrrrrr!


Lagi-lagiFeng Lias terpelanting jauh, kerna jarak kekuatan Feng Lias dan Feng Jion sangatlah jauh.


Namun Feng Lias tak mau kalah, ia tetap berdiri lagi meskipun darah keluar dari mulutnya.


"Tekadmu cukup kuat juga, sayangnya kau akan mati begitu saja di tanganku," ucap Feng Jion.


JURUS GUNUNG SALJU


JURUS LEDAKAN API DAN PETIR TINGKAT 3


DUAAAAARRRRRRR!


Jurus Feng Lias mengenai tangan Feng Jion yang membakar tangannya, namun jurus Feng Jion lagi-lagi membuat Feng Lias terpental lagi dan tak sanggup bangun.


"Kurang ajar! Aku benar-benar akan membunuhmu," ucap Feng Jion marah dan ia mengeluarkan jurus pamungkasnya.


JURUS SALJU KEMURNIAN


Duaaaaaarrrrrrrr!


Naga itu keluar dari pedang Feng Lias lalu menyemburkan api legendarisnya dan membuat tubuh Feng Jion hangus terbakar menjadi abu.


"A-apa! Naga asli," ucap penyeret kereta kuda itu dan para penjaga itu kabur dari kereta kuda tersebut.


Naga itu kembalinmenyemburkan apinya ke arah mereka yang lari karena mereka sudah melihat wujud aslinya dan tubuh mereka hangus terbakar.

__ADS_1


Naga itu kembali dan melihat ke arah kuda itu. Kuda itu langsung meringkik ketakutan.


"Diam di tempat!" perintah Naga itu dan seketika kuda itu terdiam.


Naga emas itu pun datang ke arah Feng Lias yang pingsan dan mengigit bajunya lalu membawanya masuk ke dalam kereta kuda.


Ibunya langsung menyambut anaknya yang pingsan itu. "Anakku, apa kau baik-baik saja?" tanya Ibu mengoyangkan tubuh anaknya, melihat lengan Feng Lias mengeluarkan darah Feng Xia langsung merobek bajunya lalu membungkus lengan Feng Lias.


"Momo tolong jaga Feng Lias," ucap Ibu dan ia pun menaiki kuda.


"Hiat!" Feng Xia membelokkan kudanya menuju pasar kembali untuk meminta pertolongan Tai Long karena ia bisa membuat obat.


"Bertahanlah anakku," ucap Feng Xia dengan berurai air mata.


Naga itu kembali masuk ke pedang Feng Lias dan mengulung tubuhnya.


"Aku sudah melihat potensi anak ini, setidaknya ia bisa bertahan beberapa saat dari serangan tahap ll kemurnian, dia sangat berbakat, setidaknya dia bisa sudah tahu batas kemapuannya," ucap Naga itu menutup matanya.


"Bertahanlah anakku!" ucap Feng Xia berulang-ulang.


Sesampainya di pasar, Feng Xia berlari dengan baju robeknya dan menemui Tai Long.


"Tolong... tolong anakku," ucap Feng Xia dengan nafas yang tidak beraturan.


"Mari kita lihat," ucap Tai Long. Mereka buru-buru pergi dan Feng Xia menuntun jalannya.


"Anakku... tolong dia..." ucap Feng Xia dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Iya, aku akan menolongnya," ucap Tai Long dan masuk kereta kuda dan melihat Feng Lias pingsan dengan darah di bajunya.


Feng Xia pun pinsan karena kelelahan.


"Feng Xia!" panggil Tai Long yang sedang mengendong Feng Lias.


Salah satu warga datang untuk menolongnya.


"Terima kasih Tuan, tolong bawakan ke rumah saya," ucap Tai Long.


Mereka pun segera membawa Feng Lias dan ibunya ke rumah Tai Long dan Tai Long pun segera mengobatinya.


Tai Long memberikan obat yang ia simpan dan memberikan kepada Feng Lias dan juga Feng Xia lalu mebiarkan mereka istirahat.

__ADS_1


"Semoga mereka cepat sadar," harap Tai Long.


Bersambung


__ADS_2