System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 57


__ADS_3

Kini sudah 2 jam Feng Lias di bawah air terjun tersebut sedangkan yang lain sudah ada yang terjatuh.


"Dia benar-benar tahan sakit ya, aku pertama masuk saja hanya tahan 40 menit saja," ucap Xuan Xia.


"Aku juga hanya bertahan 30 saja," ucap Xier Ming.


"Kau memang sudah bertemu dengan murid yang luar biasa, choi Meng saja bertahan 1 jam setengah," ucap Xuan Xia.


Karena Feng Lias tak kunjung berhenti, sedangkan murid yang lain sudah jatuh semua.


"Ini sudah 4 jam dan dia masih bertahan, ya sudah giliran murid biasa yang masuk, tapi jangan menganggu dia latihan ya," ucap Long Chei.


Mereka pun masuk duduk di batu.


Baru beberapa menit sudah mulai ada yang jatuh ke air.


Sore pun datang, semua siswa kelelahan ada yang mencoba sampai 5x dan juga ada yang mencoba hingga 10x, namun mereka tak sanggup menandinginya Feng Lias yang masih duduk bersemedi di bawa air terjun.


"Astaga! Tubuhnya itu terbuat dari apa?" tanya mereka heran.


"Apa aku harus membangunkannya lagi?" tanya Xier Ming.


"Guru bangunkan saja, jika di biar dia malah menghabiskan energi alam ini," ucap Song Chen terkekeh.


"Haish anak ini membuatku khawatir saja," ucap Xier Ming.


Xier Ming mengangkat tangannya.


JURUS CAMBUK KILAT


Sebuah Kilat menyambar tubuh Feng Lias dan menginkatnya lalu membawanya ke daratan.


Feng Lias pun akhirnya sadar dan membuka matanya.

__ADS_1


"Guru," ucap Feng Lias setelah memandang ke atas melihat wajah gurunya.


"Kamu tidur lagi ya?" tanya Xier Ming.


"Apa aku terlihat begitu?" Feng Lias balik bertanya.


"Astaga! Dia bahka bisa tidur di bawah derasnya air terjun," ucap Xuan Xia mengelengkan kepala.


"Ya sudah mari kita pulang, guru akan membelikan lagi makanan untukmu," ucap Xier Ming.


"Baiklah, semuanya silakan pulang ke tempat masing-masing karena hari sudah hampir senja," ucap Long Chai.


"Ayo guru bawakan kamu ke tempat api unggun untuk mengeringkan baju kalian," ajak Xier Ming.


Mereka pun mengikuti Xier Ming menuju api unggun yang di sana terdapat sebuah lubang yang di sampingnya di kelilingi batu, jika ingin menghangatkan baju, mereka harus menghidupkan api sendiri lubang yang sudah di sediakan.


"Ayo cepat, itu masih tersisa satu lagi, mereka pasti akan merebutnya jika mereka tau masih ada," ucap Xier Ming berlari dan ia pun berdiri di samping lubang itu.


"Hey ini punya kami," ucap Dong Mei memegang lubang batu itu.


"Tapi ini punyaku aku Duluan yang sampai di sini," ucap Dong Mei tak mau kalah.


Dong Mei adalah salah satu guru murid biasa, ia salah satu wanita membenci Xier Ming atas pencapaian Xier Ming, Xier Ming adalah murid wanita populer di masanya sehingga banyak murid wanita yang iri dengannya, namun ia berusaha tetap rendah hati, ia juga sering di kejar-kejar oleh murid pria.


"Kau selalu ingin merebut apa yang aku punya," ucap Xier Ming.


"Heh! Siapa yang ingin merebut denganmu, yang ada setiap yang aku punya kau yang merebutnya," balas Dong Mei.


"Kau ada dendam apa denganku?" tanya Xier Ming.


"Kau justru yang dendam denganku, kau iri dengan kecantikanku dan kepopuleranku," ucap Dong Mei melipat tangannya.


Xier Ming ternganga tak percaya dengan ucapan Dong Mei.

__ADS_1


"Haish... kalau wanita yang bertengkar tak ada habisnya.


Feng Lias meletakkan dua jari di hadepan wajahnya.


JURUS API MURNI


Duaaaarrrrr!!!!!


Api itu menyembur di dalam lubang batu itu dengan mengebul membuat Xier Ming dan Dong Mei terkejut.


Feng Lias dan Song Chen mendekati Xier Ming.


"Guruku yang duluan di sini, dan ini juga bukan punya Anda, tapi punya akademi dan aku juga duluan yang menghidupkan apinya, Anda bisa mengambil di sana," ucap Feng Lias menunjuk ke arah tempat yang sudah kosong.


"Oh ini adalah muridmu? Apa ini ajaranmu? Sungguh tidak sopan, apa kau tidak mengajarinya sopan santun dengan orang yang lebih tua," ucapnya kasar.


"Anda lebih baik jangan menganggu guruku," ucap Feng Lias.


"Jangan mentang-mentang kamu kuat, aku akan membiarkanmu, Lihat saja nanti," ancamnya dan meninggalkan tempat itu.


"Aku akan siap kapan pun kamu datang!" teriak Xier Ming.


Mereka pun menghangatkan tubuhnya.


"Setelah makan malam kita langsung ke tempat pembuatan senjata," ucap Xier Ming merentangkan tangannya di dekat apinya.


"Aduh! Kenapa apinya sangat panas?" tanya Xier Ming mengibas-ngibaskan tangannya.


"Karena api yang aku miliki sangat spesial, baju kita akan cepat kering dengan api ini," ucap Feng Lias.


"Ini bukan hanya cepat kering, tapi juga membakar bajuku," ucap Song Chen mengibas-ngibaskan baju di lengannya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2