
Mereka pun menuju pasar yang ada di luar akademi.
"Kamu mau yang mana?" tanya Xier Mind setelah mereka sampai di depan penjual batu kristal.
"Tuan aku ingin membeli batu kristal yang ini," tunjuk Feng Lias batu kristal yang berwarna hijau yang paling kecil.
"Kenapa kau memilih yang paling kecil jika kau membutuhkannya?" tanya Xier Ming. ia pun maju ke depan dan memilih yang agak besar.
"Aku mau yang ini Tuan, berapa harganya?" tanya Xier Ming.
"Itu 10 batu permata level 5," ucap penjual itu.
Xier Ming mengeluarkan batu permata dari cincin penyimpanannya lalu memberi kepada penjual itu.
"Terima kasih Nona," ucap Penjual itu menerimanya batu permatanya.
"Sama-sama," angguk Xier Ming. "Ini batunya," ucap Xier Ming memberikan kepada Feng Lias.
"Terima kasih guru," ucap Feng Lias.
"Kalian mau apa lagi?" tanya Xier Ming.
"Aku juga mau batu kristalnya, guru," ucap Song Chen malu-malu.
"Kenapa nggak dari tadi, kamu mau yang mana?" tanya Xier Ming.
"Aku ingin yang warna biru saja, guru," tunjuk Song Chen.
"Yang ini berapa Tuan?" tanya Xier Ming.
"Yang itu 7 batu permata level 6," jawab penjual tersebut.
"Xier Ming mengeluarkan batu permata dari cincin penyimpanannya.
"Eh tidak usah guru, itu terlalu mahal, aku ambil yang lain saja," ucap Song Chen cepat.
"Tidak apa-apa, ambil saja yang itu, guru akan membayarnya," ucap Xier Ming tersenyum.
"Guru baik sekali, dia tidak pilih kasih antara kami meskipun aku lebih lemah darinya," ucap Song Chen dalam hati.
Xier Ming mengambilnya lalu memberikan kepada Song Chen.
"Terima kasih guru," ucap Song Chen menerimanya.
"Apa ada yang ingin kalian beli lagi?" tanya Xier Ming.
"Tidak guru," jawab Feng Lias.
"Jika begitu kalian pulanglah, kalian harus beristirahat," ucap Xier Ming.
"Baik Guru," angguk Feng Lias dan Song Chen.
__ADS_1
Mereka memberi hormat lalu pergi meninggalkan Xier Ming.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 40 poin
Poin Anda menjadi 120 poin
"Guru sangat baik, aku akan membalasnya dengan berlatih dengan giat dan membuat guru bangga," ucap Song Chen.
"Baguslah jika begitu, kita akan membuat guru bangga," ucap Feng Lias.
Mereka pun menuju tempat tinggalnya lalu tidur.
Feng Lias dan Song Chen pun tidur.
"Auauauaua," celoteh Momo dari dalam cincin penyimpanannya.
"Apa lagi?" tanya Feng Lias bangun dan mengucek-ucep matanya.
"Auauauauau," celotehnya lagi.
"Kau lapar lagi ya, kenapa tidak lapar sejak tadi?" tanya Feng Lias.
"Auauauaua," celoteh Momo lagi.
"Song Chen, aku pergi keluar dulu ya, aku ingin mencari makan untuk Momo," ucap Feng Lias yang masih mengantuk melihat ke arah tempat tidur Song Chen.
Tapi tidak ada jawaban. Feng Lias melangkahkan kakinya ingin keluar, namun seperti ada yang ganjal. Feng Lias berhenti lalu membalikkan badannya.
Saat mata Feng Lias benar-benar terbuka lebar, Feng Lias tidak melihat Song Chen lagi di tempat tidurnya.
"Astaga! Kemana anak itu pergi tengah malam begini?" tanya Feng Lias panik. Ia pun segera keluar dan mencari-cari Song Chen.
"Song Chen!! Di mana kamu?" tanya Feng Lias.
Tapi tetap tidak ada sahutan.
"Di mana dia pergi ya, dia bilang dia ingin berlatih dengan giat, apa dia di tempat latihan?" tanya Feng Lias dalam hati.
Ia pun segera berlari menuju tempat latihan di atas bukit namun Song Chen tidak ada di tempat.
Feng Lias kembali berlari menuju di bawah air terjun, namun tetap tidak di temukan.
"Kemana anak itu?" tanya Feng Lias binggung.
Gunakan poin untuk melihat keberadaan Song Chen.
Memuat...
__ADS_1
Loading...
Mulai...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai.
Poin Anda di potong 10 poin.
Sisa poin Anda 110 poin.
Feng Lias meletakkan jari telunjuk di hadapan dan memejamkan matanya.
Feng Lias melihat jika Song Chen berada di sebuah hutan dan bertarung dengan hewan yang levelnya lebih tinggi darinya.
"Astaga! Dia bertarung tidak membawaku," ucap Feng Lias berlari menuju hutan Moge, yaitu hutan perbatasan.
Seekor monyet bertelinga 6 yang besarnya sama dengan tubuh Song Chen yaitu hewal level 6.
JURUS PANAH API
Duarrrrrrrrrrrr!!
Song Chen mengarahkan jurusnya ke arah monyet itu, namun monyet itu mengibas jurus Song Chen hingga jurus itu pecah di udara.
Monyet itu menarik baju Song Chen dan Song Chen menarik ekor monyet itu.
Tarik menarik pun terjadi, Song Chen mengigit ekor monyet itu dan monyet itu sangat marah, lalu menarik Song Chen dengan kuat melepaskan dari ekornya dan melemparnya sangat jauh.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih