System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 48


__ADS_3

Makan malam pun selesai.


Feng Lias memasukkan sisa makanannya ke dalam plastik secara diam-diam ke dalam cincin penyimpanannya untuk memberi makan Momo yang tinggal di tempat tinggalnya.


"Baiklah, makan malam ini sudah selesai, mari kita beristirahat karena besok kita akan mulai latihan," ucap Shong Hun menutup acara makan malam mereka.


Semuanya bertepuk tangan dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.


Xier Ming mengantar Feng Lias dan Song Chen kembali ke tempat tinggalnya.


"Guru, apa yang akan kita lakukan untuk latihan besok?" tanya Song Chen.


"Besok kita akan masuk ke atas tempat yang sudah di sediakan dan mengangkat batu besar selama yang kita bisa, semakin lama semakin kuat otot lengan kalian, jika batu itu jatuh maka akan memulainya kembali, sebisa mungkin tetap bertahan semampu kalian, karena batu itu menyalurkan energi kepada kalian, jika batu itu terjatuh maka energinya akan terputus masuk ke dalam tubuh kalian," ucap Xier Ming menjelaskan.


"Di atas apa?" tanya Feng Lias.


"Itu bisa di sebut bukit namun di atasnya datar dan luas, sedangkan murid biasa latihan tidak jauh dari akademi," ucap Xier Ming.


"Ha? Kenapa kita malah latihannya di atas bukit? sedangkan murid biasa latihan tidak jauh dari akademi?" tanya Song Chen.


"Karena mereka murid biasa, sedangkan kalian murid jalur khusus jadi latihan kalian sedikit berat, naik turun bukit," ucap Xier Ming.


"Bagaimana mereka bisa berkembang jika hanya latihan mereka sedikit lebih lembut dari murid khusus, mereka hanya mata pisau yang tumpul dan perlu di asah setiap hari, jika tidak melakukan latihan yang berat bagaimana mereka bisa berkembang," ucap Feng Lias.


"Begitulah, itu tergantung bakat mereka, jika bakat mereka terlihat maka mereka akan di angkat menjadi murid khusus, itu tergantung seberapa keras mereka berusaha, bersyukurlah kalian yang menjadi murid khusus," ucap Xier Ming.


"Aku harus bekerja keras lagi agar tidak ke tinggalan denganmu," ucap Song Chen merangkul pundak Feng Lias.


"Baiklah, kalian istirahatlah, besok akan hari panjang di mana kalian latihan di bawah sinar mata hari," ucap Xier Ming.


"Baik Guru," jawab Feng Lias dan Song Chen memberi hormat.


Xier pun balik badan pergi dengan anggunnya.


"Kita sangat beruntung karena mendapatkan guru yang cantik dan kuat," ucap Song Chen.

__ADS_1


"Dia memang cantik dan kuat, sayangnya karena kecantikkannya ia banyak musuh, dari pria yang ia tolak hingga wanita yang iri karena ia di dekati banyak pria, aku merasa ia tinggal di sini sangatlah sulit, kau jangan menyusahkan guru ya," ucap Feng Lias.


"Baiklah aku akan berjuang keras untuk bisa melindungi dia," ucap Song Chen.


"Ya sudah, mari kita tidur," ajak Feng Lias masuk ke dalam tempat tinggalnya.


"Hey kelinci kecil, ayo bangun, aku membawakan makanan untukmu," ucap Feng Lias mengeluarkan makanannya dan meletakan di samping tempat tidurnya.


"Auauauau," celoteh Momo.


"Ah tidak usah berterima kasih, habiskan saja makanannya," ucap Feng Lias menarik selimutnya dan memejamkan matanya.


Beberapa saat kemudian, Feng Lias bangun dan melihat Song Chen sudah tertidur lelap, dan Momo juga sudah tertidur. Feng Lias diam-diam pergi meninggalkan tempat tinggal dan menuju hutan fuyuna.


"Kira-kra di mana tempat yang yang ada pelindungnya ya, soalnya di sini tidak ada pelindungnya sama sekali, lebih baik aku berlatih buku jurus yang aku dapatkan di ruang tekanan itu," ucap Feng Lias mengeluarkan buku jurus dari cincin penyimpanannya.


Mempelajari Jurus hitam.


Memuat...


Mulai...


10%...


20%...


30%...


40%...


50%...


60%...


70%...

__ADS_1


80%...


90%...


100%...


Selesai.


Poin Anda di potong 60 poin.


Sisa Poin Anda 20 poin.


"Wah... di sini banyak jurus yang bisa di pelajari dan juga bisa menyatukan dengan jurus yang ku dapatkan dan jurus di dalam ini bahkan bisa di satukan dan menjadi kekuatan yang lebih besar lagi, tidak sia-sia aku mengambilnya," ucap Feng Lias tersenyum puas.


JURUS ASAP HITAM


Jurus itu mengeluarkan asap hitam dan tubuh Feng Lias tertutup dan jadi menghilang dan ia bisa menyerang lawannya tanpa di sadari.


Feng Lias kembali ke semula.


"Adakah jurus yang cocok untukku?" tanya naga emas itu keluar dari cincin penyimpanannya.


"Jurusmu adalah api legendaris, itu sudah cukup kuat, untuk apa kau menambahnya lagi," ucap Feng Lias.


"Aku ingin menyatukan jurus lainnya untuk bisa melawan pendekar tubuh suci," ucap naga emas itu di samping Feng Lias melihat isi buku tersebut.


"Mungkin jurusmu dengan jurus merah delima ini cocok," ucap Feng Lias.


"Baiklah akan aku coba, tapi apa kau yakin jika di tempat ini tidak ada yang datang melihat kita?" tanya naga itu melihat sekeliling.


"Jika kau tidak yakin kenapa kau keluar," ucap Feng Lias.


Bersambung


Duaaaaarrrrrrrrr!

__ADS_1


__ADS_2