
"Aku penasaran dengan isinya," ucap Naga emas itu.
"Ternyata ada satu jurus yang apa bila bertambah level maka akan bertambah kekuatannya, yaitu jurus ledakan semesta. Haisshhh... poinku sudah habis," keluh Feng Lias.
"Poin? Poin apa maksudmu?" tanya Naga emas itu.
"I-itu, poin untuk pembayaran," jawab Feng Lias Beralasan.
"Itu koin, kamu kenapa melantur saja, aku ingin mencoba jurus lagi," ucap Naga emas itu.
"Aku juga ingin mempelajari jurus yang tadi saja dulu," ucap Feng Lias.
Mereka pun berlatih jurus yang mereka dapatkan tadi.
Naga itu menyemburkan api legendarisnya menjadi warna merah terang menghanguskan sebagian hutan itu dan apinya menjulang tinggi.
"Eh, kenapa ada api aneh di hutan Fuyuna?" tanya salah satu penjaga akademi yang berdiri di pos penjaga yang sengaja di buat sangat tinggi agar bisa melihat luas dari atas.
"Hey bangun! Lihat di hutan fuyuna itu ada api aneh," panggil temannya mengotang-goyangkan tubuh penjaga yang lain.
"Mana?" tanyanya sambil mengucek matanya karena masih ngantuk.
"Eh kok hilang, apa aku salah lihat?" tanya Penjaga itu heran karena apinya sudah menghilang.
"Hey! Kenapa kau menyemburkan api sangat besar, bagaimana jika seseorang menyadari kita!" teriak Feng Lias kepada naga itu.
"Jurusnya sangat hebat, api legendarisku menjadi pulih kembali dan semakin kuat," ucap naga itu senang.
"Iya, tapi tidak membakar hutan ini juga kali, bagaimana jika kita ketahuan," ucap Feng Lias kesal.
"Lain kali kau cari tempat latihan yang sepi saja, agar aku bisa latihan dengan tenang," ucap naga emas itu.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak mencarinya sendiri," ucap Feng Lias manyun.
"Jika bisa aku ingin mencarinya sendiri, tunggu aku bisa menjadi hewan tubuh suci, aku akan menguasai dunia hahaha," ucap Nega emas itu tertawa.
"Diam kamu, cepat masuk ke cincinku, kita lebih baik Pulang sebelum kita ketahuan," ucap Feng Lias berlari kembali menuju tempat tinggalnya secara diam-diam.
Saat Feng Lias menutup pintu, tiba-tiba Song Chen bangun.
"Eh Feng Lias, kamu dari mana?" tanya Song Chen mengucek matanya.
"Oh aku tadi tidak bisa tidur, jadi aku duduk di luar sebentar menghirup udara malam," ucap Feng Lias ngasal.
"Oh," jawab Song Chen kembali tidur.
Feng Lias juga kembali naik ke ranjangnya tidur di tempat tidurnya.
xxxxx
Ke esokan paginya.
"Hm... Ada apa?" tanya Feng Lias masih mengantuk.
"Bangun, guru sudah datang mengajak kita sarapan," ucap Song Chen.
"Hm, baiklah," ucap Feng Lias. Ia duduk sebentar di ranjangnya lalu memasukkan momo ke dalam cincin penyimpanannya.
"Mari kita sarapan dulu," ajak Xiet Ming.
"Baik Guru," angguk Feng Lias.
Mereka pun pergi menuju kantin. Sesampainya di kantin.
__ADS_1
"Ayo duduk," ajak Xier Ming.
Feng Lias dan Song Chen duduk di kursi berhadapan dengan Xier Ming.
"Maaf guru, kami tak punya uang," ucap Feng Lias.
"Tidak apa-apa, kalian latihan saja yang rajin, jika kau ingin membalas budi guru, kau harus menang di pertandingan akhir bulan nanti," ucap Xier Ming.
"Baik Guru," angguk Feng Lias.
"Pesan sup asam manis 3 mangkok," ucap Xier Ming.
"Sebentar ya Nona Xier Ming," ucap pelayan warung itu.
Bla bla bla bla bla bla bla bla.
"Iya, aku juga dengar begitu," jawab yang lain.
"Wah siapa yang melakukannya? Katanya api itu sangat besar sehingga membuat hutan itu terbakar ludes," jawab yang lain.
"Apa yang mereka bicarakan?" tanya Dong Chen Heran.
"Itu kejadian tadi malam, salah satu penjaga melihat kobaran api dari hutan fuyuna hanya saja tiba-tiba api itu menghilang ketika dia membangunkan temannya, tadi pagi karena penasaran, para penjaga itu melihat jika hutan itu benar terbakar. Yang mengejutkan api itu hanya terlihat sebentar, tapi kenapa bisa membakar hutan sedemikian rupa? Seharusnya dengan terbakarnya hutan itu apinya cukup besar dan lama, apa ada jurus seseorang yang membakar hutan itu? Apa jangan-jangan kamu?" tanya Xier Ming menatap Feng Lias.
"Iya, tadi malam 'kan kamu di luar, apa tidak melihat api besar itu?" tanya Song Chen penasaran.
"Aku lebih baik menjawab pertanyaan Song Chen, dari pada guru, aku takut jika guru mencurigaiku," ucap Feng Lias dalam hati.
"Hm aku melihatnya sebentar, aku juga berpikir mungkin aku salah lihat, jadi aku tidak mempedulikannya," jawab Feng Lias ngasal.
"Baguslah jika bukan kamu, jika kamu mengatakan tidak ada, guru mencurigai kamu yang melakukannya," ucap Xier Ming.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? jika melakukan sesuatu apa akan di hukum?" tanya Feng Lias.
Bersambung