
"Apa aku harus membangunkannya atau tidak ya?" tanya Xier Ming ragu-ragu
"Guru, apa yang di lakukan Feng Lias sampai sekarang ia masih mengangkat batunya?" tanya Song Chen heran.
Para murid yang ada di sana juga terkagum-kagum dengan kekuatan fisik Feng Lias.
"Guru juga tidak tahu, guru akan membangunkannya," ucap Xier Ming.
Xier Ming mengangkat tangannya ke atas langit.
JURUS AIR HUJAN
Tiba-tiba saja hujan, Xier Ming menurunkan hujan itu ke arah Feng Lias, karena kekuatannya jurus itu terbatas jadi tempat lain tetap dengan cuaca yang bagus.
Feng Lias membuka matanya dan ia pun melempar batunya ke tanah.
"Syukurlah jika kamu sadar," ucap Xier Ming lega.
"Eh, ternyata sudah sore," ucap Feng Lias sadar.
"Iya, tidak tahu apa yang kau hayati tadi," ucap Xier Ming.
"Guru tadi menyuruhku menutup mata, dan aku lakukan, setelah itu seluruh energi masuk ke dalam tubuhku dan itu terasa hangat dan nyaman, aku rasa mungkin aku tertidur," ucap Feng Lias.
__ADS_1
"Apa! Kau bisa tidur seperti itu juga? Tidurmu sangat unik," ucap Xier Ming menyengir.
"Ini waktunya pulang, ayo guru traktir kamu makan yang enak seperti yang guru janjikan," ucap Xier Ming membawa kedua muridnya pergi meninggalkan bukit tersebut.
"Pantas saja dia tidak butuh murid yang banyak untuk di latih, Hanya Feng Lias seorang saja itu membuat ia bisa terangkat tinggi, dia memang patut mendapat peringkat pertama di ruang tekanan. Haish...aku yang kurang cepat mencarinya" ucap Shing Lei.
Xier Ming membawa di warung pasar akademi, di sana banyak jualan batu permata dan meberima batu permata yang bisa di tukarkan dengan senjata atau obat-obatan yang di perlukan oleh para murid.
"Guru, jika ingin membeli sesuatu, apa bisa di tukar dengan uang koin?" tanya Feng Lias.
"Bisa juga, tapi di sini lebih banyak menerima batu permata karena batu permata jika di jual di luar, maka mereka lebih banyak mendapatkan uang koin," ucap Xier Ming menjelaskan.
"Oh begitu ya, lalu dari mana kami mendapatkan batu permata?" tanya Song Chen.
"Apa tidak apa-apa mereka mencurinya? Apa mereka tidak di hukum?" tanya Feng Lias.
"Kau sangat lugu Feng Lias, di dunia ini kekuatanlah segala-galanya, jika tidak kuat maka kita akan di tindas, lagi itu adalah perbatasan antara akademi Ukira dan akademi Mahyong, jadi apa pun yang murid lakukan di sana kepala akademi tidak bertanggung jawab, makanya bagi mereka yang tak berani, mereka memilih untuk menerima batu permata dari akademi saja, orang-orang penjual di sini adalah rata-rata dari murid akademi yang tidak berkembang, nanti akan di adakan pertandingan antar akademi, guru harap kau bisa mengikutinya agar kau bisa berkembang," ucap Xier Ming.
"Menerima saja bukalah gayaku, aku juga ingin masuk ke hutan Moge mencari batu permata sebanyak-banyaknya, dan mengikuti setiap pertandingan yang ada," ucap Feng Lias Yakin.
"Tapi guru, dari mana akademi mendapatkan batu permata sehingga bisa memberi muridnya batu permata?" tanya Song Chen penasaran.
"Dari pajak pasar dan sewa tempat, lihatlah, sebanyak ini yang bertransaksi jual beli apa tidak untung banyak," ucap Xier Ming.
__ADS_1
"Wah benar juga," angguk Song Chen melihat sekeliling.
"Di tambah lagi di adakan perburuan hewan buas, siapa yang paling banyak mendapatakan batu permata dia yang menang dan di beri ia ruang latihan tempat para murid elit latiha selama 1 minggu, juara ke dua 5 hari latihan dan juara tiga 3 hari latihan," jawab Xier Ming.
"Wah... itu pasti sangat menabjubkan," ucap Song Chen.
"Ayo kita ke kantin itu," ajak Xier Ming menuju warung makan.
Mereka pun masuk ke dalam warung makan itu.
"Anda pesan apa Nona Xier Ming?" tanya pelayan tersebut.
"Aku ingin pesan daging sapi saos pedas manis," ucap Xier Ming.
"Baik Nona, tunggu sebentar ya," ucap pelayan itu menuju arah dapur.
"Hey apa kalian dengar jika Choi Meng murid elit nomor satu malah di kalahkan murid yang baru masuk, apa kalian tidak meragukan dia, sebenarnya dia tidak cukup kuat karena ia dengan mudah di kalahkan anak baru masuk,' ucap yang lain.
Berambung
Jangam lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1