
"Kau harus permisi dulu dengan ibuku jika kau ingin memanfaakanku," ucap Feng Lias.
"Aku bukan memanfaatkanmu," ucap Song Chen merangkul tangan Feng Lias.
"Secara tak langsung kau memang memanfaatkanku," ucap Feng Lias.
"Bibi bolehkah aku menjadi temannya, aku janji tidak akan menyusahkannya," ucap Song Chen mengangkat 2 jarinya.
"Asalkan kau tidak menyakitinya dan menghianatinya," ucap ibu.
"Aku janji bibi, aku akan tidak mengkhianatinya," ucap Song Chen.
"Karena kau sudah berjanji maka bibi percayakan kepadamu," ucap Ibu.
"Terima kasih Bibi," ucap Song Chen senang.
Selesai makan, Feng Lias dan ibu bersiap-siap pulang ke pondoknya yang hanya di tutupi dengan dedaunan.
"Ibu, pulang ini biar aku yang tunggangkan kudanya," ucap Feng Lias.
"Apa kamu yakin?" tanya Ibu.
"Tentu saja, aku harus bisa menunggang kuda," ucap Feng Lias menaiki kudanya.
Song Chen juga naik kuda di belakang Feng Lias.
"Hey, apa-apaan ini! Jika orang melihat kita seperti ini mereka pasti akan berpikir yang tidak-tidak," ucap Feng Lias marah.
"Ayolah, aku juga tidak tertarik dengan pria, aku hanya ingin mengajarimu saja," ucap Song Chen mengambil tali dan mereka malah terlihat seperti sepasang kekasih.
"Hey! Kau lebih baik pulang ke keluarga songmu," ucap Feng Lias.
"Ah kelurgaku juga tidak menganggapku karena aku orangnya pemalas dan tidak suka berlatih, maka dari itu aku ingin ikut denganmu agar aku bisa berkembang bersama denganmu," ucap Feng Chen tersenyum.
Feng Lias menendangnya dan Song Chen jatuh ke tanah.
"Aduuuuhh!" teriak Song Chen memegang pinggangnya dan Feng Lias pun memegang tali kendali dan mengerakkan kuda itu agar ia berjalan.
"Hey! Feng Lias, tunggu!" teriak Song Chen berlari dan ia pun melompat ke atas kereta kuda.
"Maaf ya Bibi, aku numpang sama kalian," ucap Song Chen.
"Tidak apa-apa," jawab Ibu tersenyum sambil mengelus kepala Momo.
Sesampainya di tempat tinggalnya, mereka pun turun dan Feng Lias membantu ibu menurunkan peralatannya dari kereta kuda.
"Oh ini rumahmu?" tanya Song Chen melongo melihat rumah yang sangat memperhatinkan.
"Lalu kenapa? Jika kau ingin tidur yang nyaman, kau boleh pulang sekarang," ucap Feng Lias.
"Baiklah, aku akan tidur di sini," ucap Sing Chen pasrah.
"Ya kau tidur saja di sini, kami akan tidur di kereta kuda," jawab Feng Lias enteng.
"Eh mana bisa begitu, biar ibumu saja yang tidur di dalam kereta kuda, aku dan kamu tidur di sini," ucap Song Chen memegang tangan Feng Lias.
"Hey! Kita tidak akrab denganmu, di dalam kereta kuda muat dua orang jika tidur dan kau silakan cari tempat tidur lain," ucap Feng Lias.
"Ayolah, kita tidur bersama," ucap Song Chen.
"Itu sangat menjijkan tidur bersamamu, aku lebih baik tidur dengan kuda," ucap Feng Lias kesal.
Ibu hanya tertawa melihat dua pemuda yang sedang bertengkar, namun ibu tau, anaknya hanya kasar di bibir saja, tapi di hatinya sangatlah baik.
Tak terasa hari sudah gelap, perlahan-lahan matahari menyembunyikan cahayanya yqng berganti dengan bintang di malam hari.
"Ini masih ada sisa supnya, mari kita makan," ajak Ibu.
Mereka pun duduk bersama sambil menyantap makanannya.
"Ibu istirahatlah di dalam kereta kuda, aku akan berlatih sebentar," ucap Feng Lias setelah mereka selesai makan.
"Baiklah, ibu juga sangat lelah, kau pergilah," ucap ibu.
Feng Lias pun menuju tanah lapang di belakang rumahnya dan duduk bersila.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Song Chen yang tiba-tiba nongol.
"Jangan berisik, lakukan saja apa yang kau mau, asal tidak mengangguku," ucap Feng Lias memjamkan matanya.
"Baiklah, aku akan berlatih juga," ucap Song Chen duduk dan memejamkan matanya.
Gunakan poin untuk naik level.
Penaikan level.
__ADS_1
Memuat...
Loading...
Mulai...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai
Poin Anda di potong 30 poin
Sisa poin Anda 180 poin.
Selamat Anda naik di level 5
Zzzzzttttttt!
Zzzzzttttttt!
Song Chen sangat kaget saat melihat Perubahan Feng Lias.
"Kenapa naik levelnya hanya hitungan detik saja, wah... dia sangat berbakat," ucap Song Chen kagum.
"Aku harus menambahkan untuk jurus pedangku," ucap Feng Lias membuka system dari layar monitornya.
(Selamat, Anda bisa mengunclok jurus pedang selanjutnya)
(Selamat, Jurus pedang Hembusan Api Anda dapatkan, silakan pelajari)
Gunakan poin untuk mempelajari jurus pedang
Mempelajari jurus pedang
Memuat...
Loading...
Mulai...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai
Poin Anda di potong 20 poin
Sisa poin Anda 160 poin.
(Selamat Jurus pedang hembusan Api di pelajari)
__ADS_1
Feng Lias kembali membuka layar monitornya dan memilih jurus.
(Selamat, Anda mendapatkan jurus baru, Jurus Ledakan api murni, silakan pelajari)
Gunakan poin Untuk mempelajari jurus
Mempelajari jurus
Memuat...
Loading...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai
Poin Anda di potong 20 poin
Sisa poin Anda 140 poin.
(Selamat, Jurus Ledakan Api murni di pelajari)
Feng Lias pun berdiri dan siap berlatih.
JURUS LEDAKAN API MURNI
Duaaaaaarrrrrrr!
Api itu bukan lagi berwarna merah, melainkan berwarna putih dan membakar yang ada di depan mata dan hilang tanpa jejak.
"Wah... ini sangat keren," ucap Feng Lias kagum.
Prok!
Prok!
Prok!
Suara tepuk tangan dari Song Chen dari belakang.
"Kau benar-benar mengagumkan, tidak sia-sia aku berteman denganmu," ucap Song Chen bangga dan merangkul pundak Feng Lias.
"Jangan mendekat, atau kau akan jurusku," ucap Feng Lias.
"Ampun, jangan! Aku tidak mau beralhir seperti pohon-pohon itu," ucap Song Chen mengibas-kibaskan tangannya.
Kali ini Feng Lias megeluarkan pedangnya.
JURUS PEDANG HEMBUSAN API
Duuuuaaaaaaaarrrrrrrrr!
Api berkibaran seperti terhembus angin dan membesar membakar hingga ke akar-akarnya.
"Levelku sudah level 5, berarti aku bisa melawan level 7," ucap Feng Lias.
"Kau sangat hebat, kau bahkan bisa melawan yang levelmu yang saat ini setara dengan level di atasmu, kaulah orang yang berbakat sesungguhnya, kau juga berkembang tanpa batas," puji Song Chen kagum.
"Dari tadi kau terus memujiku, bilang saja jika aku berguna untukmu," ucap Feng Luas menatap sayup Song Chen.
"Ayolah, kita sudah resmi berteman, kau jangan seperti itu kepadaku," ucap Song Chen.
"Kapan aku menganggapmu teman," ucap Feng Lias.
"Pokoknya aku akan terus ikut denganmu, kemana pun kau mau sampai engkau terima aku jadi temanmu," ucap Song Chen percaya diri.
"Terserah mu saja," ucap Feng Lias pasrah, mengusirnya pun ia tak juga pergi. Nggak tau mereka semua pada menempel dengan Feng Lias.
__ADS_1
Bersambung