
"Ya sudah cepat pulang dan beristirahat," ucap Xier Ming membalikkan badannya.
"Guru," panggil Feng Lias.
Xier Ming membalikkan badannya dan mengangkat alisnya. "Ada apa?" tanya Xier Ming.
Feng Lias mendekati Xier Ming dan berdiri di hadapan Xier Ming.
Feng Lias mengeluarkan gelang yang ia beli tadi lalu meraih pergelangan tangan Xier Ming lalu memasangnya.
"Kemaren guru sangat ingin membeli gelang, jadi aku membelinya, semoga guru suka," ucap Feng Lias.
"Feng Lias tapi… ini gelang sangat mahal, bagaimana kau membelikan guru barang mahal ini?" tanya Xier Ming melihat gelang yang sudah terpasang indah di pergelangan tangannya.
"Tidak apa-apa guru, guru juga sudah banyak membantuku, aku tidak bisa membalasnya, jadi hanya gelang murahan ini yang bisa aku berikan," ucap Feng Lias.
Dag dig dug
"Feng… Feng Lias, kamu…" Xier Ming tak bis berkata-kata dengan wajah merona.
"Guru ingin bicara apa? Katakanlah, dan kenapa wajah guru memerah? Apa udaranya panas?" tanya Feng Lias mendekati wajah Xier Ming dan memegang dahi Xier Ming untuk merasakan suhu tubuh Xier Ming.
"Guru tidak sakit," ucap Feng Lias menurunkan tangannya.
"Ehm... kamu cepatlah istirahat," ucap Xier Ming berlari menjauh.
"Hm… siapa yang akan istirahat, aku igin menyelam di dalam danau ini," ucap Feng Lias melihat kiri kanan, setelah merasa tidak ada yang melihatnya, Feng Lias menyebur masuk ke dalam.
Ia melewati penghalang ita tanpa gangguan lagi dan juga melewati penghalang ketiga juga.
Sampailah ia di bawah.
Gunakan poin untuk memperpanjang oksigen
Memuat...
__ADS_1
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
100%…
Selesai
Poin Anda di potong 50 poin untuk 5 menit
Poin Anda [5.450]
"Sepertinya batu ini terlalu besar dan tidak bisa di masukkan ke dalam cincin penyimpanan, aku harus cepat atau aku mati di sini karena tak bisa bernafas," ucap Feng Lias.
JURUS PEDANG TANPA MATA
Duuuuaarrrrr!!!
Kali ini ia dapat bongkahan yang lumayan besar.
__ADS_1
"Baiklah, ambil satu bongkah lagi," ucap Feng Lias.
JURUS PEDANG TANPA MATA TINGKAT 2
Duuuuuaaaaaarrrrr!!!
Feng Lias dapat bongkahan lebih besar lagi, ia memasukkan ke dalam cincin penyimpanannya.
Hawanya sedikit berbeda, Feng Lias pun keluar dari kolam tersebut.
"Huft… huft… huft…" Feng Lias keluar dari kolam tersebut dengan nafas yang tersengal-sengal.
Feng Lias pun dengan cepat pulang ke tempat tinggalnya.
Sesampai di rumahnya ia mengeluarkan batu tersebut dan meletakkan di lantai lalu mengeluarkan Momo dari cincin penyimpanannya dan meletakkan pedang di sampingnya.
Batu itu pun perlahan-lahan terurai dan mengarah ke Momo dan pedangnya.
Lama kelamaan Momo terlihat membesar dari ukurannya yang tadi namun lebih sedikit langsing dan juga naga yang ada di pedangnya pun terbangun.
"Feng Lias," lirih naga itu.
"Wah ternyata benar, batu ini bisa membangunkanmu," ucap Feng Lias senang.
"Tapi batu ini juga bagus untuk revolusi Momo," ucap Feng Lias mengangguk-angguk.
"Bagaimana keadaan kamu saat ini?" tanya Feng Lias kepada naga itu.
"Aku masih sedikit lelah dan masih ingin tidur lagi," ucap Naga itu dan naga itu pun tertidur lagi.
"Apa batu segini belum cukup ya, aku akan mengambilnya lagi nanti," ucap Feng Lias.
Momo kembali ia masukkan ke dalam cincin penyimpanannya dan Feng Lias pun tidur.
Bersambung
__ADS_1