
JURUS PERISAI ES
Duuuaaaarrrr!
Jurus Choi Meng pecah.
Ding ding
Misi baru
Kalahkan dia
Hadiah 300 poin.
"Kurang ajar! Aku akan menghabisimu," ucap Meng geram.
"Keluarkan saja semuanya jurus terkuatmu," tantang Feng Lias
Choi Meng terbakar api kemarahan pun menegeluarkan jurus terhebatnya dengan senjata terhebatnya.
Choi Meng mengangkat senjatanya ke atas ke arah langit.
SENJATA TOMBAK DEWA
JURUS PEMBELAH LANGIT
Duuuuaaarrrrr!!!
Tombaknya mengeluarkan cahaya yang tersulut langsung kelangit, ia meminjam kekuatan langit.
"Aku harus memutuskan kekuatannya sebelum dia benar-benar menjadi kuat," ucap Feng Lias.
JURUS PEMBELAH CAHAYA
Duuuuaaaaaarrrrr!!!!!
Choi Meng langsung terpental jauh dan ia tersulut oleh cahaya dari langit dan tubuhnya terbakar oleh cahaya itu.
Setelah cahaya itu kembali naik ke atas langit, Feng Lias mendekati Choi Meng yang sudah tak sadarkan diri, dengan baju yang sudah robek-robek hangus terbakar.
Ding ding
Selamat Anda mendapatkan hadiah 100 poin
Poin Anda [3.600]
Kekuatan [60/100]
Kelincahan [60/100]
Level [8]
Kekuatan Jurus [60/100]
Energi [50/100]
"Heh! Kesempatanku datang," ucap Feng Fuan mendekati Choi Meng.
"Feng Lias! Apa yang sudah kau lakukan! Kau membunuhnya tanpa alasan! Aku akan memberi tahu kepada kepala akademi bahwa kau membunuh sesama murid," ucap Feng Fuan mengirim sinyal berupa kembang api dan semua orang berkumpul di sana.
Diam-diam Feng Fuan membunuh Choi Meng, awalnya Choi Meng hanya tidak sadarkan diri saja, Feng Fuan menusuk Choi Meng dengan pisau kecil namun pisau itu menembus kejantungnya dan Choi Meng pun mati.
Semua orang berdatangan ke tempat kejadian.
"Apa yang terjadi?" tanya salah satu teman Feng Fuan.
"Feng Lias sudah membunuh Choi Meng, padahal di akademi di larang membunuh sesama murid, dia sudah melanggar aturan akademi, dia pantas di hukum," ucap Feng Fuan membelalakan matanya.
Feng Lias hanya terdiam, ia sendiri tidak tahu kenapa ini bisa terjadi, cuma ia merasa jika tadi Choi Meng hanya pingsan.
Kepala akademi dan wakil akademi pun datang, tak terkecuali Xier Ming juga datang dan menghampiri Feng Lias.
"Hormat kepada Kepala akademi, aku ingin memberi tahu jika Feng Lias sudah membunuh Choi Meng tanpa alasan, aku siap menjadi saksinya, karena hanya ada aku yang melihat kejadian tadi," ucap Feng Fuan berlutut memberi hormat.
Yang lain juga berlutut dan memberi hormat kepala kepala akademi.
"Hormat kepada kepala, kami memang saling menyerang karena ingin membela diri, tapi aku tidak membunuhnya," ucap Feng Lias berlutut dan memberi hormat.
"Dia bohong Kepala akademi, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dia yang tiba-tiba menyerang Choi Meng dari belakang, aku rasa dia diam-diam menyerang demi untuk membalas dendamnya kepada Choi Meng atas pertengkaran mereka waktu itu, harap Kepala akademi memberi di hukuman, meskipun dia adalah salah satu saudaraku tapi ia jika ia melakukan kesalahan dia tetap harus mendapat hukuman," ucap Feng Fuan.
"Wah… Feng Fuan sangat bijak sana dan adil ya, dia sangat pantas menjadi pemimpin," puji murid yang ada di sana.
"Iya, aku setuju jika dia yang mewariskan kerajaan kakeknya," ucap murid yang lain.
Feng Fuan menundukkan kepala menyeringai penuh kemenangan.
"Aku dengar Feng Lias dan Choi Meng memang bertengkar dan mereka saling menyerang, mungkin karena FengbLias tidak sanggup menghadangnya langsung, makanya dia membunuhnya secara diam-diam," tebak mereka.
"Tapi bukannya Choi Meng yang duluan mencari masalah dengan Feng Lias gara-gara namanya tergeser di ruang tekanan," ucap yang lain.
Xier Ming memberi hormat. "Maaf Kepala akademi, aku rasa muridku tidak membunuhnya, mohon kepala akademi selidiki dengan jelas," pinta Xier Ming memohon.
__ADS_1
Feng Lias mendekati Xier Ming. "Guru, jangan memohon untukku, aku akan mempertanggung jawab kesalahanku," ucap Feng Lias.
"Bawa tubuh Choi Meng ke tempat tabib akademi," perintah Kepala akademi.
"Baik Kepala akademi," ucap para penjaga mentor membawa tubuh Choi Meng.
"Untuk Feng Lias bawa dia tahankan di dulu sampai di benar-benar terbukti tidak bersalah," ucap kepala akademi.
"Baik Kepala akademi," ucap mentor yang lain membawa Feng Lias.
"Feng Lias," lirih Xier Ming tak rela jika muridnya di bawa, ia pun mengikuti Feng Lias yang di bawa ke tempat tahanan.
"Feng Lias, guru pasti akan membersihkan namamu," ucap Xier Ming merasa sedih.
"Tidak apa-apa guru," ucap Feng Lias tersenyum kecut.
"Kak Lias!" panggil Feng Miao berlari ke arah Feng Lias namun tangannya di tangkap oleh Feng Fuan.
"Kak Lias," panggil Feng Miao lagi. "Kak Fuan, lepaskan," ucap Feng Miao berusaha melepaskan pegangan Feng Fuan.
"Tidak! Kau jangan mendekatinya, dia sudah melakukan kejahatan dan kau jangan berbelas kasih dengan orang kejam itu," ucap Feng Fuan.
"Kakak bilang apa! Kenapa kakak mengatakan itu, dia juga dari keluarga kita, bagaimana mungkin kakak bisa mengatakan dia kejam, aku percaya dia pasti tidak melakukannya," ucap Feng Miao sedih.
"Untuk apa kau berbelas kasihan dengannya, dia bukan lagi keluarga kerajaan, jangan sekali-kali kau mendekatinya atau aku akan menghabisi dia," ancam Feng Fuan dengan tatapan tajam.
Feng Miao terdiam dan mengurungkan niatnya untuk melihat Feng Lias.
Feng Lias di masuk ke dalam sebuah tempat yang kosong, ia di jaga oleh beberapa orang agar tidak kabur.
Feng Lias menyandarkan tubuhnya di dinding. Ia mengeluarkan pedangnya.
"Hey naga, jika kau sudah sadar maka jawablah aku," panggil Feng Lias mengunakan telepati.
"Aku sudah sadar, terima kasih atas usahamu untuk membangunkanku, tapi aku rasa tubuhku masih sedikit lemah," ucap Naga itu.
"Baiklah sisanya aku mengunakan poin untuk penyembuhanmu, tapi sebelumnya aku harus menambahkan energiku dulu," ucap Feng Lias.
Gunakan poin untuk menambahkan energi.
Poin Anda di kurang 170 poin
Poin Anda [3.430]
Kekuatan [60/100]
Kelincahan [60/100]
Level [8]
Kekuatan Jurus [60/100]
Energi [50/100]
Gunakan poin untuk menambahkan energi naga legendaris
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
70%…
90%…
100%…
Selesai.
Poin Anda di kurang 50 poin
Poin Anda [3.380]
Naga itu merenggang tubuhnya melurus dari pangkal ke ujung pedang.
"Astaga! Ingin rasanya aku ingin keluar dari pedang ini untuk merenggangkan tubuhku dan sedikit pemanasan," ucap naga itu.
"Kau ingin menambah masalah lagi untukku," ucap Feng Lias.
"Heh! Itu kan masalah yang kau buat sendiri, tapi apa kau ingin aku membantumu keluar dari sini?" tanya naga itu.
__ADS_1
"Tanpa bantuanmu pun aku bisa keluar dari sini, tapi apa itu bisa melepaskan aku dari rumor dan fitnah ini untuk membersihkan nama baikku," jawab Feng Lias.
"Bagaimana jika aku buat keributan di hutan fuyuna, setelah aku membuat keributan aku kembali masuk ke dalam pedangmu, dan mereka pasti akan terus berfokus ingin menangkapku dan melupakan kejadian ini," saran Naga emas itu.
"Jangan lakukan yang membahayakan dirimu, belum saatnya untuk kau keluar, aku akan cari cara untuk melepaskan diriku," ucap Feng Lias.
"Aku hanya ingin membantumu karena kau sudah membangunkanku," ucap Naga itu.
"Ini buku jurus, mungkin ada jurus yang membuatmu menjadi kuat lagi," ucap Feng Lias. buku itu masuk ke dalam pedang tersebut.
Feng Lias mengeluarkan layar monitor Systemnya.
Ia mengetik sesuatu dan mencari jawabannya.
"Cara lari dari kenyataan. Eh kenapa harus lari. Coba ketik, cara menghadapi kenyataan. Hm… sepertinya kurang pas, cara menghadapi masalah hidup. Ini memang masalah hidup, tapi… coba yang ini saja. Cara mengetahui kematian Choi Meng," ketik Feng Lias.
[Lihat dari punggung Choi Meng ada bekas tusukkan pisau yang menembus jantungnya, pemilik pisau itu adalah Feng Fuan, tapi Tuan tidak perlu khawatir karena besok masalahnya akan ada yang menyelesaikannya]
"Pantas saja dia ingin sekali kepala akademi untuk membunuhku, ternyata dia yang sudah membunuh Choi Meng lalu menuduhku membunuhnya, lempar batu sembunyi tangan, dia benar-benar licik, tidak tau apa kesalahanku sampai dia harus berbuat begitu denganku," ucap Feng Lias kesal.
"Aku harus menemui Kepala akademi, atau aku bertelepati saja dengan kepala akademi," ucap Feng Lias.
Feng Lias memejamkan matanya lalu meletakkan kedua jari di kedua sisi kiri dan kanan kepalanya.
"Kepala Akademi," panggil Feng Lias.
Dan telepati itu di tanggap oleh kepala akademi.
"Ada apa kau sampai bertelepati denganku?" tanya kepala akademi.
"Hormat kepada kepala akademi, maaf jika aku tidak sopan bertemu dengan Anda dengan cara seperti ini, tapi aku tidak menemukan cara yang lain untuk berbicara dengan Anda," ucap Feng Lias.
"Katakan apa yang ingin kau sampaikan," ucap kepala akademi.
"Yang membunuh Choi Meng bukan aku kepala akademi, tapi Feng Fuan, ada bekas tusuk pisau kecil dari punggung Choi Meng yang menembus jantungnya, dia melakukan saat dia menopang kepala Choi Meng di saat Choi Meng terkena jurusnya sendiri, aku memang melakukan kesalahan karena sudah memutuskan hubungan antara jurus Choi Meng dengan kekuatan langit agar ia tidak bisa meminjam kekuatan langit, jika tidak dia akan semakin kuat dan membunuhku, harap Kepala akademi memeriksa, maaf jika ini tidak sopan dan lancang," ucap Feng Lias.
"Tidak apa-apa, aku akan menyelidikinya," ucap kepala akademi.
"Terima kasih kepala akademi, saya pamit undur diri dulu," ucap Feng Lias.
Kepala akademi mengangguk dan telepatipun terputus.
"Huh! sepertinya ini sedikit melegakan hati," ucap Feng menarik nafasnya lalu membuangnya dengan pelan dan barulah terasa melegakan.
"Aku harus menyimpan energiku untuk besok untuk menghadapi hari besok," ucap Feng Lias dan ia pun berbaring di lantai yang beralaskan rumput-rumput kering.
xxxx
Ke esokkan harinya.
Para murid sudah sibuk bergosip sana sini.
Pintu pun terbuka.
"Ayo cepat keluar," perintah penjaga itu kepada Feng Lias.
Feng Lias bangun sambil merenggangkan tubuhnya, ia di bawa ke panggung. Sedangkan para murid lain di suruh para gurunya untuk melanjutkan latihanya dan di larang menyaksikan kejadian ini karena mereka harus tetap berlatih untuk persiapan kompetisi yang sudah dekat.
Di sana, Feng Lias di dampingi oleh Xier Ming gurunya dan guru Choi Meng beserta saksi mata Feng Fuan yang di dampingi oleh Feng Miao. Sedangkan guru Choi Meng dan Feng Fuan sama.
Kepala akademi dan wakil akademi datang berdiri di atas balkon tempat yang selalu ia duduki saat ada kompetisi pertandingan.
"Hormat kepada kepala akademi dan wakil akademi," ucap mereka semua memberi hormat sambil berlutut.
Tubuh Choi Meng pun di bawa ke panggung dan di letakkan di depan mereka.
"Muridku, guru akan menuntut keadilan untukmu, guru tidak akan menyia-nyiakan nyawamu, dan kau Feng Lias kau harus di hukum mati untuk menemani muridku!" teriak guru Choi Meng memanas.
"Tenang semua, tadi malam kepala akademi mendapat kabar dari seseorang bahwa yang membunuh Choi Meng bukanlah Feng Lias, dan tubuh Choi Meng sudah di periksa terdapat luka tusukkan pisau dan Feng Lias melukainya dengan jurusnya tapi itu tidak membuatnya mati, tidak tahu apa pelakunya akan mengakuinya atau tidak," ucap seorang yang bertugas memeriksa tubuh Choi Meng.
"Apa!! Bukan Feng Lias, tapi jelas-jelas di yang membunuhnya, siapa yang tahu jika pisau itu memang miliknya dan dia menghilangkan bukti," ucap gurunya tak terima.
"Selain Feng Fuan, ada yang lain menjadi saksi mata atas kejadian ini, tapi dia tidak ingin memberi tahu siapa dirinya, dia melihat langsung kejadiannya yaitu di tepi danau, Choi Meng yang tiba-tiba menyerang Feng Lias dan bisa menghadang jurusnya, setelah itu Choi Meng mengeluarkan jurus terhebatnya untuk membunuh Feng Lias, namun di saat Choi Meng mengambil kekuatan langit Feng Lias memutuskan jurus Choi Meng dan Choi Meng tersulut oleh cahaya kekuatan langit miliknya, Feng Lias hanya datang melihat Choi Meng tanpa menyentuhnya tiba-tiba saja Feng Fuan datang dan menghampiri Choi Meng, tapi ia tidak tahu dari mana datangnya bekas tusukkan tersebut karena Feng Fuan segera memanggil semua orang dan pandangan dia pun teralihkan," ucap pria yang bertugas memeriksa tubuh Choi Meng.
Mata mereka tertuju ke arah Feng Fuan.
"Bukan aku yang melakukannya, siapa yang sudah membuat saksi palsu itu, aku ingin meminta penjelasannya karena sudah membuat saksi palsu! Di mana dia!" teriak Feng Fuan.
"Tidak perlu di cari, dia tidak ingin orang tahu dan dia sudah meninggalkan akademi ini," ucap petugas itu.
"Sialan! Dia sudah memberi kesaksian palsu dan dia malah menghilang, apa dia sengaja ingin menjebakku," ucap Feng Fuan geram.
"Dia tidak menjebakmu, tapi dia lebih baik berkata jujur dari pada menyimpan kebohongan dan itu malah akan menyiksa hidupnya, pergi adalah agar ia bisa berdamai dengan hatinya, ia memilih keluar dari akademi tempat ia bernaung, setidaknya ia pergi tanpa penyesalan, meskipun ia tak rela," ucap Xier Ming.
"Feng Fuan apa kau ingin mengakui kesalahanmu?" tanya kepala akademi angkat bicara.
"Hormat kepada kepala akademi, aku hanya ingin menyelamatkan Choi Meng saja tidak ada ingin berbuat buruk padanya, dan juga dia adalah kakak seperguruanku, mana mungkin aku melakukannya," ucap Feng Fuan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih
mampir juga ke [sysem kekayaan super box]