
"Aku bukan dari dunia ini, apa darahku tetap mengalir dari darah kerajaan?" tanya Feng Lias dalam hati.
"Semua orang juga tahu jika kau dulunya tuan muda yang tak berguna, tapi sekarangkan sudah berbeda, kau bukan tuan muda yang tidak berguna itu lagi, tapi kau bahkan melenserkan nama Choi Meng yang terkenal itu," ucap Shi Ling.
"Jadi bagaimana kabar Choi Meng sekarang?" tanya Song Chen penasaran.
"Dia sudah pulih, besok dia akan ikut perburuan, kau harus hati-hati, mereka pasti akan balas dendam dan aku rasa dia pasti tidak akan sendiri, mereka pasti beramai-ramai ingin membunuhmu," ingat Shi Ling.
"Aku tau, aku akan melawan mereka semua," ucap Feng Lias.
"Lebih baik kita pergi bersama-sama, semakin banyak orangnya semakin bagus," ucap Shi Ling.
"Terima kasih atas kebaikanmu, tapi aku sendiri saja melawannya, ini adalah pertikaianku dan dia, jika kalian tak ingin terluka lebih baik jangan ikut denganku," ucap Feng Lias.
"Jadi kau tidak juga membawaku?" tanya Song Chen.
"Kau bersama mereka saja dulu menjelang aku benar-benar menghabisi mereka semuanya," ucap Feng Lias.
"Haish... apa maksudmu? Kenapa kau ingin pergi sendiri, mana bisa begitu, kita selau bersama, saat kau dapat masalah mana bisa aku tidak di sampingmu," ucap Song Chen tak terima.
"Kau lebih baik mencari batu permata sebanyak-banyaknya biar menang dan bisa masuk ruang latihan, di sana akan mempercepat kau bertambah kuat," ucap Feng Lias.
"Tapi bagaimana aku bisa meninggalkanmu, kau sudah banyak membantuku," ucap Song Chen sedih.
"Dengan tidak mengikutiku adalah bantuan untukku," ucap Feng Lias meskipun terdengan agak kasar tapi Song Chen sadar, ia justru akan menjadi beban jika mengikuti Feng Lias, Feng Lias harus melindunginya dan juga melindungi diri sendiri, jika ia tidak mengikutinya maka Feng Lias hanya cukup melindungi diri sendiri.
"Baiklah jika begitu," angguk Song Chen pasrah.
"Baikalah, kau ikut kami saja besok, kita bersama-sama membunuh hewannya, setelah Feng Lias sudah menyelesaikan masalahnya kau akan menghampiri kami," ucap Shi Ling.
"Iya," angguk Feng Lias.
"Ini baju sudah kering, ayo kita makan bersama-sama," ajak Shi Ling.
"Ayo," angguk Feng Lias.
Mereka berempat pun pergi mencari kantin.
__ADS_1
"Bagaimana jika kita mencari makanan di luar akademi saja, kita bisa lihat pemandangan di luar sana," ajak Shi Ling.
"Yerserah kamu kamu saja," ucap Feng Lias.
Mereka berdua mengikuti Shi Ling dan Jin Chan menuju salah satu warung makan.
"Di sini cukup ramai, ayo duduk di kursi kosong itu," ajak Shi Ling menunjuk salah satu kursi yang masih kosong.
Mereka pun duduk di sana dan tiba-tiba sekelompok orang juga datang.
"Minggir kalian sana, ini adalah tempat duduk kami," ucap salah satu pria di kelompok itu.
"Apa kau buta, kami yang duluan duduk di sini," balas Shi Ling.
"Aku tidak peduli, jika aku bilang ini tempatku ya ini tempatku!" bentaknya.
"Kenapa tidak kau bilang ini warung milikmu," balas Shi Ling tak mau kalah.
Feng Lias berdiri.
"Berapa?" tanya Pelayan itu rada-rada Ngeri.
"Empat," ucap Feng Lias.
"Baik Tuan, sebentar," angguk pelayan itu.
Di rumah makan mereka sudah sering mengalami itu bagi pemilik warung.
"Kalian pergi dari sini! Ini tempat duduk kami, atau jangan salahkan kami yang akan membunuh kalian," ancam Pria itu.
"Duduklah," ucap Feng Lias tenang kepada Shi Ling.
Shi Ling pun duduk.
"Oh sepertinya kalian ingin menantang kami ya," ucapnya geram.
"Huh! Sungguh berisik, membuat orang makan saja tidak tenang," gerutu Feng Lias.
__ADS_1
Pelayan itu membawakan makanan untuk mereka.
"Jangan bawakan makanan mereka ke meja ini, buang saja makanannya, ini adalah meja kami, bawakan sushi ke sini," ucap pria itu.
"Bawakan ke sini, akan aku bereskan dengan cepat," ucap Feng Lias kepada pelayan tersebut.
"Tidak, buang saja makanannya!" teriak pria itu.
"Bawakan," ucap Feng Lias pelan tapi itu lebih menakutkan dari teriakan pria itu.
Pelayan itu pun meletakkan ramen di meja tersebut. Pria itu secepatnya ingin mengambil mangkuk ramen dan ingin membuangnya, Feng Lias dengan sigap menangkap tangan pria itu.
JURUS ANGIN TOPAN
Duuaaarr!!!
Tubuh pria itu terpental keluar dari warung tersebut.
Teman-temannya terkejut.
"Kurang ajar! Kau ingin mencari masalah, kita hajar dia," ucap temannya mengeluarkan jurusnya.
Belum Sempat mereka mengeluarkan jurusnya, Feng Lias terlebih dahulu mengeluarkan jurusnya.
JURUS ANGIN TOPAN TINGKAT 2
Duuuaaarrrrr!!!!
Brakkk!!
Mereka semua terpental terguling-guling di tanah.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1