System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 41


__ADS_3

"Oh ya, api yang kamu buat sendiri kuat sekali," ucap Long Fhu.


"Eh i-iya, karena itu gabungan dari jurus raga sukma dan jurus pedang," ucap Feng Lias.


"Kamu sungguh hebat, bagaimana jika kamu menjadi muridku saja," ucap Chai Xier Guho mengangkat dagu Feng Lias dengan jari telunjuknya.


Feng Lias mundur beberapa langkah.


"Maafkan aku, tapi aku sudah punya guru," ucap Feng Lias melihat ke arah Xier Ming.


"Jika kau sudah memilihnya ya sudahlah, aku juga nggak mungkin memaksamu untuk menjadi muridku," ucap Chai Xier Guho mengalah.


"Terima kasih," ucap Feng Lias memberi hormat.


"Oh ya, kami datang ke sini untuk mencari Feng Lias, karena kami melihat namanya berada di urutan pertama di ruang tekanan untuk mengajarinya secara khusus dan ingin memasukkannya ke murid elit," ucap Long Fhu.


"Dialah Feng Lias," ucap Xier Ming menunjuk ke arah Feng Lias.


"Apaaa!!!" teriak mereka terbelalak.


"Pantas saja jika kamu peringkat pertama di ruang tekanan, kamu bahkan bisa mengabungkan jurus biasa dan jurus pedang," ucap Long Fhu merangkul pundak Feng Lias.


"Terima kasih atas pujiannya," ucap Feng Lias.

__ADS_1


"Haishh... sayang sekali, ternyata kita terlambat," ucap Long Fhu.


"Maafkan aku," ucap Feng Lias kembali memberi hormat.


"Iya, tidak apa-apa, sama siapa pun kau ingin belajar itu sama saja, asalkan kau bahagia, tapi ingat, kamu harus nurut sama Xier Ming, jangan bikin dia marah, kalo dia marah habislah kamu, karena marah perempuan beda sama laki-laki," ucap Long Fhu berbisik.


"I-iya," ucap Feng Lias berdelik ngeri.


"Baiklah Feng Lias, belajarlah dengan giat, kami akan menanti aksimu," ucap Long Fhu tersenyum ke arah Feng Lias.


Long Fhu dan Chai Xier Guho pun pergi meninggalkan mereka.


"Ya sudah ayo kita ke tempat tinggal kalian," ucap Xier Ming.


"Ini bukannya buku jurus terlarang yang di segel, bagaimana dia mengambilnya?" tanya Xier Ming melihat punggung Feng Lias.


"Feng Lias, ini buku jurus yang kau pilih?" tanya Xier Ming.


"Eh..." Feng Lias memeriksa tubuhnya dan mendapati buku itu tidak ada di tubuhnya lagi.


"Hm... iya Guru," angguk Feng Lias.


"Kenapa kau mengambil buku hitam ini? Ini sangat berbahaya sekali dan sangat berdampak buruk bagimu jika kau tidak bisa mengendalikannya," ucap Xier Ming khawatir.

__ADS_1


"Tenang saja Guru, aku mengambil dan ingin mempelajarinya karena aku yakin jika aku bisa mengendalikannya, guru tak perlu khawatir tentang itu," ucap Feng Lias menyakinkan Xier Ming.


"Haisshhh... ya sudahlah, aku akan membimbingmu, jika terjadi sesuatu aku akan tanggung jawab karena kau muridku, aku percaya kau masih punya rahasia lainnya di tubuhmu, aku harap kau punya keajaiban lainnya juga, berjanjilah jika kau bisa mengendalikannya," ucap Xier Ming mengingatkan.


"Baik Guru, aku berjanji akan mengendalikan sepenuhnya dan menyatukannya menjadi kekuatanku," ucap Feng Lias menyakinkan.


"Baiklah, guru percaya padamu," angguk Xier Ming menyerahkan buku jurus kepada Feng Lias dan Feng Lias menerimanya.


"Tapi ngomong-ngomong, bagaimana kamu mengambilnya, aku pernah mencobanya tapi itu sangat panas dan tanganku hampur saja terbakar," ucap Xier Ming penasaran.


"Hm... itu... aku mengambilnya dengan jurus api murniku," ucap Feng Lias.


"Berarti jurus api murnimu sangat spesial ya," ucap Xier Ming.


"Ya dia bahkan bisa naik level hanya dalam waktu beberapa detik," sahut Song Chen.


"Benarkah? Kamu sangat menabjubkan, tidak sia-sia aku memilih kamu, kalian berdua saja cukup untuk mengangkat namaku kembali setelah 2 tahun ini aku tidak mendapat murid karena ulang Leng Chai sialan itu," ucap Xier Ming geram jika mengingat nama Leng Chai.


"Baik Guru, kami berjanji akan membanggakan guru," ucap Feng Lias.


"Dan untuk kamu Song Chen, belajarlah lebih keras lagi agar kamu tidak pindah menjadi murid biasa," pesan Xier Ming.


"Baik Guru," angguk Song Chen.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2