
Feng Lias kembali ke rumah dedaunannya dan baring di sana.
Song Chen juga ikut baring dan meletakkan kedua tangan di bawah kepalanya.
"Feng Lias, bukannya kau adalah tuan muda yang tak berguna itu, lalu dari mana kau mendapat kekuatan ini, bahkan kau lebih berbakat dari Feng Fuan yang terkenal itu, dengar-dengarnya sekarang dia sudah di level 9 tak lama lagi ia mendekati level 10 dan masuk tahap l kemurnian, dan mereka saat ini sedang di beri libur beberapa hari oleh mentor mereka untuk mencari murid berbakat lainnya, asalkan di atas level 4 umur di bawa 17 tahun maka dia akan lulus, jika di atas dari itu mereka akan di tes oleh mereka sendiri, jika menurut mereka itu berbakat maka dia akan lulus dan termasuk mereka lewat jalur belakang," ucap Song Chen memberi tahu.
"Siapa itu Feng Fuan, aku tidak mengenalnya," ucap Feng Lias.
"Kau pasti mengenalnya, dia 'kan keluarga kerajaan yang di gadang-gadangkan itu atau kau iri ya," ucap Song Chen.
"Berisik, lebih baik kau cepat tidur atau aku akan menendangmu keluar," ucap Feng Lias.
"Baiklah, baiklah, aku akan tidur dan tidak menganggunmu," ucap Song Chen menutup matanya cepat.
xxx
Ke esokan harinya, Feng Lias membangun ulang rumahnya, karena hari ini Tai Long datang ke rumahnya.
"Jika kau ingin menjadi temanku, bantu aku perbaiki rumah ini," ucap Feng Lias.
__ADS_1
"Baiklah, aku bisa bantu apa?" tanya Song Chen.
"Bantu aku pegangkan di ujung sana," ucap Feng Lias menunjuk papan agar ia bisa mengikat yang di ujung satunya lagi.
Song Chen membantunya dengan senang hati dan akhirnya rumah mereka pun selesai.
Baru saja rumahnya selesai, Tai Long beserta rombongannnya datang dengan memakai kereta kuda yang di hias.
"Rombongan apa ini?" tanya Song Chen heran.
"Lamaran Ibuku," ucap Feng Lias membersihkan tubuhnya dari kotoran.
Tai Long turun dari kereta kudanya dan membawa berbagai hantaran dan Feng Lias datang menyambutnya.
"Selamat datang Paman, mari masuk," ucap Feng Lias mempersilakan.
"Terima kasih Feng Lias," ucap Tai Long.
Mereka pun masuk kedalam dan ibu juga sudah berada di dalam rumah, memakai pakaian yang mereka beli waktu itu.
__ADS_1
"Ini hantaranku untuk meminangmu, semoga kamu menerima pemerian tak seberapa ini," ucap Tai Long meletakkan hantaran utama yaitu jenis tanaman yang sangat langka, yaitu kacang tunggal 1000 tahun dan kalung batu kristal 500 tahun.
"Terima kasih, hadiah yang sangat berharga ini, tapi aku tak yakin jika aku pantas menerimanya," ucap ibu.
"Kau pantas menerimanya, aku sengaja mencari hadiah yang terbaik sesuai kemampuanku untuk kamu yang berharga," ucap Tai Long.
"Terima kasih, aku terima hadiahnya," ucap ibu menerimanya.
"Berarti juga menerima lamaranku," ucap Tai Long.
"Ya, aku menerimanya," ucap Ibu tersenyum malu-malu sambil menundukkan kepalanya.
"Baiklah, aku akan menyuruh seseorang menjemputmu, baju pengantinnya sudah ada di dalam hantaran ini," ucap Tai long meletakkan semua hadiah yang ia bawa ke hadapan Ibu.
"Terima kasih Paman, kami pasti menerimanya dengan senang hati," ucap Feng Lias.
"Baiklah jika begitu, aku pulang dulu," ucap Tai Long.
Mereka pun keluar dari rumah tersebut dan segera naik kereta kuda tersebut dan berangkat kembali ke kediamannya untuk menyiapkan hari pernikahan mereka besok
__ADS_1
Bersambung