
"Apa mereka tidak mengetahuinya ya, ada sesuatu di dalam danau ini?" tanya Feng Lias Binggung.
"Hehehe... bagaimana jika aku menembusnya," ucap Feng Lias menyengir.
Gunakan poin untuk menebus penghalang.
Memuat...
Loading...
Mulai...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai.
Poin Anda di potong 10 poin
Sisa poin Anda 350 poin.
Feng Lias masuk ke dalam menembus penghalang tersebut.
"Astaga! Di dalamnya cukup panas juga, apa ada gunung api di bawah sana?" tanya Feng Lias.
Ia terus berenang kebawah dan ternyata di bawahnya saat melewati pembatas ke tiga tidak ada air dan seperti daratan bias namun di sana ia mendapati batu yang sangat aneh.
"Batu apa ini?" tanya Feng Lias mengelilingi sebongkah batu yang sangat besar itu.
__ADS_1
Ia mencoba mengambil batu tersebut, namun itu sangat keras, mereka menyatu sama lain.
"Apa yang harus aku lakukan ya?" tanya Feng Lias memegang batu tersebut.
Feng Lias mengeluarkan pedangnya.
JURUS PEDANG HEMBUSAN API
Duuuaaaarrr!!!
Bongkahan kecil terjatuh. Feng Lias mengambilnya lalu mengamatinya.
"Guna batu ini untuk apa ya?" tanya Feng Lias lagi. Tiba-tiba saja batu itu memudar dan menghilang seperti ada yang menyerapnya.
"Kemana batu itu pergi?" tanya Feng Lias dan ia kembali mengambil batu itu dan di tangannya kembali hilang.
Feng Lias melihat arah batu itu menghilang, batu itu terurai dan mengarah ke arah pedang dan masuk ke dalam cincin penyimpanannya.
"Kenapa Batu ini malah masuk ke dalam cincin penyimpananku juga, apa ada sesuatu juga di dalamnya?" tanyanya lagi.
Feng Lias mengeluarkan semua isi dalam cincin penyimpanan dan ia kembali mengambil batu tersebut dengan jurus pedangnya.
Batunya kembali terurai dan kembali mengarah ke pedang dan kelinci tersebut dan tubuh momo terlihat berubah bentuk, namun hanya sebentar.
"Eh, apa batu ini bisa merubah tubuh hewan dan bisa mereka berevolusi?" tanya Feng Lias.
"Sepertinya tidak bisa berlama-lama di sini, lain kali aku kan ke sini lagi dan mengambil bongkahan batu yang lebih besar lagi," ucap Feng Lias yang kemudian ia memasukkan semua barangnya ke dalam cincin penyimpanan lalu kembali ke atas.
"Di mana Feng Lias?" tanya Song Chen melihat Feng Lias tidak ada di dalam.
Tak lama kemudian ia pun keluar dari air tersebut dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Hufttt.... Huffftt... hufffttt..."
Feng Lias menyenderkan tubuhnya setelah dalam menyelam.
"Kamu menyelam cukup lama juga, Apa kamu sedang latihan menyelam?" tanya Song Chen mendekati Feng Lias yang menyender.
"Apa aku terlihat seperti penyelam?" tanya Feng Lias berusaha menyeringai.
"Jika aku terlambat sedikit saja, aku bisa mati di dalam sana," ucap Feng Lias dalam hati.
"Kau sudah cukup lama di sini, ayo kita keluar dan cari makanan," ajak Song Chen.
"Bagaimana? Apa kita ke hutan moge lagi untuk mencari batu permata untuk membeli makanannya?" tanya Feng Lias.
__ADS_1
"Tidak, guru yang memberikan uang untuk kita makan, dia ada urusan sedikit," ucap Song Chen.
"Hm? Memangnya guru punya urusan apa?" tanya Feng Lias mengangkat alisnya.
"Mereka ada rapat untuk acara perburuan besok," jawab Song Chen berdiri.
Feng Lias juga ikut berdiri dan mereka keluar dari danau tersebut.
"Ayo kita keringkan bajunya dulu," ajak Song Chen menuju tempat lubang batu.
"Ah untuk apa repot-repot ke sana, di lapangan sana saja," ucap Feng Lias menunjuk lapangan.
"Apa tidak apa-apa jika kita membuat api di sana?" tanya Song Chen.
"Kita 'kan tidak membakar tempatnya hanya membakar sedikit untuk mengeringkan baju," ucap Feng Lias.
"Baiklah," angguk Song Chen.
Mereka pun menuju di tengah lapang dan Feng Lias pun mengeluarkan jurusnya dengan kekuatan rendah
JURUS LEDAKAN API
Duuuuaaaarrrr!!
Api menyembur berwarna putih dan mereka pun duduk di dekat api tersebut.
"Permisi kawan, apimu cukup besar, apa boleh aku menumpang?" tanya salah satu murid.
"Oh baiklah," angguk Feng Lias.
Mereka pun duduk dan menghangatkan tubuhnya.
"Kau Feng Lias dari keluarga kerajaan itu ya? Perkenalkan aku Shi Ling dari keluarga Shi dan dia Jin Chan, dari keluarga Jin," ucap Shi Ling memperkenalkan diri.
"Feng Lias dan temanku bernama Song Chen," ucap Feng Lias.
"Tidak menyangka, katanya orang berbakat di kerjaan adalah Feng Fuan, tapi ternyata itu adalah kamu," ucapnya tersenyum.
"Aku bukan lagi dari keluarga kerajaan, aku dan ibuku kami sudah pisah dari leluarag kerajaan, ibuku juga Sudah menikah dengan orang biasa, jadi jangan kalian menganggap aku keluarga kerajaan lagi," ucap Feng Lias.
"Namun darah lebih kental dari air, sekalu pun kau tidak ingin menjadi keluarga kerajaan tapi darah keturunan kerajaan telah mengalir pada tubuhmu," ucap Shi Ling
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih