
Mereka bertiga menuju kantin dan masuk ke dalamnya.
"Nona kami Pesan daging asap," pesan Shi Ling.
"Baik tunggu sebentar ya," ucap pelayan tersebut.
"Tadi saat latihan, aku tidak melihatmu, kamu ke mana?" tanya Shi Ling.
"Latihan di hutan moge," jawab Feng Lias.
"Eh emang bisa latihan di sana?" tanya Shi Ling.
"Tidak tahu, tapi aku rasa sekarang kita tidak di perbolehkan ke sana lagi tanpa pengawasan para mentor," jawab Feng Lias.
"Hm? Kenapa?" tanya Shi Ling penasaran.
"Tadi saat aku sedang berlatih, seekor srigala tahap lll kemurnian masuk ke dalam hutan moge, mungkin para mentor sedang menyelidikinya, itu sangat berbahaya bagi murid seperti kita," ucap Feng Lias.
"Bagaimana nanti ya? kitakan ingin mencari batu permata," ucap Shi Ling.
"Aku rasa mungkin untuk beberapa hari ke depan saja, setelah masalah selesai kita di perbolehkan ke sana lagi," jawab Feng Lias.
Tak lama makanan mereka pun sampai.
"Silakan di nikmati," ucap pelayan itu.
"Terima kasih cantik," ucap Shi Ling tersenyum.
Pelayan itu tersenyum dan tersipu malu.
Feng Lias menatap Shi Ling dengan mata sayup.
"Hey! Jika kau tidak ingin menikahinya sebaiknya jangan mengodanya," pesan Feng Lias.
"Jika berjodoh aku akan menikahinya," ucap Shi Ling.
"Ah kau bilangnya begitu juga saat di kantin lain," sahut Jin Chan mencibir.
"Aku saat ini sedang mencari jodoh, siapa tau ada yang nyangkut di hati," ucap Shi Ling terkekeh.
Tak lama makanan pun sampai.
"Silakan dimakan para Tuan," ucap pelayan itu tersenyum.
"Sama-sama cantik," ucap Shi Ling.
"Siapa nama Tuan?" tanya pelayan itu.
"Perkenalkan, namaku Shi Ling," ucap Shi Ling berdiri dengan gagah.
"Hm, maksudku nama tuan ini," ucap pelayan iu menunjuk ke arah Feng Lias.
"Eh."
"Namaku Feng Lias," jawab Feng Lias datar.
"Bisakah kita bertemu lagi?" tanya Pelayan itu tersipu malu.
"Eh… hm… aku tidak bisa berjanji," ucap Feng Lias kaku.
"Tapi jika ingin bertemu lagi datang ke kantin ini nanti malam di belakang ada pohon besar, aku akan menunggu nanti," ucap pelayan itu yang langsung pergi.
"Wah… wah… wah! Aku yang goda kok kamu yang dapet?" tanya Shi Ling membelalakan matanya.
"Aku sangat terpukau dengan pesonamu," ucap Jin Chan mengilingkan kepalanya sambil mengacung jempol.
"Ah… parah! Pesonaku tengelam jika ada kamu, tapi nanti malam apa akan datang menemuinya?" tanya Shi Ling.
"Tidak," jawab Feng Lias singkat sambil melahap makanannya.
"Kenapa? Kau tidak menyukainya?" tanya Shi Ling.
__ADS_1
"Aku lebih baik di bilang pria tak punya perasaan dari pada memberi harapan dan membuat ia terluka, hati wanita itu seperti bunga, jika sekali terluka ia akan layu," ucap Feng Lias.
"Kau ternyata pandai pribahasa juga," ucap Shi Ling melanjutkan makanannya.
"Hm… jika kamu tidak mau datang, bagaimana jika aku saja yang datang," ucap Shi Ling.
"Terserah kamu saja, dan katakan jika aku sudah punya seseorang, aku tak mau membuat dia malah berharap," ucap Feng Lias.
Mereka pun makan dengan lahap, setelah selesai mereka pun membayarnya.
"Kamu mau ke mana lagi?" tanya Shi Ling.
"Aku… mau latihan lagi," ucap Feng Lias.
"Haish… kamu emang gila latihan ya, ayo kita pergi ke tempat yang indah, untuk mengademkan hati karena terus latihan kita butuh tempat untuk bersantai sebentar," ajak Shi Ling.
Feng Lias pun setuju, ia mengikuti Shi Ling pergi.
Perjalanannya cukup jauh dari akademi.
"Kita ke mana?" tanya Feng Lias melihat sekeliling.
"Tentu saja di sini, melihat gadis-gadis cantik yang menari memanjakan mata," ucap Shi Ling.
"Astaga!! Ini tempat yang kau bilang untuk menenangkan hati, kau nonton saja di sini, aku ingin berkeliling saja dulu," ucap Feng Lias.
"Baiklah, setelah selesai berkeliling kau datang saja di sini ya," ucap Shi Ling.
Feng Lias mengangguk. Ia pun pergi menuju tempat para pedagang yang sedang berjualan.
"Eh di sana ada jual tungku pembuat obat, aku akan membelinya untuk belajar membuat obat," ucap Feng Lias.
"Tuan, berapa harga tungku ini?" tanya Feng Lias.
"100 batu permata level 5," ucap penjual itu.
"Ini kwalitas apa?" tanya Feng Lias.
"Kenapa mahal sekali?" tanya Feng Lias.
"Ya namanya juga pembuatan tungku itu sangat sulit," ucap penjual itu.
"Astaga! Yang tungku berkualitas renda saja semahal ini, bagaimana yang yang kualitas tinggi," ucap Feng Lias dalam hati.
"Ya sudahlah aku akan membelinya," ucap Feng Lias.
Ia mengeluarkan batu permatanya dan mereka saling bertukar.
"Terima kasih Tuan," ucap penjual itu.
Feng Lias mencari tempat yang sepi ia pun mengeluarkan bahan obat yang pernah ia belikan waktu itu.
"Aku harus mempelajari cara bikin obat," ucap Feng Lias.
Gunakan poin untuk mempelajari menjadi alkemis
Memuat...
Loading...
Mulai...
10%....
20%...
30%...
40%...
50%...
__ADS_1
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai
Poin Anda di potong 50 poin.
Poin Anda [5.800]
"Baiklah aku akan memulainya," ucap Feng Lias.
Ia menghidupkan api di dalam tungku, ia menggunakan api legendarisnya karena api legendaris stabil.
Ia mulai memasukkan bahan obat ke dalamnya.
"Baiklah, untuk pemula sepertiku aku membuat dari 2 bahan obat saja dulu," ucaap Feng Lias.
Tring
3 butir obat keluar dari tungku dan Feng Lias mengambilnya.
"Wah, tidak menyangka ternyata aku berbakat dalam membuat obat, awal yang sangat baik," ucap Feng Lias.
"Bagaimana jika aku menjual obat ini untuk membeli bahan obat lainnya," ucap Feng Lias.
Feng Lias pun menuju kembali tempat ia membeli tungku tadi.
"Tuan, obat ini berapa harganya?" Tanya Feng Lias memperlihatkan obatnya.
"Sini coba saya lihat," ucap penjual itu.
Penjual itu pun melihat dengan saksama.
"Wah... apa Anda alkemis level 2, ini obat dengan dua bahan tapi obat yang Anda buat sangat halus dan ada aroma khasnya, saya akan membeli perbutir dengan 20 batu permata level 5," ucap penjual itu.
"30 batu permata," ucap Feng Lias.
"Ah itu sudah terlalu tinggi dengan obat yang masih di level 1 ini baiklah saya beli 25 batu permata," ucap penjual itu.
"Baiklah," angguk Feng Lias setuju.
"Anda punya berapa buah?" Tanya penjual itu.
"Hanya ada 3, karena saya baru belajar," ucap Feng Lias.
"Astaga! Anda bilang baru belajar? Tapi obat Anda ini bagaikan sudah berlatih beberapa tahun. Baiklah saya mau obat ini semua," ucap penjual itu.
Feng Lias mengangguk.
Feng Lias menerima 75 batu permata level 5.
"Terima kasih Tuan, jika Anda masih ada obat lagi jual saja dengan saya," ucap penjual itu.
Feng Lias mengangguk. Ia pun pergi ke tempat penjual bahan obat.
"Hm... bagaimana jika aku beli bahan obat tapi membuat obatnya secara acak saja bahannya," ucap Feng Lias dalam hati.
"Tuan, saya ingin membeli bahan obat daun panjang ini dan buah merah ini," ucap Feng Lias.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1